
Hari demi hari berganti. Kita berdua tumbuh besar bersama. Menjadi sahabat yang tidak pernah terpisahkan. Walau kita sering diejek namun semua terasa baik-baik saja, karena bersama denganmu. Senyuman indahmu selalu kuingat.
Disaat kita menginjak bangku SMP, aku melihatmu berbicara dengan seseorang yang mencurigakan.
"Kamu ini siapa? Maaf aku tidak kenal" kata Putri
"Ini aku, apakah kamu tidak ingat lagi padaku" orang itu membuka topeng wajahnya
"Tidak, jangan mengangguku lagi dasar orang aneh"
"Tapi..." orang itu menarik lengan Putri dengan kuatnya
"Hentikan, kamu ini apa-apaan!" aku keluar dari tempatku mengintai mereka berdua
"Putra" ucap Putri
"Tolong izinkan aku bicara dengannya sebentar" orang itu masih memaksa Putri
Aku menangkis tangannya dan berkata tegas "Kamu ini berani mencari masalah denganku ya, jika kamu masih berani menganggu Putri, lihat saja aku akan membuat perhitungan denganmu"
"Ugh" orang itu pergi menjahui kami berdua
Dasar orang aneh. Aku kemudian membalikan badanku kearah Putri.
"Sudah tidak apa-apa Putri" ucapku. Putri kemudian langsung memelukku ketakutan
"Huaa... syukurlah Putra kamu datang menolongku. Kamu tahu orang aneh itu sudah hampir seminggu ini mengikutiku. Awalnya aku hiraukan saja dan menganggap bukan apa-apa. Tetapi semakin lama semakin jelas. Dia memang mengikutiku" Putri memelukku dengan eratnya
__ADS_1
"Kenapa kamu baru sekarang bilang sama aku? Kalau tahu kita bisa pulang sama-sama kan" kataku sambil mengusap wajah Putri dengan tanganku
"Maaf, maafkan aku. Aku takut sekali Putra" ucap Putri
Aku mengeratkan pelukanku. Mungil, kamu ini mungil sekali Putri. Rasa khawatir muncul di hatiku. Takut jika suatu saat nanti kamu akan mengalami hal yang sama dan aku tidak ada disampingmu. Karena itu aku berniat. Jika nanti kita berdua sudah dewasa, izinkan aku untuk melindungimu sekuat tenagaku.
Waktu terasa cepat sekali berlalu, tak kusangka sekarang kita sudah menginjak bangku kelas 3 SMP. Hari yang telah kulewati bersamamu, membuatku sadar. Perasaanku semakin mengembang, berubah menjadi perasaan baru. Mungkin inilah yang sering orang bilang sebagai jatuh cinta.
***
Sampai tiba hari yang mengguncangku. Ayah memanggilku ke depan teras hendak bicara.
"Ada apa ayah?" tanyaku sambil membawa toples berisi kacang asin dari dapur
"Duduk disini sebentar Putra, ayah mau bicara" suruh ayah
"Putra, lusa kita akan pergi ke Amerika untuk urusan bisnis. Sepertinya akan lama, jadi kita akan pindah dan menjual rumah ini" Perkataan ayah membuatku tercengang karena kaget
"Kenapa mendadak sekali ayah?" tanyaku
"Ini urusan yang sangat penting, dan bisa mengubah nasib kita. Dengan kerja sama dengan perusahaan disana, ayah yakin bisnis kita akan semakin berkembang" ayah bersemangat sekali membicarakan hal ini
"Tapi ayah apa aku juga harus pergi?"
"Putra, hanya kamu satu-satunya yang kupunya. Ayah tidak mungkin membiarkanmu sendirian disini" ucap ayah
"Baiklah ayah" sahutku
__ADS_1
Aku dan ayah segera membereskan barang-barang kami. Tanpa kuketahui, ternyata ayah sudah mempersiapkan semuanya, termasuk persiapanku untuk pindah sekolah. Saat aku membereskan barang-barangku, terjatuh selembar foto dari buku. Itu fotoku dan Putri saat pertama kali kami pergi ke taman hiburan. Aku segera mengambilnya dan mengirim pesan pada Putri.
***jam 4 nanti tolong pergi ke pohon jambu di lapangan**. Aku tunggu*
Aku menunggu Putri 30 menit kebih awal. Berusaha memikirkan kata-kata perpisahan untuknya.
"Putra" suara seorang gadis dari kejauhan menyadarkan lamunanku
"Ada apa tiba-tiba memanggilku kemari? ada hal yang penting?" tanya Putri. Pohon ini adalah tempat kenangan berhargaku dengan kamu, karena itu aku ingin mengungkapkan hal penting padamu disini.
"Aku akan pergi jauh sebentar lagi, melewati samudra dan benua. Entah kapan kita bisa berjumpa lagi" sahutku
Saat itu aku mengungkapkan segalanya. Tentang rencana pindahku, entah kapan aku kembali, Putri terlihat kesal sekaligus sedih.
"Kamu menyebalkan, dasar brengsek. Kenapa kamu baru bilang sekarang" kata Putri sambil memukuli dadaku
Aku kemudian mengambil foto tadi dan menyerahkan kepadanya. Dibalik foto itu ada tulisan
Aku menyukaimu, maukah kamu menungguku kembali
Sejenak setelah Putri membacanya dia berkata "Iya tentu saja".
Begitulah caraku mengungkapkan rasa cintaku padamu.
***
Tahun-tahun yang kulalui tanpamu terasa hampa. Perasaan rindu yang membendung ini membuatku merasa tak tahan. Saat aku mengenal seorang wanita yang memiliki kepribadian sama denganmu, aku gelap mata dan melanggar janji kita. Kemudian akhirnya setelah aku menyelesaikan kuliahku aku bisa kembali. Tetapi kamu malah memilih orang lain. Aku pikir wajar saja. Ini salahku karena mengkhianatimu. Walau hatiku terasa pecah berkeping-keping karenamu aku tidak apa. Asalkan kamu bahagia.
__ADS_1