
"Ayo semuanya! Say Cheese." Teriak Rena
"Yeaah,"
Langit yang biru. Pasir yang berkumpul dan suara ombak yang menenangkan hati. Juga suara ramai orang dan anak-anak yang sedang berlari. Ya benar sekali! kami sekarang sedang ada di pantai.
flashback on
Setelah aku memberitahu kepada Putra dan Reyhan tentang rencana Aku dan Rena untuk pergi ke pantai. Putra langsung menawarkan kami semua untuk pergi menggunakan mobilnya. Awalnya Reyhan menolak saat aku mengajaknya ke pantai. Namun entah mengapa, pagi hari sebelum kami berangkat, dia berubah pikiran. Jadi sekarang disinilah kami berempat menikmati keindahan "Pantai Pasir Putih." Aku juga awalnya kesulitan meminta izin pada orang tuaku terutama mama, tetapi Rena berhasil membujuk mereka. Sesaat saat aku mengatakan bahwa aku juga pergi dengan Reyhan mereka kemudian terlihat sangat senang.
flashback off
"Kita hari ini mau main apa?" tanya Reyhan
"Kalian berdua tenang saja kami sudah mempersiapkan segalanya kok," jawab Putri dan Rena
Kemudian Putra dan Reyhan memasang jaring di dua buah tiang, dan Rena mengeluarkan sebuah bola dari dalam tasnya. Ya benar, kami akan bermain voli pantai.
"Baiklah disebelah kanan untuk perempuan dan laki-laki di sebelah kiri," sahut Rena
__ADS_1
"Maksudmu? aku harus bekerja sama dengan orang ini?" sahut Putra sambil menunjuk kearah Reyhan. "Aku tidak mau," sambungnya lagi.
"Aku juga tidak mau, kalian juga curang kenapa menentukan secara sepihak," seru Reyhan
"Kalau kalian tidak mau, ya sudah. Biarkan aku bermain berdua dengan Putri saja. Iyakan Putri?" kata Rena sambil melihat kearahku
"Iya. Kalau kalian egois seperti itu, aku juga jadi malas banget, main sama kalian berdua," kataku cemberut, sambil seolah-olah mengejek Putra dan Reyhan
"Oh jadi begitu keinginan kalian, baiklah kami akan ikut bermain. Tetapi jika kalian kalah, kalian akan terima hukumannya," sambung Putra
"Ok kami setuju," seruku dan Rena
"Kita lihat saja nanti," sambung Rena.
Kami menunjuk seorang pengunjung pantai untuk menjadi wasit. Pertandingan dimulai dari pass dari Rena. Harus kuakui, kemampuan voli Rena sudah berkembang pesat dibanding saat sekolah dulu. Putra mengembalikan pass dan aku kembali membalasnya. Reyhan berusaha membuat smash, namun sebelum dia menyentuh bola, Putra mengembalikan bola kearah kami. Karena aku kurang sigap dalam melihat bola, akhirnya bola itu melayang dan mencetak angka untuk mereka berdua.
"Yeah... baiklah sudah satu. Bersiaplah kalian." seru Putra dengan bersemangat
"Baru satu angka saja sudah bangga? huh lihat saja kami akan segera menyusul," sambungku seraya mengepalkan tangan
__ADS_1
Pertandingan sudah berlanjut sekitar 15 menit. Namun aku melihat bahwa baik Putra maupun Reyhan tidak mau bekerja sama. Setiap Putra berusaha melakukan smash, Reyhan segera merebut kesempatan itu. Begitu juga dengan Reyhan. Dia tidak mau bekerja sama dengan Putra sedikitpun dalam permainan ini. Dan hasilnya sudah bisa ditebak, Aku dan Rena yang memenangkan pertandingan ini.
"Kalian berdua payah," seru Rena kepada Putra dan Reyhan
"Berisik! baru menang satu kali saja sudah bangga," sambung Putra dan Reyhan sambil meninggikan suara
"Ya... inikan salah kalian sendiri. Coba kalau kalian mau menurunkan ego kalian dan saling bekerja sama, kalian mungkin bisa menang," kataku kepada mereka berdua
"Bukankah dari awal aku sudah bilang? Aku tidak mau bekerja sama dengan orang ini," seru Putra sambil menepuk bahu Reyhan
"Aku juga tidak mau bekerja sama dengan orang pemarah seperti dia!" sambung Reyhan sambil menunjuk Putra
"Apa kamu bilang?" sahut Putra. Rena kemudian melerai mereka sebelum terjadi perkelahian besar.
"Sudahlah kalian berdua. Seperti anak kecil saja," kata Rena. "Yang lebih penting? ingatkan kalian akan mendapat hukuman dari kami jika kalian kalah," seru Rena
"Iya-iya, baiklah nyonya Rena," seru Putra dan Reyhan bersamaan
Aku dan Rena, kemudian mengajak mereka ke tempat lain. Tempat dimana banyak anak-anak sedang bermain istana pasir. Disinilah kami akan memberikan hukuman bagi mereka berdua. Aku dan Rena tidak sabar melihat mereka berdua memenuhi tantangan kedua kami.
__ADS_1