Putra & Putri

Putra & Putri
Pacar pertama Putra


__ADS_3

Putra Rahmadana adalah seorang cowok yang populer di kampusnya. Bahkan ketika di Amerika, ketampanannya menyaingi para ajudan dan dijuluki sebagai "pangeran kampus". Tentu saja hal itu membuatnya dikejar-kejar para wanita. Namun disaat tertentu dia akan menunjukan senyum terbaiknya. Menatap sesosok wanita dari layar ponselnya.


"Ini foto siapa?" tanyaku padanya ketika dia tengah duduk di dalam perpustakaan seorang diri


"Bukan foto siapa-siapa."


"Bohong banget sih. Kalau bukan foto siapa-siapa, tidak mungkin kamu senyam-senyum seperti tadi," ujarku menyelidikinya dan memaksanya untuk jujur


"Iya deh baiklah. Kenalkan ini teman kecilku Putri," serunya sambil memperlihatkan foto gadis itu padaku.

__ADS_1


"Dia cantik sekali," ujarku


"Tentu saja. Dia adalah wanita paling cantik dan paling baik yang pernah aku kenal."


"Oh iya kita belum kenalan. Kenalkan namaku Fina," ucapku sambil mengulurkan tanganku padanya


"Putra,"


"Hehehe iya dong," ujarnya sambil tertawa

__ADS_1


Semenjak hari itu, kami berdua semakin dekat. Karena jurusan kuliah kami sama, yaitu bisnis, hal itu pula yang membuatku menaruh respek lebih terhadapnya. Dia adalah orang yang baik dan pintar. Tidak pelit dalam membagi ilmunya. Jago olahraga serta bernyanyi. Tak pernah kusangka, kedekatan aku dengannya membuatku telah jatuh cinta pada Putra. Aku jujur padanya di musim semi semester 3. Dia menerima perasaanku, namun ada hal aneh ketika kami telah jadian. Dia tetap menganggapku sebagai sahabatnya. Tidak pernah lebih daripada itu.


Kulihat hampir setiap harinya dia tak henti-hentinya membicarakan tentang dirimu. Tentang teman masa kecilnya yang selalu dirindukannya. Wajahnya, sifatnya, dan kisah-kisah lainnya tentang dirimu. Membuatku sangat cemburu. Beribu kali kuusahakan agar dia berpaling dan mencintaiku, namun hasilnya nihil. Akhirnya aku menyerah. Aku sengaja berselingkuh agar dia membenciku. Akhirnya aku menyadari akan satu hal. Dia berpacaran denganku, karena sebagian sifatku mirip denganmu. Putri yang selalu dinantikannya.


Ketika kudengar kabarnya yang telah kembali ke indonesia aku senang. Akhirnya dia telah bertemu pujaan hatinya. Tetapi ternyata saat-saat itu adalah hari-hari terpurukku. Tak cukup aku kehilangan Putra, aku juga kehilangan dua cintaku yang lain, kedua orang tuaku. Beserta seluruh hartaku. Aku terpuruk dan merasa sangat sedih. Aku mencari keberadaan Putra dan telah menjadi gelap mata. Sengaja aku menggodanya dan menjadi wanita murahan agar dia menjadi milikku seutuhnya.


Percuma saja. Sekuat apapun aku berusaha, dia tetap tak bergeming. Cintanya padamu sudah bertahan selama lebih dari 10 tahun. Tak ada cela sedikitpun bagiku untuk masuk ke dalam hatinya. Akhirnya, walaupun rasanya sangat berat, aku mengikhlaskan dia untukmu. Untuk putri yang selalu didambakannya.


Kesempatan itu akhirnya datang, ketika kamu berniat meninggalkannya. Entah kenapa kamu malah memilih pria lain yang baru saja kau kenal, dibandingkan Putra. Saat aku mendengar pernyataanmu yang menganggap Putra hanya teman biasa, aku sangat senang. Namun lagi-lagi, harapanku kandas. Putra tetap mencintaimu, walaupun kini tak bisa memilikimu.

__ADS_1


Aku menangis sepanjang malam. Mengingat perlakuanku dan angapan tentangmu. Kau adalah wanita yang baik. Begitu pula Putra, dia adalah pria yang baik. Aku tidak akan memaksamu untuk kembali pada Putra. Itu semua adalah pilihanmu. Aku hanya ingin menceritakan semua ini padamu, agar kau memaafkanku. Juga meluruskan kesalahpahaman, terhadap pria yang telah lama kau kenal, Putra Rahmadana.


__ADS_2