Putra & Putri

Putra & Putri
Nasihat


__ADS_3

Patah hati itu menyakitkan. Setelah bertahun-tahun aku memendam rasa, semuanya telah kandas. Wanita pujaanku, yang telah lama aku tunggu, kini telah berpaling. Aku tahu, semua yang aku lakukan ini, demi dia. Namun, rasa penih di dada ini, tidak kunjung menghilang.


Aku tidak tahu, sejak kapan aku mulai menyukaimu. Yang aku tahu, rasanya sudah lama sekali. Kau yang cantik, bersemangat dan terlihat sangat anggun. Tak pernah kulihat wanita lain semanis dirimu. Terkadang, walau aku sudah berusaha melepasmu pergi, aku mendengar suaramu dalam kepalaku. Memanggil namaku. Aku memalingkan diriku, dan kulihat kau tersenyum untukku.


Maafkan aku. Aku tidak kuasa melihat senyummu lagi. Hati dan tubuhku sudah lelah. Sesak yang menumpuk di dada ini, semakin menyiksaku. Aku tak kuat lagi. Segera aku bangkit dan berdiri disini. Kurentangkan kedua tanganku dan kututup mataku, agar aku tak melihat aliran yang terlihat sangat gelap di bawah kakiku.


"Sreet..."


Kurasakan ada seseorang dengan sangat kuat menarik lenganku. Menarikku kembali ke bawah dengan terpaksa. Sorot matanya melihat diriku dan menampakan kekecewaan yang mendalam.


"Kau ini bodoh ya, untuk apa kau melakukan tindakan gila itu!" ujar wanita asing yang mengagalkan usahaku untuk bunuh diri.


"Kenapa kau menghalangiku! Padahal aku sudah membulatkan tekadku. Aku bahkan tidak mengenalmu. Pergilah! jangan ganggu aku!"

__ADS_1


"PLAAK....!!" wanita asing tersebut menampar pipiku tanpa basa-basi.


"Dasar pria bodoh! Kau ini laki-laki kan? seharusnya kau mencari dan berusaha memecahkan masalahmu. Bukannya berniat mengakhiri hidupmu dengan cara seperti ini," suara wanita tersebut terdengar parau dan raut wajahnya memerah.


"Memangnya seorang laki-laki tidak boleh menangis. Kau tahu, aku kini kembali kehilangan orang yang kusayangi. Untuk apa aku menjalani hidupku lagi. Semua orang yang aku cintai meninggalkan aku. Pertama ibuku. Dan sekarang wanita pujaanku juga meninggalkanku demi pria lain," isakku.


"Kau benar. Terkadang saat kita merasa beban hidup kita terasa sangat berat, rasanya kita ingin mengakhiri hidup kita ini. Tetapi bukan berarti kau boleh menyia-nyiakan hidupmu," ujar wanita asing itu. Dia menarik lenganku, memaksaku untuk menjauh dari tempatku berniat mengakhiri hidupku


"Lepaskan aku, apa yang hendak kau lakukan," aku berusaha melepaskan cengkraman wanita ini. Tetapi, tak kusangka energinya jauh lebih kuat dari yang kuperkirakan.


Sekejap aku bisa melihat matanya yang bening. Tiada rasa takut atau khawatir yang memancar dari dirinya. Entah mengapa, kurasa aku pernah melihat sosok wanita ini.


"Pak Reyhan, kau ini orang yang hebat. Mengapa hanya karena masalah sepele seperti ini saja, kau hendak bertindak bodoh? Apakah kau tidak memikirkan nasib para bawahanmu yang masih memerlukan bimbinganmu," sahut wanita asing itu, membuatku menundukan kepala karena malu.

__ADS_1


Wanita asing yang berambut bergelombang pendek ini, menyadarkan aku. Aku ini lelaki yang bodoh. Yang hendak mengakhiri hidupku yang berharga, hanya karena patah hati.


"Ingatlah tuan Reyhan, jodoh adalah ketentuan yang diberikan oleh Tuhan. Betapapun kau mencintainya, kalau Tuhan berkata dia bukan jodohmu, maka tidak ada lagi yang bisa kau lakukan. Itulah takdir." Wanita ini menepuk pundakku, mencoba menasihati aku.


"Terima kasih, karena menolongku. Kau benar, tak seharusnya aku bersikap bodoh seperti tadi," ucapku.


"Sama-sama," sahut wanita itu. Kemudian aku bertanya kembali.


"Kau mengenalku?" tanyaku saat dia tadi memanggilku dengan nama Reyhan.


"Iya, kita pernah bertemu dahulu saat ada meeting perusahaan," ujar sang wanita. Membuatku mencoba mengingat-ingat sosoknya.


"Maafkan aku tuan, aku harus pulang sekarang. Aku harus memasak makan malam." Wanita asing tersebut segera melangkah, menjauh dari pandanganku.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, setidaknya beritahu aku siapa namamu?" tanyaku sebelum dia semakin menjauh.


Wanita asing itu tersenyum. "Auryna, panggil saja aku Auryna." Sang wanita asing pun segera menghilang dibalik semak-semak yang disinari cahaya rembulan.


__ADS_2