Putra & Putri

Putra & Putri
Rencana


__ADS_3

"Kamu!" sahutku dengan nada yang agak tinggi


"Putri? ternyata kamu kerja disini?" balas pria itu


"Kalian sudah saling mengenal?" sambung Pak Sandi


"Iya bapak," jawabku seadanya. Pria yang bersama Pak Sandi ternyata adalah Reyhan.


"Baiklah semuanya. Perkenalkan ini Pak Reyhan, pemilik PT. Furniture Abadi. Beliau tertarik untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan kita. Saya ingin salah satu dari kalian untuk memaparkan profil perusahaan dan kegiatan kerja sama yang hendak dilakukan." Pak Sandi menjelaskan kemudian menatap kearah kami.


"Pak, bolehkah Putri yang menjelaskannya?" tanya Reyhan sambil melirik ke arahku


"Jangan," batinku dalam hati. Namun karena Reyhan memaksa. Akhirnya aku yang menyampaikannya. Aku tidak ingin perusahaan ini dinilai tidak kompeten. Karena itu, aku menyampaikan dengan sebaik mungkin.


Meeting itu berlangsung sekitar 45 menit. Selama aku menjelaskan, Reyhan terlihat terkesan. Karyawan lain juga memuji penampilanku. Pak Sandi juga sangat berterima kasih karena Reyhan telah menyetujui kerja sama ini, sehingga perusahaan kami akan bisa lebih berkembang. Kemudian kami semua kembali ke ruangan masing-masing untuk bekerja kembali.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00. Aku kemudian berjalan menuju kantin, sambil membawa sisa bekalku. Disana Rena sudah menungguku, aku kemudian segera duduk di kursi di hadapan Rena.

__ADS_1


"Hey Putri, Selamat ya. Presentasimu tadi sangat bagus," kata Rena


"Haduh Rena, bisa tolong diam sebentar tidak," sahutku


"Loh kamu tidak senang? semuanya memuji presentasi kamu tadi," tanya Rena


"Kamu tidak tahu Reyhan itu siapa?" balasku


"Teman kamu kan?" sambung Rena


"Dia itu Calonku, aku tadi gugup sekali. Syukurlah tadi aku bisa mempresentasikan dengan baik." Sahutku sambil mengepalkan kedua tanganku di atas meja.


"Ya ampun jadi karena itu kalian terlihat sangat akrab," kata rena


"Iya," kataku sambil menutup wajahku dengan kedua tangan


"Kamu sangat beruntung Putri. Ada dua cowok yang sama-sama menyukaimu. Menurutku baik Putra maupun Reyhan adalah pria yang baik," jelas Rena

__ADS_1


"Apa yang beruntung? justru sekarang aku jadi tambah bingung tahu. Siapa yang harus aku pilih diantara mereka berdua. Apalagi kemarin Putra sudah menyatakan perasaannya terhadapku," sambungku


"Wah Benarkah?" tanya Rena


Aku kemudian menceritakan semua kejadian yang terjadi kemarin kepada Rena. Rena mendengarkanku sambil sesekali meminum jus stroberi yang sudah dipesannya. Kemudian dia menjelaskan.


"Sepertinya kamu harus meluangkan satu hari untuk mengenal dan membandingkan mereka. Oh iya tadi malam kamu bilang punya sebuah rencana? coba aku lihat," sahut Rena


"Ini," aku kemudian menyerahkan kertas catatanku kepada Rena


"Hmm... Rencana yang bagus. Tetapi sebaiknya disini kamu tambahkan hal ini dan juga ini," sambung Rena


"Kamu yakin ini akan berhasil?" tanyaku


"Tentu saja," sahut Rena dengan bersemangat


"Ya sudah, ayo makan dulu. Jangan lupa hari ini kamu yang traktir kan?" seru Rena sambil tersenyum jahil

__ADS_1


"Iya Nyona Rena," jawabku malas sambil segera memesan makanan


Sore harinya aku segera memberitahu Putra dan Reyhan lewat chat WA. Namun tentu saja aku tidak memberitahu mereka soal rencanaku. Pas sekali besok hari sabtu, kami semua tidak bekerja. Kemudian aku dan Rena berdiskusi tentang Rencana kami. Rena sudah berjanji untuk membantuku memuluskan rencanaku. Kemudian aku segera mencatat hal-hal yang harus aku persiapkan esok hari.


__ADS_2