
Hari ini adalah hari yang indah. Hujan yang turun semalaman, membuat tanaman di halamanku terlihat begitu segar. Tidurku semalam juga terasa sangat nyenyak. Aku kemudian melihat catatan yang sudah aku tuliskan tadi malam. Kemudian aku mengirim pesan kepada Rena untuk membicarakan soal rencana ini. Sambil menunggu balasan dari Rena aku kemudian pergi ke dapur untuk membantu mama menyiapkan sarapan. Sebelum aku sampai kedalamnya, hidungku menaik, mencium aroma yang sedap.
"Mama sedang masak apa?" tanyaku
"Mama sedang masak nasi goreng spesial. Loh tumben kamu sudah bangun, mau bantu mama dulu ya?" mama menjawab sambil sedikit meledekku
"Iya dong ma, aku kan Putri mama yang paling rajin dan cantik" sambung aku sambil sedikit tersenyum
mama kemudian mengelus kepalaku "iya Putri sayang, Kamu bantu mama potong bahan-bahan ini ya" balas mama sambil memberi bumbu untuk nasi goreng
"Putri?" tanya mama
"Ada apa mama?" balasku
"Kamu sudah memutuskan pilihanmu nak?" sambung mama
__ADS_1
Aku tidak fokus dan hampir saja mengiris tanganku. "Belum ma" jawabku pelan.
"Haduh sayang, kamu masih ragu akan pilihan kami berdua ya?" balas mama. Kami berdua itu maksudnya mama dan papa.
"Bukan begitu ma, Putri dan Reyhan baru saling bertemu. Jadi kami berdua belum saling mengenal satu sama lain. Walaupun mama bilang dia orang yang baik, tetapi tetap saja, aku ragu" aku menjelaskan keadaanku kepada mama.
Mama kemudian menatapku dengan tatapan yang aneh. Seolah aku tidak berada di depannya. Aku kemudian mengibaskan tanganku di depan mama, berusaha menyadarkannya. Mama kemudian berhenti melamun dan melanjutkan memasak. Aku kemudian bertanya, kenapa dia bersikap seperti itu. Namun mama diam saja. Tidak mau menjawab.
Sebuah pesan masuk ke dalam handphoneku. Hari ini ternyata ada meeting mendadak. Aku kemudian segera bersiap untuk berangkat. Mama menghentikanku dan memasukkan nasi goreng yang sudah siap ke dalam kotak bekal.
"Aduh mama, tidak usah nanti Putri beli kue saja di kantin" aku menolak untuk membawa bekal itu
"Iya deh mama, udahlah jangan tarik kuping Putri lagi" sahut aku sambil melepas tangan mama.
"Ya sudah cepat kamu bersiap, nanti kamu terlambat" balas mama.
__ADS_1
Aku kemudian mengenakan baju batik merah dan rok hitam. Kemudian aku meraih jilbab merah muda dengan perpaduan warna hitam. Setelah aku selesai berpakaian aku segera berangkat ke kantor.
Syukurlah jalanan pagi ini tidak terlalu ramai, sehingga aku bisa membawa motorku dengan lebih cepat. Aku akhirnya sampai juga ke kantor. Dan aku melihat sosok wanita anggun di depanku, kemudian tanpa basa-basi langsung menepuk punggung wanita itu.
"Rena" sahutku
"Oh Putri, syukurlah kita belum terlambat. Karena katanya klien kita hari ini orang yang sangat penting" jawab rena
"Memangnya sepenting itukah dia?" balas aku
"Kamu belum membaca pesan di grup WA semalam? Dia ini direktur dari perusahaan ternama yang sudah memiliki cabang yang tersebar di seluruh daerah. Seharusnya meeting nanti dijadwalkan pukul 14.00, namun entah kenapa jadwalnya tiba-tiba dimajukan jadi pagi ini." Rena menjelaskan
Setelah kami menaiki lift menuju lantai ke 5, kami berdua segera menuju ruangan meeting. Disana sudah berkumpul para karyawan lain.
"Dimana klien itu, Gilang?" tanyaku pada Gilang yang merupakan salah satu rekan kerjaku.
__ADS_1
"Dia bersama Pak Sandi, sebentar lagi dia datang" sambung Gilang
Kemudian Pak Sandi memasuki ruangan dan bersama seseorang di belakangnya. Setelah itu aku terkejut melihat sosok yang memasuki ruangan bersamanya.