Putra & Putri

Putra & Putri
Pembicaraan Dua Orang


__ADS_3

Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 17.00 sore. Reyhan mengirim SMS padaku bahwa dia sudah menungguku di kafe. Aku kemudian segera bergegas menuju kesana. Setelah aku melihat kesana-kemari aku menemukan Reyhan sedang duduk di meja yang terletak sudut kafe itu. Aku melambaikan tanganku. Reyhan kemudian membalas lambaikanku dan menyuruhku untuk duduk.


"Sudah lama ya," tanyaku


"Nggak juga, aku juga baru sampai kok," balas Reyhan


Seorang pramusaji datang menghampiri kami. Aku kemudian melihat daftar menu, sambil berusaha mengalihkan pandanganku dari Reyhan. "Gila, hari ini dia keren banget", kataku dalam hati sambil menatap Reyhan. Dia memakai jas berwarna hitam dengan perpaduan biru tua dan sepatu yang serasi. Kemudian aku memesan milkshake strawberry dan chocolate lava cake. Sedangkan Reyhan memesan Americano.


"Kamu tidak lapar?" tanyaku agar suasana tidak terlalu canggung


"Aku sudah bawa sendiri, kamu mau?" jawab Reyhan


"Nggak deh, nanti saja" kataku


Aduh, aku merasa canggung sekali. Aku tidak berani memulai pembicaraan. Reyhan juga kelihatannya agak cuek. Dia sejak tadi hanya melihat handphonenya seolah menunggu sesuatu yang penting.


"Kamu masih ingat nggak," suara Reyhan memecah lamunanku


"Hah...eh oh apa?" jawabku seperti orang bodoh

__ADS_1


"Kamu ini jangan banyak melamun nanti kemasukan setan loh." Reyhan kemudian mencuil pipiku dan kemudian tertawa


"Iya iya deh maaf," kataku sambil mendorong bahunya agar dia berhenti tertawa


"Kamu suka sama ini kan?" sahut Reyhan sambil mengeluarkan kantong plastik hitam dari dalam tasnya.


Mataku kemudian membelalak melihat isi kantong itu. "Bakpau ini kan? bakpau bang Yoyon, yang di depan TK tunas harapan itu kan?" tanyaku pada Reyhan sambil melihat raut wajahnya


"Kamu masih ingat ya?" sambung Reyhan


"Tentu saja, aku sampai sekarang masih sering beli bakpau disitu," jawabku


"Berarti kamu masih ingat sama aku?" tanya Reyhan


"Aku ini Rey, teman akrabmu saat di TK dulu. Kita berdua sering membeli bakpau ini, sambil menunggu dijemput pulang," jawab Reyhan. Pernyataannya membuat mataku membelalak karena kaget


"Tapi... kok aneh ya? aku nggak ingat apapun tentang kamu. Padahal kalau kita ini teman akrab, seharusnya aku ingat walaupun sedikit" imbuhku


"Soalnya dulu itu kamu pernah...

__ADS_1


Belum sempat Reyhan menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba kami berdua terkejut karena ada orang yang tidak sengaja memecahkan gelas. Rupanya ada salah seorang pelanggan lain yang tidak sengaja memecahkannya. Sesaat aku menoleh ke arah belakang dan melihat sosok yang aku kenal


"Putra," sahutku dengan sedikit terkejut


"Putri kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Putra kemudian melihat ke arah Reyhan "Siapa pria ini!"


"Dia ini Reyhan, calonku," sahutku


Putra dan Reyhan kemudian saling berkenalan. Kemudian Putra duduk bersama kami. "Kenapa dia duduk disini sih?" batinku dalam hati. Kalau begini aku jadi tambah canggung. Tetapi Putra sama sekali tidak bergeming, saat aku menyuruhnya duduk di meja lain disamping meja kami.


"Jadi kamu orang yang hendak dijodohkan dengan Putri?" tanya Putra


"Betul, orang tua kami hendak menjodokan kami berdua," sambung Reyhan


"Apakah kamu cinta sama Putri?" pertanyaan dari Putra itu membuat Reyhan terdiam. Sepertinya dia bingung harus menjawab apa.


"Maafkan aku karena lancang, aku hanya tidak ingin jika kamu nanti menikah dengan Putri hanya karena dijodohkan. aku tidak bisa terima." kata Putra yang membuatku menjadi geram


"Memangnya kamu siapa hah? tiba-tiba datang kesini dan marah kepada kami" sahut Reyhan sambil menatap jijik ke arah Putra

__ADS_1


"Asal kamu tahu, aku dan Putri ini sudah bersahabat dari kecil. Aku tahu semua tentang dia. Jadi aku yakin dia pasti akan memilih aku dibandingkan kamu," Putra menjawab pertanyaan Reyhan sambil menunjuk ke arahnya.


Aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap Putra. Aku merasa sangat malu di depan Reyhan. Sesaat kemudian aku berpamitan kepada Reyhan. Aku menarik lengan Putra, hendak mengajaknya pergi jauh meninggalkan kafe itu.


__ADS_2