Putra & Putri

Putra & Putri
Tantangan


__ADS_3

"Baiklah jadi apa tantangan kalian?" seru Putra dengan penuh percaya diri.


"Tantangannya adalah kalian harus bisa membuat karya dari pasir ini, siapa yang paling bagus maka dia pemenangnya," sambung Rena


"Memangnya kami anak kecil apa?" seru Reyhan


"Oh baiklah, tidak apa-apa. Tetapi jika kalian tidak mau melakukannya maka hukuman kalian akan kami tambah dua kali lipat," sahutku sambil menunjukkan dua jariku di depan mereka


"Iya-iya baiklah, dasar cewek," seru Putra dan Reyhan bersamaan.


Putra dan Reyhan mulai menyelesaikan tugasnya, sementara aku dan Rena sedang bersantai di bawah payung pantai yang sudah tersedia di pantai ini. Sambil berbincang tentang masa lalu serta rencana kami. Kami tertawa ketika mereka, yaitu Putra dan Reyhan kesulitan dalam menjalankan hukumannya. Sesekali mereka terpeleset, ataupun karyanya hancur karena anak-anak yang berlarian.


"Tetapi aneh, kupikir Reyhan tidak bisa pergi kemari?" ucapku pada Rena


"Oh kau tahu Putri, semalam aku menantangnya. Kalau dia tidak datang maka Putra akan semakin dekat Putri, sehingga kamu tidak akan punya kesempatan lagi untuk mendekati Putri." Rena berkata seperti itu kepada Reyhan di telepon semalam


"Huh, kamu memang selalu bisa diandalkan," seruku sambil menyenggol bahu Rena


"Iyalah, eh kelihatannya mereka sudah selesai, ayo kita lihat," seru Rena bangun dari tempat itu dan merangkul tanganku

__ADS_1


Disana Putra dan Reyhan membuat karya yang berbeda. Putra membuat istana pasir lengkap dengan hiasan kerang-kerang. Sedangkan Reyhan membuat hand lettering yang cantik dikelilingi kerang seolah sebagai bingkainya.


"Padahal cuma hukuman, tetapi aku akui kalian berdua hebat," ucap Rena sambil mengganguk.


"Tentu saja, jika kami membuatnya asal saja, kalian pasti akan mengerjai kami lagi," seru Reyhan


"Bagaimana menurutmu Putri? mana karya yang lebih bagus?" ucap Putra sambil mendekatkan wajahnya kearahku


"Hei kamu! apa-apaan kamu," seru Reyhan dengan nada tinggi


"Sudahlah kalian ini. Yuk Putri kita cari makanan saja, aku sudah lapar," sambung Rena sambil menarik tanganku


"Kamu pasti datang, karena tahu aku juga ikut kan?" seru Putra sambil berbisik di telinga Reyhan


"Kalau iya, memang iya kenapa hah?" sambung Reyhan dengan muka yang nampak sangat kesal


"Sebaiknya besok saat kamu ke Rumah Putri untuk meminta jawabanmu, kamu jangan terlalu berharap. Karena hari ini aku akan membuat Putri benar-benar jatuh cinta padaku," seru Putra sambil menepuk bahu Reyhan dan berlalu pergi


"Dasar sial," batin Reyhan dalam hati

__ADS_1


***


Rena dan Aku kini sedang di depan kantin di pinggir pantai sambil memesan makanan


"Putri kamu mau pesan apa?" tanya Rena. Namun aku tidak langsung menjawab. Jujur sekarang pikiranku sedang penuh dan hatiku gelisah.


"PUTRI," seru Rena membangunkan lamunanku


"Hah... iiya," sambungku


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rena lagi


"Aku cuma bingung Rena, besok hari yang sangat penting. Apakah aku harus menerima perjodohanku atau tidak," sambungku sambil menutup wajahku dengan tangan


"Kamu harus bisa segera memutuskan Putri. Karena itu kita mengajak mereka berdua kesini kan? jadi kamu dapat membandingkan mereka," ucap Rena dengan nada lembut


"Mereka sama-sama tidak mau mengalah, juga egois. Aku yakin tadi mereka bersaing membuat karya sebagus itu untukku," sahutku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal


Rena terdiam. Sepertinya dia sudah lelah melihatku terus bingung seperti ini. Setelah makan pun dia tidak banyak bicara. Seolah merasa kecewa kepadaku.

__ADS_1


__ADS_2