
"Cessie , ada yang memanggilmu diluar !" Seru mahasiswa pria yang baru masuk kedalam kelas.
Cessie langsung beranjak dan menghampir orang yang memanggilnya.Cessie melihat kekanan kekiri mencari sosok yang memanggilnya. Ternyata orang yang memanggilnya untuk keluar adalah Louis yang sedang berdiri membelakangi.
"Ka Louis." Ujar cessie senang mengetahui orang itu adalah Louis. Dia lalu menghampiri Louis.
"Ka Louis !" Serunya lagi memanggil ulang Louis
Louis membalikan badan.
"Berdandan seperti ini bertentangan dengan keinginanku." Cessie menjelaskan perubahan penampilannya saat ini. Dia tidak ingin Louis berpikir bahawa dirinya ingin mendapatkan perhatian dengan perubahannya seperti teman kelasnya yang menggosipkan dirinya.
"Apakah kau kenal gadis bernama Sela?" Tanya Louis tanpa memperhatikan perubahan cessie padahal cessie sudah menjelaskan alasannya dia berpenampilan seperti sekarang.
"Dia temanku." Seru cessie bahwa nama gadis yang di cari Louis adalah kenalannya.
"Dia mencarimu sebelumnya di ruang perkumpulan catur."
Louis nampak mengingatnya ketikan tiba tiba saja permainan caturnya sudah menang "jadi itu dia." Gumam Louis
"Kenapa dengan dia?" Tanya Cessie
"Dimana dia berada biasanya?" Tanya Louis
"Jika tidak rumah, maka di perpustakaan." Jawab Cessie
Louis mengangguk anggukan kepalanya seraya ingin pergi.
"Kau akan pergi sekarang?" Tanya cessie menarik lengan baju Louis
"Kirim kontaknya ke nomer ponselku nanti." Ucap Louis. Louis baru memperhatikan dengan perubahan penampilan cessie.
"Kenapa rambutmu seperti ini?" Tanyanya sambil menyentuh rambut cessie yang di ikat rapih dan berubah lurus.
Cessie menoleh kearah sisi rambutnya sedikit canggung ketika louis menyentuh rambutnya.
"Kenapa juga kau berpakaian sedikit terbuka seperti ini? Cepat ganti !" Perintah Louis.
"Baik."
"Hapus juga riasanmu."
__ADS_1
Cessie langung berniat menghapus riasannya menggunakan tangannya namun Louis mencekalnya.
"Tunggu sebentar !" Louis mengeluarkan ponselnya lalu memotret cessie yang berpenampilan seperti itu.
Ckrek
"Aku akan menyimpan foto ini. Jangan lakukan riasan ini lagi."ujar Louis mengingatkan cessie agar tidak memakai riasan yang menurutnya berlebihan.
"Setidaknya jangan di depanku. Mengerti?"
"Aku mengerti." Sahut cessie. Louis bernjak pergi.
Cessie tersenyum senang. Ternyata Louis peduli padanya sampai sampai mengomentari penampilannya.
Sepulangnya dari kampus cessie di jemput oleh Neil. Dia di bawa kerestoran untuk makan siang bersama Alex.
Di meja makan cessie terlihat cemberut menatap makanan yang di sajikan untuknya. Bagaimana bisa dia hanya memakan sayuran sementara Alex memakan daging.
Cessie mengambil potongan sayuran dari piring dengan wajah tertekuk dan bibir sedikit maju seraya melirik iri dengan makanan yang di makan Alex.
"Kenapa? Apakah itu tidak sesuai seleramu?" Tanya Alex sambil mengunyah potongan daging di mulutnya.
"Ini tidak sesuai dengan seleraku. Kau memakan daging sementara aku hanya memakan sayuaran." Keluh cessie
itu tugas yang mudah? Semalam kau hampir tidak lulus. Kalau bukan karena aku menyuruh penjahit untuk memperbaiki gaun itu, apa kau pikir kau akan muat memakai gaun merah itu?"
"Yah, aku memang seonggok kayu yang tidak bisa dipoles. Aku sudah menyusahkanmu. Aku tidak pernah berpikir untuk menyenangkanmu."
"Kau bilang apa?" Tanya Alex
"Kubilang... mulai sekarang aku akan mendedikasikan seluruh energiku untuk memenuhi standarmu biarpun aku harus kelaparan sampai mati." Ujar cessie sambil pasang senyum manis palsu.
"Hmmm. Kedepannya kau bukan hanya di panggil saat acara formal saja tapi juga di waktu senggangmu."
Cessie ingin protes bagai mana bisa di waktu senggangnya juga harus berada di sisi Alex kapan waktu untuk dirinya.
"Kenapa?apakah kau tidak mau?" Alex memotong ucapan cessie yang sepertinya ingin protes
"Tidak. Tidak sama sekali. Yang penting kau senang." Cessie mengurungkan niatnya untuk protes. Dia terpaksa mengiyakan perintah Alex seraya memasang senyum palsu.
Selama beberapa hari cessie terus menemani Alex dalam berbagai acara. Dari pertemuan formal, menghadiri pesta, mengunjungi galeri, menonton bioskop bahkan sekedar menemani Alex makan. Dan selama itu pula cessie merana,hanya boleh makan sayuran. Setiap kali dia ingin mengambil daging ,Alex dengan garang tidak memperbolehkannya.
__ADS_1
Setiap kali datang kekampus, cessie menjadi pusat perhatian mahasiswa yang melihat penampilan cessie yang tidak seperti biasanya. Bagaimana tidak cessie berubah menjadi gadis feminim dengan barang barang berended yang melekat pada dirinya. Dari ujung kepala sampai ujung kaki adalah barang mewah yang diberikan Alex dalam menujuang penampilan cessie sebagai orang yang disisinya.
Setiap kali selesai menjalankan tugasnya, cessie menandainya di kalender. Tidak terasa sudah dua minggu dia menjalani pekerjaan ini.
Hari itu cessie bertemu dengan teman teman seasramanya sebelum tinggal bersama Tasya dan Sela. Mereka menatap iri kepada cessie.
"Bukankah kau istri bos EG rain, cessie?" Sindir seorang gadis yang seumuran dengan cessie
Cessie acuh tak menaggapi sindiran mereka, dia berniat ingin pergi namun di cegah oleh mereka.
"Jadi sekarang kau sudah menikah dengan orang kaya?sampai kau tak kenal teman sekelasmu." Ujar gadis berambut panjang yang mencegat cessie.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya cessie dengan tatapan tidak suka mengarah ke mereka.
"Tidak banyak. Hanya ingin mengobrol saja." Seru gadis berambut pirang.
Lalu gadis berambut panjang menyentuh baju cessie "Bukankah ini baju mahal. Aku ingat pernah melihatnya di situs barang brended. Aku pikir ini kolek terbaru tahun ini. Berapa harganya?apa ini asli?"
"Mengapa kau tanyakan. Pacarnya adalah bos EG rain. Bagaimana mungkin dia memakai pakain murah seperti kita." Mereka terus menyindir cessie dan memojokannya. Mereka iri dengan vessie yang bisa memakai pakain berended.
Sementara cessie tetap acuh tidak menghiraukan mereka. Jelas jelas mereka iri dengan dirinya meski sindiran mereka sebenarnya membuat dirinya tidak nyaman. Seakan akan mereka menganggap dirinya memdekati Alex karena kekayaanya. Mereka tidak tahu yang sebenarnya.
"Kalian sudah selesai?kalau sudah selesai, aku pergi." Cessie berniat pergi namun gadis bernbut panjang dengan sengaja menumpahkan minumannya ke baju cessie
"Lihat,kau sengaja menabrakku. Ini pasti sulit mencucinya." Seru gadis berambut panjang tanpa meras bersalah sedikitpun.
Cessie meras kesal dengan tingkah kurang ajar mereka dengan sengaja menumpahkan minumannya.
"Siapa bilang aku akan mencucinya. Sebenarnya aku tidak suka dengan pakain ini. Terimakasih sudah memberikanku alasan untuk membuangnya." Cessie membalas sindirin mereka dengan telak.
Cessie melenggang pergi meninggalkan mereka yang ternganga.Bagaimana bisa cessie membuang pakain berended itu begitu saja hanya karena tertumpah minuman tentu itu hanya sebuah alasan untuk membungkam mereka.
Sebuah mobil mewah melaju kearah Cessie. Kaca mobil diturunkan dan muncul sosok Alex.
GadisĀ gadis yang menghina cessie terlihat cemas begitu tahu orang yang muncul dari mobil mewah itu. Mereka takut nyinyirannya terdengar oleh Alex. Mereka tidak ingin berurusan dengan pemilik kampus tempat mereka kuliah.
"Kenapa dengan pakainmu?" Tanya Alex heran ketika melihat pakain yang dikenakan cessie terkena noda.
"Ini bukan apa apa." Seru cessie dengan baik hati tidak memgadukan perbuatan gadi gadis itu lalu berjalan kearah mobil sebelum masuk dia menatap tajam kearah gadis gadis itu.
"Apakah dia beranggapan sudah menjadi phoenix sekarang? Sampai menunjukan semua orang."
__ADS_1
"Dasar sampah tetap aja sampah." Timpal gadis berambut pirang dengan ketus menyindir cessie.
Alex mendengar nyinyiran mereka dan bisa menduga apa yang telah terjadi seblum dia sampai. Dia hanya menatap acuh para gadis lalu melajukan mobilnya.