
Cessie pergi ke toserba dengan menaiki sepeda yang ia sewa. Dia mengayuh sepeda dengan santai sambil menimatai pemandangan sekitar.
"Namanya orang kaya, dia menggunakan uang seanaknya. Uang sebanyak itu cukup untuk persedianku beberapa bulan, tapi dia menggunakannya hanya untuk membeli k*nd*m. Sayang sekali" gerutunya menyayangkan
"Lagi pula si Alex aneh, mengapa dia melepaskan tanggung jawabnya. Dia seperti orang yang tidak bermoral" umpatnya mengomentari sikap Alex terhadap pacarnya
Karena terus mengumpat, cessie tidak memperhatikan jalanan yang ada batunya. Dia ingin menghindar namun terlambat roda sepedanya tergelincir jatuh kerah samping jalan. Dia mengenai lumpur yang sehingga menempel ke tangan dan mengotori pakaiannya.
"Huuuh...huuuh...huuuh" isaknya merasakan sakit di sekujur tubuhnya jatuh dari sepeda. Lalu dia mencoba bangkit berdiri meski rasa sakit dideranya.
Di tidak bisa mengayuh sepeda karena kakinya sepertinya luka. Dia mendorongnya sampai ke toserba.
Sampai di dalam toserba dia mencari barang yang ingin dibeli, tetapi dia tidak menemukan satupun di sana.
"Anda mencari apa nona?" Tanya Kasir
Cessie merasa canggung ingin mengatakan maksudnya.
"Mencari itu...?!"
"Yang biasa di letakan didekat dikasir, yang bisa dibawa dan digunakan kapanpun, kotak kecil kecil" ujar cessie canggung dengan suara rendah takut terdengar orang lain
Sang kasir nampak bingung dengan penuturan gadis di depannya. Dia mencoba berpikir barang apa yang di maksud gadis itu.
"Permen karet?" Tanya Kasir
"Oooh..?! Sejenis itu, tapi tidak untuk dimakan. Tepatnya itu digunakan untuk pria. Bisa besar, bisa kecil" masih dengan suara rendah
"Biasanya diletakan di rak dekat kasir" sambil menunjuk rak kosong dekat kasir
Sang kasir baru paham maksud dari penuturan gadis itu.
"Oooh, alat kontrasepsi?" Ucap kasir
"Ya benar. Tapi kenapa di sini kosong?" sahut Cessie lega sang kasir paham maksudnya lalu menanyakan ketersedian barang itu
"Tadi ada orang yang menelepon dan memborong semua barang itu" jawab kasir
"Siapa?" Tanya cessie dengan nada kecewa
"Setahuku, barang itu sudah habis di semua toko 10 km dari sini" jawab Kasir
"Aaah, Mereka merayakan hari kasih sayang. Aku juga ingin merayakan. Siapa yang sedang menentangku?sampai aku sesial ini" gerutunya terisak sedih sambil berjongkok
"Nona, tak usah khawatir. Kami masih ada stok persedian" ujar kasir
Seketika cessie mendongakan kepalanya
"Benarkah?" Lalu dia beranjak berdiri
"Benar" sahut kasir meyakinkan
"Aku mau !" Jawab cessie dengan wajah berbinar
__ADS_1
"Kalai begitu saya ambilkan dulu" ujar kasir
"Terimakasih" ucap nya
"Baik" sahut kasir beranjak pergi mengambil barang yang di maksud
Ponsel cessie berdering terlihat panggilan dari Alex. Lalu dia keluar dari toserba untuk mengangkat panggilan.
"Halo"
"Dimana kau?" Tanya Alex pura pura tidak tahu, padahal sebenarnya dia sudah tahu pergi kemana cessie. Karean dia sempat mendengar percakapannya dengan Siska
"Toserba di kaki gunung" jawab cessie
"Cukup jauhkan? Sepeda kesana juga butuh setengah jam" ujar Alex
"Benar sangat jauh" sahut cesaie
"Jadi kamu tidak perlu kembali lagi" ucap Alex datar
"Apa maksudnya?" Tanya cessie bingung
"Kenapa kau begitu jauh tapi masih bisa membuat masalah?" Tanya Alex penuh maksud
"Apa yang aku lakukan?" Tanya cessie masih bingung. Kesalahan apa yang ia perbuat "Ini karena pacarmu"
" Apa aku minta bantuanmu? Apa kau tahu masalah sebesar apa yang kau perbuat? Tanya Alex beruntun
"Tapi pacar kau bilang !?"ucap cessie terpotong
"Apa yang sedang kalian lakukan?"
"Kau tidak perlu tahu, Aku akan menyuruh orang membereskan barangmu dan mengantarkannya kepadamu sekarang sekaligus aku beri konpensasi sebagai ganti rugi"
"Itu... apa kau bisa mengatakannya sekali lagi? Aku takut salah dengan. Sinyalnya kurang bagus" Tanya cessie tidak mendengar ucapan Alex tadi karena terputus putus
"Benar, kau di usir dari hotel ini"
"Aaah" cessie terkejut mendengar dia cek out secara paksa.Cessie jelas kesal.
Sang kasir keluar dari toko sambil membawa barang pesanan cessie.
"Nona ini barang pesanan anda" sambil menyerahkan barang itu yang sudah di bukungkus rapih
Dia menyerahkan lembaran uang kepada kasir dan mengambil barang itu. Dia masukan barang itu ke keranjang sepeda dengan kasar.
Sementara di hotel, Alex sengaja menemui Siska.
"Aku akan kembali" ucap Alex
"Apa ?! Kau akan kembali?" Tanya Siska melangkah mendekati Alex tapi Alex melangkah mundur
"Perusahaan menghubungiku. Ada urusan mendesak. Aku harus segera mengurusnya" ujar Alex memberi alasan
__ADS_1
"Suruh saja asistenmu yang pergi. Bukankah kau sudah janji untuk merayakan hari valntine berasamaku" bujuk Siska tersenyum merayu
Siska berusaha mendekatinya, tapi Alex spontan mundur.
"Kamar ini bisa kau gunakan. Kau boleh tinggal sampai kapanpun. Kau juga bisa mengajak temanmu untuk berpesta disini. Aku akan menyiapkan mobil" ujar Alex menegaskan Siska bisa menggunakan fasilats hotelnya sepuasnya
Siska mengerucutkan bibirnya nampak sedikit kecewa karena tidak bisa merayakan valentine bersama Alex.
"Lalu, kapan kita akan bertemu lagi?" Tanya Siska
"Tidak akan ada lain kali." Sahut Alex tegas
"Maksudnya apa? Kau membawaku kemari, apa kau berencana meninggalkanku seorang diri saat kita sudah sampai ke titik ini?"
Alex berjalan kerah kasur lalu duduk disana.
"Aku tidak meninggalkanmu di sini. Aku memutuskanmu! Oh ya, sebenarnya kita tidak termasuk pacaran. Kamu begitu menjaga diri adalah hal yang benar" Alex mengambil nafas lalu menatap Siska "Aku tidak bisa lebih jauh lagi denganmu"
"Kenapa? Bukankah kita tadi baik baik saja. Kau mengajak berlibur, memberikanku hadiah. Selanjutnya bukankah kita melakukan...?!" Ujar Siska ragu dan malu mengatakan hal itu
"Apa aku melakukan kesalahn?" Tanyanya lagi sambil mencoba mendekati Alex
Tapi Alex segera menghindar bangkit dari duduknya menjauh dari Siska. Dia enggan untuk berdekatan dengannya.
Siska kecewa dengan tingkah Alex menghindari dirinya.
"Kamu tidak salah.Aku yang salah mengenal orang. Saat itu yang menolongku membawaku kerumah sakit. Bukan kau kan?" Tanya Alex
Siska tercengang kebohongannya sudah di ketahui Alex.
"Aku bisa menjelaskannya" ujar Siska meminta kesempatan Alex untuk mendengarkannya
Alex memberikan kesempatan Siska menjelaskannya. Dia kembali duduk di sofa sambil melipatka kedua tangannya di dada.
"Aku bukan sengaja ingin berpura pura. Hari itu aku mencoba menghubungimu dan mendapat kabar bahwa kau di rumah sakit. Aku segera kesana ingin melihat kondisimu. Aku berharap itu tidak mempengaruhi hubungan kita. Aku hanya terlambat satu langkah saja" ujar Siska menjelaskan tanpa melihat Alex yang secara perlahan lahan pergi meninggalkannya keluar melalu pintu balkon.
"Kalau saja waktu itu aku yang disana, tentua aku yang akan menolongmu" ujarnya lagi lalu menoleh kesamping todak menemukan Alex di sana. Dia melihat kearah balkon dan melihat Alex sedang memanjat pembatas balkon.
"Alexander" teriaknya beranjak pergi kerah balkon
"Alex" panggilnya lagi sambil melihat kebawah melihat Alex yang sudah berada di bawah.
Alex menengadahkan kepalanya melihat ke arah Siska yang sedang berdiri menatapnya dari atas balkon.
"Aku tidak tertarik dengan cerita tujuanmu. Ternyata aku salah orang. Hatiku juga meras tidak enak. Sebelum aku menagtakan hal yang tidak enak, lebih baik kita berpisah secara baik baik"
"Kau mencapakku ! Apa tidak takut dengan karma?" Umpat Siska kesal
"Karma?" Alex mencibir "kamu bukan orang pertama yang aku campakan. Meskipun ada karma,kau harus antri" jawab Alex lalu pergi dari sana
Siska marah dirinya di campakam begitu saja oleh Alex dia menginjak injakan kakinya melampiaskan kekesalannya terhadap Alex.
***
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, comen kalau bisa votenya..
Author butuh dukungan dari kalian 😇😇😇😇