PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 7


__ADS_3

"Ada apa dengan tubuhku? Tidak ada reaksi apa pun" gumamnya memperhatikan bagian tubuhnya yang tidak menimbulkan ruam merah dan nafasnya tetap teratur. Alx terus menilisik bagian tubuh lainnya memeriksa bahwa sentuhan gadis itu tidak berpengaruh buruk pada tubuhnya.


"Luar biasa" Alex terkekeh seperti  menemukan harta karun. Binar bahagia terpancar di wajahnya.


Cessie menempelkan telinganya kepintu terdengar gemiricik air mengalir, mungkin pria itu sedang mandi pikirnya. Dia mencoba mengetuk pintu.


Tok...tok...tok


Terdengar ketukan " Hei keluar ! Jelaskan padaku siapa kamu? Mengapa masuk ke kamarku?" Teriak Cessie


Suara ketukan pintu membuyarkan pikiran Alex dia menyudahi mandinya lalu memakai piayama handuk dan membuka pintu kamar mandi.


Nampak cessie berdiri dengan memasang kuda kuda seperti ingin menghajarnya.


"Sedang apa kau?" Sambil menilisik dari atas sampai bawah memperhatikan Cessie


Cessie yang di perhatikan seperti itu memicingkan matanya "Siapa kau?Mengapa kau bisa masuk?"


"Aku ?" Sambil menunjuk dirinya "Aaahhh, jadi kau tamu yang memesan kamar ini?"


Alex berjalan sambil megibas tangan menyuruhnya untuk mundur. Cessie berjalan mundur sesuai gerakan tangan Alex, "Mau apa dia?" Gumamnya dalam hati.


Karena merasa terancam, takut pria di depannya berbuat hal yang tidak tidak. Cessie melayangkan tinjunya ke wajah Alex namun sebelum menyentuh wajahnya, tangan Cessie ditangkap oleh Alex. Alex mampu membalikan keadaan.


Alex mendorong tubuh cessie kedinding dan mengunci satu tangannya di atas dan satu tangannya di bawah sehingga tangan cessie tidak bisa bergerak. Badan mereka saling berhimpitan, "Aku pemilik hotel ini" ujar Alex menatap wajah Cessie yang menurutnya lumayan cantik lebih tepatnya imut menggemaskan jika di lihat dari dekat. Alex berencana memastikan ulang bahwa tubuhnya tidak bereaksi dengan sentuhan gadis di depannya meski resikonya besar.


"Lalu kenapa kau memilih kamar yang sudah di tempati? Bukannya memilih kamar sweet room atau kamar mewah lainnya di hotel ini? Tanya Cessie


"Aku pemiliknya, terserah aku mau milih kamar yang mana" ucap Alex tak peduli


"Oooh...jadi karena kau pemiliknya, kau bisa bertindak seenaknya terhadap tamu hotelmu?" Ucap Cessie tak kalah sengit


"Bukan seenaknya. Lebih tepatnya aku akan menggantinya dengan kamar yang lebih mewah. Setiap kali berkunjung,aku memilih kamar mana saja. Jika sudah ada tamu yang menempati maka aku akan menggantinya dengan kamar yang lebih mewah dari sebelumnya"

__ADS_1


"Ckk...tetap saja kau seenaknya meski mengganti kamar yang lebih mewah sekalipun. Tidak semua orang mau seperti itu" Cessie mencibir


"Lalu maumu apa?" Tanya Alex penuh penekanan


Alex mencengkaram erat tangan cessie sehingga meninggalkan bekas merah.


"Issshhhhh...dimana surat yang berada di bawah bantal di kamar ini?" Tanya Cessie meringis merasakan sakit di tangannya


"Surat?" Alex nampak berpikri mengingat barang barang yang berada di kamar ini


"Aku sudah membuang semua barang yang ada di kamar ini" jawab Alex santai


"Apa?" Teriak Cessie terkejut surat yang sudah di perisapkan untuk moment nanti malah di buang oleh orang di depannya "Kau pasti bohong kan?" Tidak percaya sambil menggelengkan kepala "Aku tadi melihat kertas warna pink di saku bajumu yang kau bawa kedalam kamar mandi"


"Aaah...kertas itu?" Alex nampak berpikir,dia berencana  memaksa gadis di depannya untuk menemaninya ketika dia bersama Siska. Jika perkiraannya benar bahwa Siska adalah penolong maka tidak akan terjadi apa tapi jika perkiraannya meleset ada gadis di depannya sebagai obat atau penghalang jika dirinya mengalami hal buruk itu.


"Kau harus menemaniku jika ingin kertas itu kembali" ucap Alex tersenyum penuh maksud


Alex melepaskan cengkramannya lalu menoyor dahi cessie " Jangan berpikir yang tidak tidak. Aku memintamu bukan untuk melakukan hal mesum"


Cessie mengusap dahinya dan tangannya yang sedikit memerah " Lalu hal apa jika makna dari menemani kalau bukan hal mesum ?" Tanya Cessie cembrut mengurucutkan bibirnya.


"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Alex melipatkan tangannya di dada


Cessie nampak berpikir mengingat ngingat apakah dia pernah bertemu dengan pria di depannya "Entahlah, tapi aku merasa familiar denganmu " Ucapnya jujur tanpa mengada ngada "Sekarang katakan di mana suratku? Berikan !" Pinta Cessie memaksa sambil menengadahkan tangannya di hadapan Alex.


Alex menggelengkan kepala dan jari telunjuk dia gerakan ke kanan ke kiri " Sudah ku katakan tadi tidak semudah itu. Jika kau ingin surat dan cincinmu kembali, kau harus menemaniku untuk hari ini dan esok"


"Jika bukan hal mesum. paling hanya menemaninya minum atau menemaninya pergi" guman Cessie berpikir bahwa pria di depannya tidak namapak seperti pria mesum


Cessie menarik nafas dalam lalu menghembuskannya "Baiklah ! aku akan menemanimu selama itu tidak berbau mesum atau kau berbuat jahat kepadaku. Jika sampai itu terjadi, jangan salahkan aku jika aku melaporkanmu kepolisi sehingga namamu tercemar"


Alex menyodorkan tangannya " Deal" ucapnya menyepakati persyaratan Cessie

__ADS_1


"Deal !" Balas Cessie.


Mau bagaimana lagi, menulis ulang surat itu mungkin bisa aku lakukan tapi cincin itu adalah barang aku persiapkan sejak lama. Bagiku cincin itu penting yang mewakili perasaanku kepada Ka Louis


Alex berjalan menghampiri laci meja mengambil ponsel lalu menyerahkan kepada Cessie " Ini ponsel kau pegang, angkat segera sewaktu aku membutuhkanmu. Dan untuk kamarmu pihak hotel menggantinya dengan kamar kelas satu. Apakah tidak di beritahukan oleh mereka?"


"Tidak" Sahutnya sambil menerima ponsel dari Alex. Seketika dia mengingat ponselnya lalu memeriksanya.


Cessie mengerutkan dahinya sambil matanya terpejam.


Pantas tidak mendengar kabar dari hotel jika kamarnya di ganti ternyata ponselku mati kehabisan batre


Ada penyesalan nampak di wajah cessie, jika saja ponselnya tidak mata pasti dia menerima kabar itu dan tidak terjerat dengan pria di depannya.


Alex menjentikkan jarinya di depan wajah cessie yang terlihat melamun.


"Hei...!" panggil Alex


Panggilan Alex membuyarkan lamunanya lalu Cessie kembali sadar.


"Siapa namamu?"


"Cessie" jawab Cessie singkat


"Jika tidak ada urusan lagi, kau pergi ke resepsioni Aku ingin mengganti baju. Apa kau ingin melihatku mengganti baju" Ucap Alex menggoda Cessie


Cessie menggelengkan kepala,dia nampak canggung seketika rona merah di pipinya terlihat.


Bagaimana orang ini bisa berpikiran mesum


Lalu berlari keluar dari kamar itu di balik pintu Cessie menyenderkan badannya sambil menyentuh dadanya. Jantung bedegup kencang, dia mengambil nafas lalu menghembuskannya secara perlahan untuk mengontrol degup jantungnya. Setelah merasa rilex dia melenggang pergi ingin menemui resepsionis hotel.


Sementara Alex tersenyum bahagia mengetahui kulit tubuhnya tidak menimbulkan ruam dan nafasnya tetap teratur, " Akhirnnya aku menemukanmu".

__ADS_1


__ADS_2