
Di dalam bus, mereka terdiam. Tidak ada yang mau memulai percakapan. Cessie menoleh kearah Alex begitupun dengan Alex. Sesaat mereka saling memandang.
Karena cangung mereka memalingkan tatapanya.Tetapi cessie kembali menoleh, dia memperhatikan wajah Alex.
"Dia memiliki proporsi wajah yang bagus, sayangnya playboy" gerutu cessie sambil memperhatikan wajah tampan Alex
Alex sontak melempar tatapan kesal mendengar gerutuannya. Mendapat tatapan tajam, cessie panik lalu memalingkan tatapannya.
"Nanti kalau sudah sampai hotel, kau jangan bilang kalau kau tadi dia naik mobilku. Karena jika orang mendengarmu masuk ke mobilku, itu terdengar sama seperti kau tidur bersamaku." Jelas Alex
"Apa?!"cessie terkejut dengan mata mendelik
"Tentu saja, jika kau beberkan semuanya, kau akan cepat terkenal."
"Apa yang kau pikirkan? Aku punya tempatku sendiri, aku tidak mau masuk jadi haremmu. Aku tidak mau bangun di suatu pagi dan mendapati wajahku terpampang di kalender." Ujar cessie sambir bergidik geli
Alex nampak kebingungan dengan penjelasan cessie "Terpampang di kalender?"
"Menurut internet, infonya kau selalu mengganti pacarmu setiap bulan. Kau bisa membuat kalender dengan menggunakan semua mantanmu. Kau kan pintar main mata dengan wanita, kenapa tidak sekalian saja kau jadi model lensa kontak" ucap cessie mengejek
Alex terkekeh mendengar ejekan cessie "Bukankah itu adalah pujian warganet jaman sekarang? Tapi orang tak dikenal sepertimu, bahkan sekalipukn kau masuk kalender, takkan ada seorangpun yang peduli!" Nyinyir Alex membalas ejekan cessie. Dia tidak ingin kalah.
"Siapa orang yang tidak dikenal?!" Sahut Cessie
"Kau! Kalau bukan kau siapa?!" Tanya Alex
"Namaku cessie laura yang artimya pemberani dan kuat" ujar Cessie yang terpancing emosi dan refleks menyebutkan namanya lengkap beserta arti namanya sekalian.
__ADS_1
Alex bertepuk tangan "Akhirnya. Aku mendapatkan jawaban juga" Alex bertepuk tangan senang bisa mengetahui nama lengkapnya. Sejak tadi dia berusaha menanyakan nama gadis itu tetapi tidak mendapatkannya.
"Kau menipuku!" Cessie emosi menunjuk alex yang bisa bisanya mempermainkan dirinya.
"Terus kenapa?" Pongah Alex "Tidak ada hutang tanpa kreditur, tidak akan ada salah tanpa penghasut. Setidaknya saat aku melihat namamu lain kali, aku bisa menghindarimu."
Cessie mengeram marah. Dia sungguh tidak habis pikir dengan pria di sampingnya. Sebegitu tidak maunya dia berhadapan dengan dirinya.
"Apa kau tahu harapan yang aku inginkan sebelum aku naik bis tadi?"
"Aku tidak tahu !" Sahut cessie masih menahan kesalnya
"Semoga aku tidak akan pernah lagi melihat nama cesie sepanjang sisa hidupnya" Alex beranjak berdiri bersiap turun dari bus
Bus berhenti di halte saat itu juga Alex langsung pergi meninggalkannya sendirian.
Cessie sontak semakin emosi dia membuka jendela bus lalu berteriak " Aku juga tidak mau berhubungan sedikitpun dengan mu ! Teriaknya dengan emosi. Mobil melaju membawa cessie kembali ke hotel.
Alex tersenyum "Kau tidak perlu mengkhawatirkan ini" gumamnya dengan senyum menyeringai. Entah apa yang ada dalm pikiran Alex. Yang terpenting saat ini dia harus segera menghubungi asistennya untuk menjemputnya. Dia berjalan kearah seseorang pedagang yang sedang duduk di sana.
"Hallo, boleh aku meminjam ponselmu sebentar?" Sapa Alex meminta ijin meminjam ponsel kepada orang itu.
Untung saja orang itu mau meminjamkannya. Mungkin pikirnya Alex sedang membutuhkan bantuan untuk menghubungi seseorang. Makanya orang itu memperbolehkan tanpa syarat apapun.
"Baik.ini" sambil menyodorkan ponsel itu kepada Alex.
"Terimakasih" sahutnya
__ADS_1
Alex meraih ponsel itu lalu menghubungi no ponsel asistennya.
Asistennya menjemputnya tak lama kemudian dan jelas penasaran melihat penampilan bosnya dari balik kaca spion di depannya.
"Kenapa?" Tanya Neil
"Jangan bertanya sekarang. Lebih baik carikan hotel terdekat" jawab Alex tidak berminat untuk menceritakan bagaimana dirinya sampai seperti itu.
Dia menyenderkan kepalanya dengan malas lalu sontak dia ingin tahu tentang Siska.
"Bagaiman dengan Siska?"
"Tak lama anda keluar, nona Siska lari keluar dengan penuh emosi sampai kakinya terkilir. Untunglah dia di temukan beberapa rekan universitasnya dan sekarang dia sudah balik ke hotel" ucap Neil melaporkan tentang kondisi Siska lalu dia melirik sebentar dari balik spion memperhatikan reaksi bosnya.
Tapi sepertinya bosnya biasa saja malah terkesan masa bodo tidak ada raut kahwatir di wajahnya layaknya seperti pasangan kekasih. Padahal Siska adalah pacarnya. Neil tentu ingat bagaimana begitu mudahnya bosnya meminta Siska untuk menjadi pacarnya.
"Tapi sekarang, mereka sepertinya sedang mencari gadis lain. Sepertinya yang mereka cari adalah tamu di hotel anda. Sepertinya dia memesan kamar hotel untuk mencari tempat terbaik untuk memandang bintang bagi teman-temannya. Biarpun sikapnya aneh, tapi jelas dia bukan paparazzi." Jelas Neil kembali
Alex kaget dan tampak merasa bersalah mendengarnya. Dia sudah salah menilai gadis itu. Meski sentuhannya tidak berdampak negatif pada dirinya. Dia masih belum begitu percaya dengan orang yang baru dia kenal.
"Hubungi Manager hotel. Aku belum mengatakan ada sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk ditemukan, tapi aku tetap berharap mereka bisa menemukannya" ucap Alex berharap orang orang hotel bisa menemukan suarat yang sempat dia buang.
"Aku mengerti !" Sahut Neil paham.
***
Tinggalkan like, comen dan votenya...
__ADS_1
Dukung Aouthor terus biar tetep semangat 😇😇😇