
**Kau bagaikan bidadari
Yang turun dari surga
Menerangi dunia
Dengan senyum
Tangismu adalah musik paling sedih
Yang pernah aku dengar
Dan tawamu
Hal yang selalu aku rindu
Aku ingin kamu selalu bahagia
__ADS_1
Menikmati indahnya dunia
Walaupun jika itu berarti
Aku tidak bisa lagi bersamamu**
Putri Nikita, adalah wanita yang paling tangguh yang pernah aku kenal. Bukan, bukan karena kekuatan fisiknya, namun karena ketegaran hatinya. Sejak dahulu aku sudah memendam rasa, kepada perempuan satu ini. Masa-masa kecilku yang indah bersamamu, adalah kenangan terindah yang akan selalu kuingat dalam benakku.
"Rey, tempat ini sangat indah ya. Lihat aku rasa aku bisa melihat rumahku dari sini," seru Putri sambil tersenyum diatas rumah pohon.
"Iya," ucapku lembut
Namun insiden mengerikan itu, merubah hidupmu dan hidupku. Kau melupakan aku, Reyhan teman kecilmu. Sementara diriku hanya bisa terpuruk disini. Karena baru saja kehilangan sosok malaikatku, ibuku tersayang.
Cukup lama aku tak mendengar kabarmu. Sampai suatu waktu aku melihat sosokmu. Tersembunyi diantara hiruk pikuk pasar tradisional. Bagai bunga mawar yang tersembunyi diantara semak belukar. Kulihat dari jauh sebuah truk hendak mementalkan tubuhmu. Maafkan aku, karena terpaksa mendorongmu. Aku hanya, tidak ingin kamu terluka.
Hatiku bergetar setiap kali memandang sorot matamu. Suara tawamu bagaikan harmoni yang merdu nan menarik hati. Mati-matian aku menahan nafsuku untuk mengatakan cinta kepadamu. Riri, teman kecilku.
__ADS_1
Namun semua perasaanku memudar saat melihatmu bersama pria itu. Putra Rahmadana. Pria yang seolah mengambil tempatku di hatimu. Di saat aku mencoba membuatmu kembali mengingatku, dia seolah tembok penghalang di antara kita.
Aku rela menerobos ombak yang menggulung demi kamu. Kutarik tanganmu yang lembut dari dasar laut yang dingin. Kubelai rambutmu yang telah bercampur aroma air laut dan pasir pantai. Kemudian aku segera pergi. Meninggalkan kau bersama dia.
Disaat ayahku hendak menjodohkan aku dengan seorang wanita, hatiku menolak. Cintaku ingin kuberikan padamu seorang. Wanita yang selalu aku rindu. Ketika aku mengetahui bahwa wanita itu adalah kamu, rasa cinta yang aku pendam meluap. Seolah ingin kutumpahkan segala rasa. Namun kuterpaksa menahannya, agar kau tidak mengingat kenangan buruk itu.
Haru kurasakan saat kau setuju dengan perjodohan kita. Sejak saat itu, aku berjanji. Akan membuatmu bahagia sampai akhir hayatmu. Kuberikan liontin sederhana ini, sebagai tanda janjiku. Bahagia kurasakan saat kamu tersenyum, hanya untukku.
Perlahan kuceritakan rahasia di antara kita. Aku mencoba menenangkanmu dari trauma masa lalumu. Kupeluk erat tubuhmu. Seolah hendak kukatakan, "Berikan seluruh beban pikiranmu padaku, biarkan aku saja yang menangungnya semuanya."
Namun disaat kulihat kau berpelukan dengan lelaki lain. Aku cemburu. Ingin rasanya kutampar lelaki itu, karena berani berbuat kurang ajar pada calon istriku. Namun langkahku terhenti karena mendengar suara paraumu "Aku mencintaimu Putra."
Bagaikan petir yang menyambar, menusuk ke dalam kalbuku. Aku akhirnya tersadar. Kamu bukanlah untukku. Tetapi untuk pria yang kini kau peluk dengan erat. Kupandang wajahnya dengan seksama dan kuelus dadaku pelan. Dialah Putra.
Langkah kakiku gontai. Lemah. Kutahan air mataku yang hendak menetes membasahi bumi. Lalu aku menguatkan hatiku. Untuk melepaskanmu. Aku akan bicara kepada orang tua kita. Untuk membatalkan pernikahan diantara kamu dan aku.
Satu hari ini terasa sangat indah. Maafkan aku yang telah bersikap egois. Aku sengaja bersikap manja, karena ingin menikmati setiap detik terakhirku bersamamu. Kugenggam erat tanganmu, tak ingin kulepaskan.
__ADS_1
Bibirku seolah sulit mengatakan semuanya kepadamu. Tetapi aku harus menguatkan diriku. Kumencoba tersenyum kepadamu. Bidadari yang aku cintai. Walaupun sebenarnya hatiku sakit serta dirundung sesak. Melepaskanmu dengan dia, namun aku berusaha untuk mengikhlaskan. Karena aku mencintaimu.