
Tepat saat cessie keluar, dia mendengar nama Alexander di sebut oleh kedua pria asing bertampang seperti preman.
"Sudah ketemu si Alexander?" Tanya seorang pria berkepala botak bertampang preman sambil membawa tongkat di bahunya
"Cepat temukan dia ! Dia menyewa semua tempat hari ini. Ini pestanya dia" ujar pria satunya yang tak kalah garang dari tampilannya.
"Alexander sungguh murah hati. Jika bukan dia sebagai target kita, sungguh sangat bagus jika dia jadi klien kita"
"Dalam mimpimu. Cepat selesaikan tugas kita" sahut pria berwajah garang
"Baiklah.aku akan menarik perhatian semua orang sementara kau menghadapi si Alexander" sahut pria berkepala botak
Dua preman itu lalu masuk ke bar tanpa tahu bahwa ada yang menguping pembicaraan mereka di balik tembok. Ternyata sejak tadi cessie berdiam diri sambil menguping. Dia sedikit curiga begitu terdengar nama Alexander di sebut sebut. Maka dia memutuskan untuk bersembunyi sambil menguping.
"Ternyata dua orang tadi ingin menghajar Alex !" Cessie terlihat cemas, dia bergegas menghampiri Alex mumpung kedua preman tadi salah mengambil arah.
Sementara di dalam bar, Alex masih duduk sendiri lalu memanggil Manager Shen yang tak jauh dari sana.
"Tuan Alex, ada apa?" Tanya Manager Shen
"Pelayan yang mengantar minuman. Apa dia baru?"Alex bertanya balik
Manger Shen mengerutkan keningnya sambil mengingat ingat siapa yang tadi mengantarakan minuman ke meja Alex.
"Oh dia, namanya Sisi. Dia menggantikan temannya hari ini. Ini pertama kalinya untuk dia" jawab Manager Shen.
"Pertama kali. Namanya Sisi." Gumam Alex sambil tersenyum samar
"Tuan Alex, apa kau mengenalnya?"
Manager Shen menyadari Alex bergumam sambil tersenyum ketika menyebut nama Sisi.Mungkin Sisi orang yang di kenal Alex.
"Aku tidak menyangka kami akan bertemu lagi secepat ini. Dan di tempat seperti ini.Aku menunggu tanpa alasan"
"Sepertinya tuan Alex dan dia memilik takdir. Apa anda ingin aku memanggilnya untu menemani anda minum?" Manaher Shen menawarkan memanggil Sisi untuk menemaninya minum.
"Tidak perlu. Dengan sikapnya, kalau dia datang, dia tidak akan sopan kepadaku" sahut Alex mengenali sikap cessie jika berhadapan dengannya .
__ADS_1
Baru saja cessie di bicarakan oleh Alex dan Manger Shen. Tiba tiba cessie muncul di hadapan Alex dengan wajah cemas.
"Alex, cepat kau ikut denganku !" Ujar Cessie cemas sambil menarik tangan Alex tanpa segan. Alex keheranan dengan sikap cessie. Tapi kedua preman mendadak muncul di hadapan mereka. Kedua preman menghancurkan gelas dan botol minuman di meja menggunakan tongkat yang dibawanya sambil berteriak.
"Diamlah !" Teriak preman berkepala plontos sambil mengacungkan tongkatnya kedepan Alex
"Pria yang bernama Alexander tetap tinggal. Sisanya kalian boleh pergi !" Perintah preman agar yang lain meninggalkan bar kecuali Alex
"Pergi ! Pergi !" Usir preman berwajah garang kepada semua orang.
Semua orang yang berada di bar membubarkan diri lalu pergi. Sememtara Manger Shen terlihat kebingungan.
"Ada apa ini sebenarnya?" Tanya Manger Shen
"Pergi !" Sahut Preman berwajah garang tidak menjawab pertanyaan Manager Shen malah menodongkan tongkatnya ke wajah Manager Shen. Karena merasa ketakutan dan tidak ingin babak belur pada akhirnya Manager Shen pergi dari sana terlebih dahulu.Dia akan mencari pihak keamanan.
Sementara Alex santai tidak terpengaruh dengan gertakan dari kedua preman itu. Begitupun dengan cessie dia tidak beranjak dari sana.
"Mau apa kalian mencariku?" Tanya Alex Santai tidak ada rasa takut dari wakahnya
"Omong kosong! Mereka mau menghajarmu. Masa mereka mau mengundangmu makan bersama?" Ketus Cessie kesal dengan sikap santai Alex. Yang lain ketakutan. Dia malah santai tak bergeming
"Apa yang dikatakan si cantik ini memang benar, kami datang atas perintah seseorang, jadi kau jangan menyalahkan kami. Lagi pula ini salah mu sendiri, kau terlalu populer dan punya banyak musuh"
"Kau pilih saja, mau melawan atau pasrah saja? Lebih cepat dilakukan lebih baik. Lagi pula rumah sakit dekat. Kami sebenarnya sudah dibayar, tapi kalau kau tidak mau disakiti, kau bisa memberi kami bayaran yang jumlahnya dua kali lipat"
Alex santai sambil tersenyum devil menanggapi ocehan kedua preman di depannya lalu dia beranjak berdiri dengan gaya coolnya.
"Apa kalian sudah selesai bicaranya? Aku tidak banyak waktu mendengar ocehan kalian!" Alex langsung menendang preman berwajah garang sampai terjungkal jauh kebelakang.
Dia mengambil botol minuman di meja lalu memukul kepreman satunya yang berkepala polontos.
Pyarrrr
Pecahan botol yang dipukul berceceran di lantai dan darah mengalir dari kepala plontos preman itu.
Mereka saling baku hantam tanpa ada yang mengalah. Awalnya Alex mampu mengalahkan mereka berdua tapi pada akhirnya dia kalah jumlah.Preman berwajah garang terus menyikut dan memukul Alex berulang kali tanpa ampun.
__ADS_1
Alex hampir kewalahan menghadapi kedua preman.
Cessie yang melihat itu nampak cemas apalagi dia menyadari preman berkepala plontos bersiap untuk menghantam Alex dengan tongkatnya, dia pun segera bertindak untuk menyelamatkan Alex. Dia melempar si preman berkepala plontos. Preman berkepala plontos bersiap menyerang balik dengan tongkat namun sebelum mengenai dirinya, cessie lebih dulu menendang selangkangannya dan merebut tongkatnya lalu mematahkan tongkat itu dengan mudah.
Preman kepala plontos ternganga melihat begitu kuatnya gadis didepannya mematahkan tongkat bisbol dengan mudahnya.
Saat cessie melihat ke preman berwajah garang akan mengayunkan tongkatnya ke Alex, Cessie sontak menggunakan tangannya untuk melindunginya sehingga pukulan itu mengenai sikunya.
Bught
"Aaaah...!!!" Teriak cessie kesakitan sekaligus kehilangan keseimbangan.
Cessie kehilangan keseimbangan dan jatuh ke atas Alex di sofa.
"Berhenti !" Halau Manger Shen membawa skurity untuk mengamankan pelaku.
"Cepat tangkap mereka !" Teriak Manger Shen
Beberapa skurity bergegas mengejar pelaku.
"Tuan Alex kau tidak apa?" Tanya Manager Shen menghampiri Alex
Alex tidak mengidahkan pertanyaan Manager Shen. Dia terlihat cemas dengan kondisi cessie. Dia bisa melihat rauk kesakitan di wajah cessie. Tangannya terluka untuk menyelamatkan dirinya.
"Kau tidak apa apa?" Tanya Alex cemas
"Aku tidak apa" sahut cessie lalu dia hendak beranjak berdiri namun tidak bisa.
"Aaahh. Sakit sekali" keluh cessie sambil memegang kakinya yang terasa sakit
"Bawa kerumah sakit !" Ujar Manager Shen.
Alex langsung menggendong cessie dan membawanya langsung kerumah sakit.
***
Dukung terus author ya...
__ADS_1
Beri like comen dan votenya...😇😇😇