Putra & Putri

Putra & Putri
Lelaki Berjaket Biru Misterius


__ADS_3

Hari ini hari kamis. Waktu cepat sekali berlalu. Tidak terasa sebentar lagi aku harus segera memutuskan pilihanku. Siapa lelaki yang hendak aku pilih. Aku belum bisa memutuskan karena aku masih ingin lebih jauh mengenal mereka berdua. Terutama Reyhan. Karena aku tidak mengetahui apapun tentang dia. Kalau Putra, karena aku mengenalnya sejak kecil, aku merasa aku sudah cukup mengenalnya. Tetapi sejak insiden yang terjadi kemarin saat aku mengetahui Putra telah punya pacar sebelum aku. Hatiku mulai ragu. Ternyata aku belum sepenuhnya mengenal dirinya. Perasaanku seperti awan mendung di langit biru. Antara akan menjadi hujan atau tidak.


Sekarang sudah waktunya pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 16.30. Sebelum pulang ke rumah, aku hendak pergi membeli bakpau di tempat biasa aku beli. Di simpang jalan dekat TK Tunas Harapan, TK aku bersekolah dulu.


"Halo Putri, hari ini mau beli bakpau lagi?" tanya bang Yoyon sang penjual bakpau itu


"Iya bang, kayak biasanya ya. Kacang hijau sama coklat." kataku


"Ini. kamu suka sekali bakpau ya?" tanya bang Yoyon


"Iya dong, apalagi bakpau bang Yoyon . Pokoknya top banget rasanya," kataku sambil menunjukan jempol pada bang Yoyon


"Kamu lucu banget sih, abang jadi inget pas kamu TK dulu. Kamu selalu beli bakpau ini sama teman kamu. Habis itu kalian main ayunan bareng sambil menunggu di jemput pulang," kata bang Yoyon bercerita padaku

__ADS_1


"Teman aku? siapa?," aku mencoba menerka- nerka


"Mungkin kamu tidak ingat lagi, tapi kalian akrab banget loh, cuma sayang bang Yoyon tidak ingat juga siapa nama temanmu dulu," kata bang yoyon


"Ya udah ya bang, makasih Putri pulang dulu. bye" sapaku


"Iya, besok-besok mampir beli lagi ya," bang Yoyon melambaikan tangan dan aku pun membalas lambaiannya


Aku sama sekali tidak ingat sama sekali tentang teman akrabku di TK dulu. Mungkin karena aku masih kecil, tetapi jika dia akrab denganku dulu seharusnya aku ingat tentang dia walaupun hanya sedikit. Sudahlah pikirku sambil bergumam. Pulang nanti aku mencoba melihat album foto pas aku kecil. Mungkin ada foto dia di sana.


"Kak Rey akhirnya datang juga," seorang gadis kecil keluar dari dalam rumah itu


"Iya Nanda, gimana keadaan ayahmu?" balas lelaki yang bernama Rey itu

__ADS_1


Aku mengintip dari lubang dekat jendela. Terlihat seorang pria yang berbaring di tempat tidur. Pipinya basah seolah habis menangis. Tangannya penuh luka dan perban disana-sini. Terlihat disamping pria itu seorang ibu dan anaknya yang masih kecil. Lelaki itu kemudian masuk juga ke dalam kamar itu. Tetapi aku tidak bisa jelas melihatnya.


"Rey, maafkan bapak ya. Karena bapak kamu jadi repot begini," Lelaki itu mulai bicara


"Iya, gapapa pak, Rey justru berterima kasih karena bapak sudah menyelamatkan Rey" kata pria yang sepertinya bernama Rey itu


"Bapak harus kuat ya pak," istri pria itu berusaha menyemangati suaminya


"Bapak harus kuat supaya bisa main sama Nanda lagi," sambung anak kecil itu


Aku merasa terharu dan ingin rasanya masuk ke dalam. Saat aku hendak mengetuk pintu aku tiba-tiba terpeleset dan kakiku keram. Orang-orang yang berada di dalam rumah itu terkejut mendengar suara orang di depan rumah mereka.


"Aduh.." jawabku mengeluh sambil memegangi kakiku

__ADS_1


"Siapa itu? loh kamu kan? pria berjaket biru itu mulai menampakkan wajahnya


__ADS_2