PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 4


__ADS_3

Cessie mengotak ngatik ponsel mencari info yang dia dapatkan bahwa tanggal 14 bulan depan akan ada fenomena hujan meteor tepat di hari valentine. Berarti dua minggu lagi. Dia memiliki rencana untuk mengajak Louis pergi kedekat lokasi yang memungkinkan untuk melihat fenomena ini. Tentu Louis tidak akan menolak karena dia adalah mahasiswa jurusan fisika. Dia menyukai yang berbau astronomi.


Setelah menemukan letak lokasi yang tepat untuk menyaksikan fenomena itu, cessie mendapati sebuah hotel yang tidak jauh dari titik lokasi.Dia segera memboking dua kamar untuknya dan Louis. Di sanalah nanti cessie berencara untuk mengungkapkan perasaannya yang selama ini yang di pendam.


Louis adalah kakak kelasnya ketika sekolah tingkat pertama. Rumah cessie dan Louis bersebelahan. Tak heran jika mereka menghabiskan masa kecil selalu bersama sampai ketika Cessie mengetahui louis kuliah di EG university, Cessie mengikutinya dengan mengambil jurusan yang berbeda.


Butuh perjuangan dan kerja keras untuk cessie mengikuti Louis masuk EG University karena EG University merupakan universitas cukup populer. Cessie bahkan harus mengambil pekerja sampingan untuk membayar kuliahnya karena biaya di sana cukup besar.


Apalah bagi cessie,dia hanya anak dari seseorang yang biasa saja bukan anak orang kaya yang tidak perlu memikirkan biaya kuliah. Dia memiliki bakat dalam hal melukis dan EG university adalah kampus terbaik yang menjanjikan bagi para mahasiswa yang berkecimpung dalam duni seni terutama seni melukis. Maka dari itu, selain mengikuti sang idolanya sekaligus dia ingin mengembang bakatnya di kampus terbaik.


"Akhirnya dapat juga untuk memboking di hotel itu. Untung saja farel meberitahukan berita itu. Itu akan menjadi hari bahagia buatku mengungkapkan persaaanku padanya di bawah hujan meteor. Dan kak louis mau aku ajak pergi kesana" ujar Cessie tersenyum senyum membayangkan ketika dia menyatakan perasanya di bawah fenomena hujan meteor menambah suasana romantis.


"Akhhhhh !" Teriaknya kegirangan "Aku tidak sabar untuk menunggu hari itu"


Tasya yang baru masuk rumah menutup telinga mendengar teriakan cessie kegirangan sambil menendang nendang kakinya ke udara.


"Sedang apa kamu?" Tanya Tasya bergidik melihat tingkah cessie tersenyum senyum sendiri sambil menendang nendang kakinya seperti orang kerasukan


Cessie menoleh dia tersenyum cengengesan ketika melihat siapa yang bicara.


Tasya duduk di samping Cessie,dia ingin mengatahui ada apa dengan sahabatnya ini.


"Ceritakan padaku ada apa dengamu sampai tersenyum senyum sendiri seperti orang yang kerasukan saja?" Ujar Tasya manja mengapit tangan cessie


Cessie tersenyum menatap Tasya " Kamu tahu tanggal 14 nanti di prediksi akan hujan meteor?"


"Apa hubungannya hujan meteor dengan tingkah mu seperti tadi ?"sambil melihat cessie dari atas sampai kebawah

__ADS_1


"Aku akan mengungkapkan perasaanku pada Louis di bawah hujan meteor. Pasti romantis sekali" Ujar Cessie memandang ke atas menepuk telunjuk di pipinya membayangkan dia menyatakan cinta di bawah hujan meteor


Tasya mengerut dahi menempelkan telapak tangan di dahi cessie "Kamu seperti kesambet setan. Katakan padaku setan mana yang udah ganggu?" Ujarnya meledek


Cessie menyingkirkan tangan tasya "Aku serius!" Ujarnya kesal


"Ha..ha..ha..ha" tawa Tasya menggelegar.


Cessie memberengut memanyunkan bibirnya ucapannya tidak di tanggapi serius hanya dapat ejekan dari sahabanya.


Tasya yang tadi tertawa segera menghentikannya" Baiklah maafkan aku tadi mengejekmu. Aku hanya bercanda . Sudah jangan cemberut lagi" mencubit pipi cessie menampilkan poppie eyes


"Aku hanya terkejut saja mendengarnya. Sudah sejak lama kamu menyukai louis tapi tidak pernah menyatakannya dan tiba tiba kamu ingin menyatakannya di hari itu?"


Cessie mengangguk membenarkan ucapan Tasya.


"Ya.aku harus berani mengungkapkan perasaanku" ujar cessie semangat


"Semangat !" Sahut Tasya menyemangati


***


Di jalan, tampak beberapa pria berkendara menuju hotel yang di pesan oleh Cessie. Louis pergi bersama teman teman komunitasnya .


Louis nampak memperhatikan tabletnya dia sedang membaca artikel yang ramai membahas tentang hujan meteor yang terjadi esok hari tepat di tanggal 14 febuari di hari kasih sayang.


Sebagai pecinta dunia astronomi tentu ini sangat menarik baginya. Secara kebetulan teman kecilnya mengajaknya pergi kelokasi tempat startegi untuk melihat fenomena itu.

__ADS_1


"Louis, hotel yang pacarmu pesan itu namanya hotel apa?"


"Eghan Hotel" sahut Louis fokus menatap layar tablet lalu terkesiap menoleh ke temannya yang menganggap cessie sebagai pacarnya


"Dia hanya teman masa kecilku dan tentanggaku" sangkal louis dan menegaskan bahwa dirinya tidak ada hubungan apa apa dengan cessie


"Jika bukan pacarmu, lalu untuk apa dia memesankan kamar untuk kita? Apalagi hotel itu dekat dengan lokasi dimana fenomena itu terjadi nanti. Sepertinya dia menyukaimu louis" ujar Marcel sambil memegang stir mobil.Mengira jika cessie menyukai louis.


Diangguki oleh teman lainnya yang berada di belakang


"Bahkan teman lainnya menyangka bahwa cessie adalah pacarmu.karena melihat kedekat kalian" timpal Vero teman louis satunya


Louis menggelengkan kepala "Tidak mungkin. Kami tumbuh bersama sama jika sisi benar benar menyukaiku tentu aku akan mengetahuinya" kembali menatap tabletnya.


"Mungkin dia menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya padamu.


Coba pikirkan. Pada hari valentine, tapi dia tidak menghabiskan hari itu bersama pacarnya. Dia malah bergaul dengan penggila astronomis seperti kita. Aku tidak bisa memikirkan alasan lain selain karena dia ingin dekat denganmu." Ujar Vero berpendapat.


"Aku menggapnya seperti adikku. Aku berpikir sepertinya sisi tidak akan berpacaran untuk sekarang ini. Mengingat dia belum lulus" louis menegaskan lagi tentang hubungannya dengan cessie tanpa mengalaihkan pandangannya dari tablet


"Louis kamu cukup jadi mahasiswa yang pintar saja untuk apa memaksanya. Di belajar seni rupa. Asalkan cantik itu sudah cukup. Untuk apa terlalu pintar. Apakah kamu pikir semua orang sama seperti Siska yang cantik dan berbakat" ujar Marcel menoleh ke Louis


Dinnn...dinnn....dinnn


Suara klakson mobil dari pengendara lain menyadarkan mereka yang sedang membicarakan tentang cesise.


"Lihat jalan !" Terika Louis secara spontan membanting stir mobil menghindari tabrakan.

__ADS_1


Mobil merekapun bisa menghindarinya tabrakan namun naasnya mobil mereka menabrak pembatas jalan mengakibatkan mobil mereka mogok.


__ADS_2