Putra & Putri

Putra & Putri
Perasaan Lama


__ADS_3

"Rena tunggu kenapa kamu marah?" kataku mencegat dia pergi


"Lagian kamu bikin aku kesal tau nggak," seru Rena sambil melepaskan tanganku


"Iya maafkan aku karena aku bimbang, tapi hari ini aku akan membuat keputusan" sahutku mantap


"Yakin?"


"Iya," seruku sambil mengepalkan tangan


"Baguslah, kamu tahu putri, aku tidak suka jika kamu terus-menerus bimbang. Padahal aku sudah membantumu sampai sejauh ini," ucap Rena


"Iya Rena, maafkan aku," sahutku


"Huft... baiklah, ingat ya jangan terlalu bimbang lagi," seru Rena sambil mengamit tanganku


Aku dan Rena kini menghabiskan waktu kami berenang berdua saja. Mengingat masa kecil kami, sambil menunggu Putra dan Reyhan kembali. Namun aku merasa seseorang sedang mengawasiku.


"BAAAAKHHH," suara itu mengagetkan Aku dan Rena


"IH PUTRA!! " seru kami berdua

__ADS_1


Putra mengkagetkan kami dengan memakai rumput laut yang banyak di kepalanya. Dia terlihat sangat aneh dan lucu.


"Kamu ya, dari dulu suka banget iseng," sahutku


"Hahaha... iyalah ini kan pembalasan dendamku yang tadi," seru Putra


"Oh jadi kamu dendam rupanya? Ayo putri kita serang dia," ucap Rena


"Siap komandan!" sahutku sambil bergaya hormat


Kami bertiga bermain air dan saling melempar rumput laut dan kerang yang mengapung di sekitar kami. Saling tertawa bersama, sampai aku melupakan satu orang. Reyhan, dimana dia. Entahlah aku tidak terlalu peduli, karena rasanya senang sekali melepas lelah beban pikiranku sejenak.


"Ini dimana? aku harus kembali," batinku dalam hati. Tetapi aku salah berbelok dan kakiku mengenai karang yang sangat tajam.


"Akhhh," seruku


Sepertinya kakiku terluka terlalu parah sehingga aku tidak sanggup untuk berenang. Tetapi tidak ada seorang pun di sekitarku. Aku berteriak mencoba meminta pertolongan.


" Tolong! tolong! siapapun tolong aku," seruku. Namun tidak ada yang mendekat.


Aku sudah tidak kuat lagi, dan nafasku semakin sesak. Entah mengapa aku merasa pernah mengalami hal ini sebelumnya. Ketika aku merasa semakin masuk ke dalam laut, tiba-tiba ada tangan yang menarikku. Membawaku menuju daratan pantai. Namun sayang, aku tidak sempat melihat wajahnya. Aku hanya mengingat tangannya yang hangat dan sedikit senyuman indahnya.

__ADS_1


"Putri! bangun Putri," aku merasa seseorang mengoyangkan tubuhku


"Uhuk..... uhuk...."


"Syukurlah Putri kamu sudah sadar," seru Rena dan Putra memandang ke arahku


"Put... "


"Maafkan aku Putri!" seru Putra


"Seharusnya aku memperingatkanmu untuk tidak pergi ke arah barat."


"Hah," ucapku


"Iya Putri, disana karangnya terlalu banyak dan tajam sekali," sambung Rena


"Iya maafkan aku!" seruku pelan.


Putra kemudian membalut lukaku dan membawaku ke tempat istirahat. Dia dan Rena akan mencari makanan dulu untukku. Aku berpikir, pasti tadi yang menolongku adalah Putra. Buktinya tadi dia terlihat panik dan sedih. Aku kemudian melihat sekeliling mencari Reyhan. Sejak tadi, batang hidungnya tidak kelihatan. Kemudian aku mendapatinya sedang bersama seseorang. Karena penasaran aku kemudian pergi kearahnya dan memanggilnya.


Betapa terkejutnya aku saat melihat dia bersama seorang wanita cantik dan wanita itu sedang memegang dada Reyhan. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat dan menampar pipiku untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi. Tetapi ternyata ini kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2