PRESDIR PEMAKSA

PRESDIR PEMAKSA
BAB 24


__ADS_3

Cessie merasa senang mendapatkam cat warana yang diinginkannya terlebih itu secara gratis. Saking antusiasnya, cessie membuka penutup cat itu terlalu keras dan kontan saja isinya tumpah mengenai pakaiannya yang berwarna putih.


"Aah, kenapa aku bodoh sekali !" Gerutunya mengomentari tingkahnya.


Cessie akhirnya kembali kekampus dengan pakaian yang terkena cat. Sangat di sayangkan baginya,cat nya terbuang sia sia dan mengotori baju.


"Habislah aku ! Apa yang harus aku lakukan?Catnya tidak bisa di bersihkan" gerutu cesie sambil terus mencoba membersihkan noda cat di bajunya. Tapi sayangnya noda cat itu tetap tidak bisa hilang.


Tiba tiba cessie teringat dengan Farel. Dia punya ide meminta bantuan Farel untuk melukis bajunya yang terkena cat. Farel sangat pandai dalam lukisan air. Baru di pikirkan ternyata Farel muncul di depannya.


"Cessie !" Sapa Farel


Seketika cessie menoleh " Farel ! Kebetulan kau datang, aku ingin meminta bantuanmu" ucap Cessie


"Apa itu?" Sahut Farel penasaran


"Kudengar, kau pandai dalam lukisan air"ucao cessie mengorek kebenaran dari informasi yang ia dapat


"Sebenarnya aku lebih suka lukisan cat minyak" sanggah Farel sambil menatap kearah baju putih cessie yang terkena noda cat


"Ada apa dengan bajumu?" Tanya Farel heran


Cessie melihat kebawah kearah bajunya sambil memasukan tangan ke saku bajunya lalu menatap kembali kearah Farel.

__ADS_1


"Sebenarnya, aku tidak sengaja menumpahkan cat. Dan ini tidak bisa di bersihkan" ucapnya dengan wajah murung


"Kalau begitu buang saja ! Lalu beli lagi" sahut Farel


"Tidak bisa ! Kalau aku punya uang, lebih baik aku belikan alat lukis"


"Baiklah ! Kau butuh bantuan apa?" Tanya Farel yang pada akhirnya ingin membantunya. Dia paham maksud dari ucapan cessie.


Seketika wajah cessie berbinar, farel mau membantunya.


"Bisakah kau tambahkan goresan di lukisanku?" Tanya cessie nampak ragu. Takut Farel tidak mau membantunya begitu mengetahui apa yang dia butuhkan.


"Baiklah. Di mana?" Sahut Farel menanyakan dimana dia harus menambakan goresan pada lukisan cessie.


"Tidak mungkin "Farel menggelengkan kepalanya. Dia juga nampak ragu jika harus melukis langsung di baju yang sedang dikenakan cessie.


"Tolong bantu aku mewarnainya ! Tolong Lukis dengan cantik" Ucap cessie tidak menyerah membujuk Farel sambil menarik tangan farel kearah meja tempat peralatan lukis. Cessie langsung menyerahkan kuas lukis kepada Farel.


"Baiklah !"Meski enggan pada akhirnya farel menuruti kemauan cessie. Sesaat dia menatap cessie yang terlihat gugup.


"Kau melihatku seperti itu. Bagaimana aku bisa lakukan" ucap Farel


Cessie merasa canggung bertatapan dengan dengan Farel.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan melihat" cessie memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya kearah lain.


Farel menarik nafas dalam sambil memikirkan apa yang akan di lukis di bajunya cessie. Tak berselang lama akhirnya dia langsung melukis di baju cessie.


Pada saat yang bersamaan Tasya mendatangi fakultas seni bersama seorang kameramen.


" Senior, kita sudah banyak projek mengenai gadis cantik. Kenapa kita harus mewawancarai jurusan seni?" Tanya pria kameramen sambil mengambil gambar Tasya yang sedang berjalan kearah ruangan seni.


"Akan aku kenalkan dengan gadis cantik dari jurusan seni rupa" sahut Tasya dengan wajah cantiknya dibuat sebagus mungkin untuk mendapatkan hasil vidio yang bagus.


"Jurusan seni rupa? "Ucap pria kameramen keheranan. Kebanyakan anak seni rupa adalah pria. Kalupun ada wanita kebnyakan bergaya urakan.


"Bukankah kita mewawancarai jurusan seni rupa seperti kembali k zaman dulu" ejek pria kameramaen


Tasya memutar bola mata malas " itu sebelum ada perubahan. Aku akan tunjukan padamu yang disebut kecantikan alami" sambil terus berjalan kearah ruang seni. Tapi setibanya di sana, tasya melihat cessie dan farel dengan posisi yang membuat orang lain salah paham.


Seketika dia berbalik arah "jangan merekam !" Cegahnya menahan kameramen agar tidak masuk."Kita tunda saja !" Ucap Tasya mendorong keluar pria kameramen.


***


Terimakasih yang sudah mendukung karya recehku ini. Dukung terus Author ya...


Tinggalkan like, comen dan votenya...😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2