
Cessie tidur nyenyak sepanjang acara berlangsung dan baru bangun saat sang MC memberi kesempatan pada para mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan.
"Berikutnya memasuki sesi tanya jawab. Apa ada yang bertanya?" MC menawarkan kepada mahasiswa jika ingin mengajukan pertanyaan
Beberapa mahasiswa langsung angkat tangan. Dan tepat saat itu juga, Cessie tak sengaja mengangkat kedua tanganya tinggi-tinggi sambil menguap.
"Sepertinya banyak yang ingin bertanya. Kalau begitu mari tanya pada wanita yang mengangkat kedua tangannya di baris belakang" ukar MC menunjuk kearah cessie yang dikira ingin mengajukan pertanyaan
Semua manat menoleh ke belakang tepatnya kearah cessie duduk.
"Tolong berikan mic nya !"
"Apa yang terjadi?" Gumam cessie sambil melirik kesana kemari
Tiba tiba semua kamera mengarah kepadanya bahkan cessie langsung diberikan mic. Dia beranjak berdiri memegang micnya, Cessie jelas bingung harus bagaimana.
"Apa ada pertanyaan yang akan di ajukan kepada Presdir Alexander?" Tanya MC
Mata cessie seketika melebar dia bingung ingin mengajukan pertanyaan apa. Tapi untungnya Farel mencoba membantunya dengan memberikan contekan pertanyaan yang sudah di siapkan.
Tapi ada dua baris pertanyaan yang vessie lihat dan dia langsung saja memutuskan untuk mengambil pertanyaan pertama. "
"Kau mau makan siang apa?"
Jelas saja semua orang langsung menertawainya. Alex pun tersenyum geli mendengarnya.
"Kalimat di bawahnya !" Tegur Farel
Cessie mengernyitkan dahinya. Ternyata dia salah membacanya. Dia jadi malu sendir dan langsung kembali duduk dan menutupi wajahnya dengan buku.
Pertanyaan seperti apa itu?
Sunggung tidak sopan
Beberapa mahasiswa mengomentari pertanyaan yang di ajukan cessie
Gara-gara insiden itu, cessie langsung dipanggil ke kantor.
Dia saat ini sedang berdiri dihadapan dekan dan juga Alex. Rasa takut dan bersalah menyelimutinya. Rasa lelah yang dirasanya membuatnya tertidur di acar itu.
__ADS_1
"Minta maaf kepada tuan Alex !" Perintah Dekan kepada cessie. Sementara cessie terus menundukan kepalanya
"Apa kau tahu berapa banyak upaya kami lakukan untuk memgundang tuan Alex sebagai Profesor tamu. Sementara kau bahkan tertidur di dalam ruang kuliah. Bahkan jika kau tidak tahu bersyukur tapi kau harus tahu batasanya"
Cessie kaget mendengarnya " profesor? Dia bukan datang kemari untuk suatu urusan bisnis? Ucapnya sambil melirik kearah Alex yang sedang menatap keluar gedung.
"Bicara apa kau? Keluarga Eghan punya reputasi di komunitas koleksi seni dan ayahnya, Michel Eghan, punya prestasi di bidang lukisan cat minyak. Bahkan sekalipun dia cuma mengungkit sedikit tentang keluarganya, majalah seni edisi berikutnya pasti akan terjual ludes, tahu tidak?!" Tegur Dekan kepada Cessie yang sembarangan berbicara tentang Alex
"Asal kau tahu saja, tuan Alex bahkan punya gelas PhD dari Royal College of Arts London. Cepat minta maaf pada Direktur Wei!" Perintah Dekan agar cessie segara meminta maaf
Denga terpakasa cessie menurutinya lalu dia menghadap Alex dan membungkukan badanya.
"Aku minta maaf tuan Alex!" Ujar cessie seraya membungkukan badannya
"Masih ada yang perlu kami bicarakan. Bisakan tinggalkan. Dan kau bisa kembali !" Ujar Alex kepada Dekan agar meninggalkan dirimya dan cessie di sana.
"Baiklah !" Sahut Dekan
"Minta maaf yang baik kepada tuan Alex !" Ujarnya kepada cessie sebelum pergi meninggalkan mereka.
Cessie masih terus membungkukan belum berani menegakan badannya. Dia masih menunggu apakah alex mau memaafkannya atua tidak.
"Permintaan maaf" sahut cessie masih tetap membungkuk
"Kaku sekali. Dibanding permintaan maaf, aku lebih tertarik untuk mendiskusikan tentang apa yang akan kita makan untuk makan siang."
Cessie mengangkat kepalanya dan menatap tak percaya kepada Alex.
"Apa perusahaanmu menganggur?Bagaimana kau punya waktu menjadi profesor di kampus ini?" Kesal Cessie
"Aku? Aku datang untuk balas budi." Jawab Alex
"Apa?" Cessie membulatkan matanya terkejut. Dia memintanya untuk meluluskan ujian teori seninya.Bukan Alex jadi profesor di kampusnya.
"Bukankah semalam kau ingin lulus ujian Teori Seni. Aku sudah melihat hasil ujian mu dan nilainya yang paling rendah, begitupun dengan nilai Sejarah Seni-nya"
Cessie hanya memutar bola mata malah mendengar ucapan Alex
"Aku tidak bis menjamin yang lainnya, tapi aku bisa membimbing kau dalam kuliah teori seni-nya dengan menjadi gurumu"
__ADS_1
Mendengar itu, cessie sedikit penasaran
"Maksudmu kau bisa membantuku lulus ujian? Lalu apa yang harus kulakukan?" Tanya cessie antusias
Alex lalu mengambil lembaran kertas yang sudah dia tulis. Ternyata itu adalah daftar buku yang harus cessie baca dan rangkum.
"Besok kau harus melakukan presentasi berdasarkan buku buku itu" ujar Alex
Cessie mengambil lembaran kertas itu dan membacanya.
"Apa ini?" Sedikit heran dengan lembaran kertas yang berisi daftar nama nama buku
"Garis besar topik dan buku buku yang mendukung untuk melakukan presentasi"
Cessie membaca nama nama buku apa saja yang ada di lembaran kertas itu. Ternyata cukup banyak yang harus dia kerjakan.
"Jika presntasimu kosong, kau akan menanggung resikonya" ancam Alex
Seketika cessie mengangkat kepalanya dan menatap Alex.
"Aku tidak mau !"
"Kau tidak boleh menolaknya. Ini pekerjaan rumah"
"Kau...!" Kesal cessie sambil mengacungkan jarinya kearah Alex
"Kalau kau tidak mau melakukannya, maka akan kukatakan pada Dekan tentang kau bekerja di bar." Ancam Alex
"Dasar kejam!" Gerutu cessie.Tapi terpaksalah cessie akhirnya menyerah.
Lalu Alex melirik ke arlojinya "Kenapa kau masih berdiri disini? Perpustakaan tutup sebentar lagi. Jika kau mampu,silahkan kerjakan dengan lambat"
Cessie jadi panik takut tidak sempat keperpustakaan lalu dia bergegas pergi.
***
Dukung terus author ya...
berikan like comen dan vote kalian...😊😊😊
__ADS_1