
Cessie melihat Louisa sedang fokus bermain catur online. Cessie tampak ragu untuk mendekat. Apa lagi dia teringat dengan ucapan dari Alex benar benar membuatnya sedih.
Aku ingin lihat pria mana yang mau menikahi wanita yang banyak hutang.
Sela yang baru tiba saat itu dan langsung mencolek bahu cessie.
"Aarghhhh." Pekik cessie terkejut lalu membalikan badannya ingin tahu siapa yang membuatnya terkejut.
Louis sontak menoleh ketika mendengar suara teriakan.
"Kau mengagetkanku." Gerutu cessie di depan Sela seraya mengusap usap dadanya yang berdebar efek terkejut.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Sela
"Sisi !" Louis memanggil
Cessie menoleh kearah Louis. Louis berjalan mendekat kearah cessie "Apa ada masalah?" Tanyanya penuh perhatian
"apa terjadi sesuatu?"
"Tidak ada, aku hanya datang untuk menemuimu." Sahut Cessie ikut berjalan menghampiri Louis
"Aku tidak percaya, kalau memang kau datang kemari benar-benar untuk itu, jika begitu seharusnya kau masuk sedari tadi. Tapi kau malah berdiri di depan pintu selama 10 menit tadi. Kau pasti ada masalah, kan? Katakan saja apa yang mau kau bicarakan?" Tanya Louis
Cessie hanya memandang Louis dengan tatapan kagum. Sungguh Louis bisa memahami dirinya. Setiap kali dia tertimpa masalah, Louis bisa menyadari itu tanpa dia harus mengatakannya.
Ketika mereka berbicara, Sela langsung masuk keruang itu. Dia melihat keseliling ruangan itu. Tepat saat dia lewat mejanya Louis dan langsung tertarik melihat permainan catur online yang ditinggalkannya. Dia langsung saja duduk lalu melanjutkan permainan itu.
Louis mengeluarkam dompet di saku celannya lalu menyerahkan Atm kepada cessie. " Ambil ini ! Pasti pihak kampus memintamu untuk membayar kuliah. Dan ini akhir bulan, pasti kau tidak memiliki uang simpanan.Isi kartu ini tidak banyak, tapi cukup lah untuk membayar biaya yang penting. "
Cessie yang mendengar itu merasa tak enak, lalu dia mengembalikam Atm itu ketangan Louis.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak bisa meminta uangmu." Tolak Cessie
"Aku hanya ingin membantumu. Bagaimanapun aku kakakmu?" Jelas Louis sambil menyerahkan kembali Atm itu ketangan Cessie.
"Aku tidak mau !"Cessie sedikit tersinggung dengan ucapan Louis lalu dia mengembalikan lagi Atm itu ketangan Louis dan langsung pergi dengan wajah kesal.
"Sisi !" Panggil Louis heran dengan sikap Cessie. Dia bingung apa niatannya membuat cessie tersinggung. Padahal dia hanya ingin menolongnya sebagai teman yang sudah menggap cessie seperti adiknya.
Melihat cessie keluar dengan wajah kesal Sela jadi salah paham. Dia beranjak dan berjalan begitu berpapasan deng Louis dia langsung menatapnya dengan tajam kemudian menyusul Cessie.
Louis bingung yang mendapat tatapan tajam dari orang yang tidak di kenalnya.
"Kenapa aku di tatap seperti itu?" Gumamnya. Lalu dia berjalan kearah mejanya berniat melanjutkan permainan caturnya. Namun dia dibuat terkejut dengan permainan caturnya yang tiba tiba saja sudah selsai dan di nyatakan menang.
"Aku menang?" Sambil menatap layar leptopnya untuk memastikan penglihatannya. Lalu menoleh kearah lain mencari siapa yang sudah memainkan caturnya.
"Padahal aku meninggalkannya tidak kurang dari lima menit. Bagaimana dia melakukannya?" Gumam Louis sekaligus kagum dengan kemampuam orang yang sudah menyelesaikan permainan catur di leptopnya.
Cessie menoleh "Aku tida apa. Aku hanya teringat sesuatu." Sangkal cessie. Lalu dia melihat jam tangannya "Aku belum beli bahan makanan. Kau pergi belanja dulu?" Cessie bergegas pergi menghindari pertanya berlanjut dari temannya.
Sela hanya menghela nafas atas keprrgian cessie."Padahal ada yang ingin aku tanyakan." Gumamnya
***
Dengan langkah gontai Vincent keluar dari gedung itu. Entah kemana dia harus tinggal untuk malam ini. Dia tidak mungkin terus menerus bergantung pada Bela meski Bela sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri.
Vincent terus berjalan sambil menggeret kopernya. Ketika berjalan dia melihat taman bermain, vincent lalu masuk kedalam sana dengan harapan hatinya bisa sedikit terhibur ketika melihat anak anak bermain di sana. Taman bermain Itu mengingatkan ketika dia tinggal di panti asuhan.
Vincent duduk berjongkok sambil menopang dagu di atas kedua tangannya yang terlipat di lutut. Kepalanya tertunduk menatap kebawah kaki.
Dalam perjalanan pulang melewati sebuah taman bermain, entah kenapa cessie tiba-tiba melihat bayangan masa remajanya yang sedang dikejar-kejar rentenir. Mungkin efek dari ucapan Alex tentang hutangnya mempengaruhi alam bawah sadarnya.
__ADS_1
Cessie mengejar bayangan masa remajanya itu, sampai kedalam taman bermain. Ketika sampai dalam,bayangan itu hilang. Cessie melihat keseliling taman tapi tidak menemukannya, dia malah menemukan Vincent sedang duduk berjongkon dengan mmtampang menyedihkan.
"Vincent. Sedang apa kau di sini?" Tanya Cessie
Vincent mengangkat kepalanya menatap cessie.
"Kau meninggalkan rumah?
"Tidak!" ElakVincent panik melihat Cessie.
"Kau di usir oleh pemilik gedung?"
"Bukan urusanmu !" Sahut Vincent ketus sekaligus panik.Dia berniat pergi untuk menghindari cessie.
Dengan sigap cessie menarik lengan vincent "Kau mau kemana? Pergi ketaman atau pergi kejembatan? Apa kau punya tempat tujuan?Tidak kan?" Tanya cessie beruntun.Dia bisa menduga vincent tidak memiliki tempat tujuan lain. Kalau vincent punya tempat tujuan tentunya tidak akan pergi ketaman sambil membawa koper.
"Jika aku tidak menemukanmu. Apa kau akan tonggal dan bermalam di sini?"
Vincent hanya diam tidak bisa menjawabnya. Benar dengan ucapan cessie dia tidak punya tujuan.
"Sejak kapan kau di sini?Apa kau sudah makan?" Tanya cessie ada nada khawatir di kalimatnya.
"Sudah." Sahut vincent tapi ternyata perutnya tidak sesuai dengan ucapannya.
Perutnya mendadak mengkhianatinya dengan berbunyi nyaring.
Cessie hanya mendesis ketika mendengar suara perut yang lapar.
"Ikut aku !" Cessie merai tangan Vincent
"Kemana?"Tanya Vincent menahan tangannya ketika di tarik Cessie.
__ADS_1
"Kemana lagi? Kerumah. Isi perutmu dulu." Jawab Cessie dengan menampilkan senyum manisnya. Lalu dia mengajak Vincent pulang kerumah. Vincent menuruti dan mengikuti ajakan Cessie. Tidak ada salahnya dia menerima bantuan cessie.