Putra & Putri

Putra & Putri
Aku Menyesal


__ADS_3

"Kenapa aku ini bodoh sampai tidak menyadarinya," ucapku setelah mendengar seluruh penjelasan dari Fina


"Aku juga awalnya bingung. Kenapa kau rela meninggalkan orang yang telah memendam cintanya selama 10 tahun untukmu, hanya demi seorang pria yang baru saja kau kenal," tegur Fina kepadaku


"Jujur, aku mencintai Putra. Aku menyayanginya. Tetapi selama ini, aku telah menipu diriku sendiri. Aku hanya tidak ingin dia menyesal bersamaku."


"Itu tidak mungkin! Dengar Putri, seharusnya aku yang menyesal telah menjadi penghalang kalian berdua. Sekarang sebaiknya kau harus jujur pada dirimu sendiri," seru Fina berusaha menyadarkanku

__ADS_1


"Siapa orang yang pertama kali kau bayangkan ketika mendengar kata cinta."


"Siapa orang yang akan selalu mendengar keluh kesahmu, walaupun hanya hal sepele."


"Siapa orang yang selalu kau tunggu selama ini. Siapa hah siapa!" Pertanyaan demi pertanyaan Fina yang dicecarkan kepadaku membuatku kembali merenung.


***

__ADS_1


Kalung yang diberikan oleh Reyhan, rasanya ingin kuenyahkan dengan cepat. Apa gunanya menyimpan sesuatu dari orang yang sebenarnya tidak kau cintai. Hal itu hanya akan membuatmu sakit. Menyesal dan sedih, karena kebimbangan. Kalung itu, langsung aku lepaskan dan kusimpan dalam laci. Aku ini wanita yang bodoh. Aku tidak jujur terhadap diriku sendiri. Kenapa kata sederhana itu, tidak bisa aku ucapkan ketika berhadapan denganmu. "Aku mencintaimu Putra," gumamku sembari terlelap dalam mimpi indahku.


***


Aku bermimpi tentang hal yang sangat indah. Tentang sebuah kenangan berhargaku dengan Putra. Yang telah aku lupakan selama ini. Dulu ketika aku kelas 6 SD, Putra diam-diam menaruh segelas air mineral ke dalam tasku. Aku sangat senang hari itu. Karena aku, sama sekali tidak memiliki uang untuk membeli minuman. Sebuah air minum dalam gelas plastik kecil ini, sangat berarti bagiku. Hanya saja, dia malu untuk langsung memberikannya. Kalau bukan karena Rena yang tidak sengaja melihat Putra, memegang tasku, mungkin selamanya aku tidak akan tahu.


Sampai sekarang, jika aku membeli air mineral, aku selalu membeli minuman dengan merek yang sama. Tidak ingin yang lain. Bukan, bukan karena harganya. Tetapi karena ingin terus bisa mengingat kenangan indah itu. Walaupun, akhirnya aku tetap lupa.

__ADS_1


Kau tahu Putra, aku ini aneh ya. Padahal kita dulu sama-sama berjanji akan selalu bersama, tetapi justru aku yang melupakanmu. Kenapa selama engkau di Amerika, kau tidak memberi kabar kepadaku. Jika aku tahu alasan kamu melanggar janji kita, aku tidak akan marah padamu. Aku mungkin hanya akan sedikit kecewa. Tetapi lihatlah keadaanku sekarang. Sebentar lagi aku akan menjadi milik pria lain dan pria itu, bukan kamu.


Kalau bukan karena suara kicauan burung-burung yang bertengger di jendelaku, aku tidak ingin terbangun. Aku bangkit dan menyeka air mata yang membasahi lekukan wajahku. Aku tidak mau, jika mama dan papa melihatku seperti ini. Melihat Putri kecilnya, yang tengah galau karena cinta.


__ADS_2