
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"tuan, nonya " ucap Gilbran
Windy dan Cyano sampai di rumah di saat Gilbran dan Alva membicarakan Windy
"dari mana kamu" ucap Alva sinis
"dari rumah orangtua ku, aku kangen sama mereka ,makanya aku pergi ke sana " ucap Windy
"kalo ke sana, kenapa gak di anter sama sopir " ucap Alva
"maaf tadinya aku hanya ingin cari angin, tapi tiba tiba aku kangen sama mereka, aku pikir gak ada salahnya aku pergi sendiri " ucap Windy
"kamu dari sana atau… "
"Windy jiara dari makan orang tuanya, lalu membersihkan rumahnya, dia terlalu lelah akhirnya ketiduran, pas dia bangun ternyata sudah malam, dia berusaha menghubungimu, tapi nomormu gak aktif, makanya dia minta papa menjemput nya " ucap Cyano, memotong ucapan Alva
"oh aku pikir ketemu pacar "
💕apa sih maksudnya 💕
Cyano memandang Alva tajam
"maaf, aku hanya jiara lain kali aku akan mengajak sopir " ucap Windy
"ayo kita makan, papa udah lapar" ucap Cyano
Mereka makan bersama
💕kasihan kamu Win, andai saja aku bisa mengubah takdir, aku yang akan menikahimu,aku tidak akan membiarkanmu sedih walau sedikit pun 💕
gibran membatin, hatinya remuk melihat orang yang dia cintai diperlakukan seperti itu oleh suaminya.
Setelah selesai makan malam, mereka duduk di ruang tamu
"Windy, pergi lah tidur, lain kali jangan sampai kecapean, boleh kerja tapi hanya sekedar" ucap Cyano
"iya pa, maaf udah ngerepotin " ucap Windy
"tidak apa, pergilah " ucap Cyano
Windy pun pergi ke kamarnya
"ngapain dia di sana pa" ucap Alva
"Windy berziarah ke makam orangtuanya, kata tetangganya dia lama menangis di sana, kalau saja tetangganya tidak membujuknya pulang, mungkin Windy akan di sana sampai malam, dia juga belum makan dari siang tadi " ucap Cyano
💕apa dia pergi karna aku, ahhh bodo amat, mau dia nangis ke, gak makan ke, apa peduli ku💕
"Alva, perlakukan istri mu dengan baik, dia tidak memiliki siapapun selain kita, sebagai suami kau harus melindunginya " ucap Cyano
"iya iya, aku akan melindunginya " ucap Alva dengan suara berat .
💕jika tuan tidak mencintai nonya, kenapa tuan mau menikahinya, harusnya tuan menolak pernikahan itu, aku gak rela tuan menyakitinya,dia perempuan Baik tuan, anda belum tentu bisa mendapatkan perempuan sebaik dia💕
Gilbran hanya bisa bicara dalam hati, dia tidak berani mengatakan isi hatinya pada tuannya
"Gilbran, menginaplah di sini, ini sudah larut, besok kita ada meeting pagi pagi sekali" ucap Cyano
"baik tuan, lagi pula nonya yang menyiapkan berkas untuk rapat besok " ucap Gilbran
"nonya, maksud kamu Windy " ucap Cyano
__ADS_1
"iya tuan, siapa lagi kalo bukan dia, hanya dia perempuan di rumah ini, yang pantas di sebut Nonya" ucap Gilbran
"keterlaluan kamu, ini liburnya dia, mereka baru nikah, " ucap Cyano
"maaf tuan, nonya sendiri yang memintanya " ucap Gilbran
"iya sudah, pergilah tidur, ini sudah larut " ucap Cyano berlalu pergi
Gilbran pun pergi ke kamar yang biasa dia tempati bila bermalam di rumah Cyano
Windy duduk bersandar di atas ranjang empuk mereka.
Beberapa kali dia mencoba menutup matanya, tapi tidak bisa, dia tidak merasa ngantuk sedikit pun.
💕duhh ini pasti karna aku terlalu lama tidurnya, sekarang jadi gak ngantuk kan, hhhuuuhhhh(menarik nafas panjang, menghempaskannya kadar) lebih baik aku duduk, mungkin Alva akan datang bentar lagi 💕
Windy memainkan hp nya menunggu Alva.
Ceklek
"kamu belum tidur " ucap Alva
"belum, aku nunggu kamu " ucap Windy
"buat apa menunggu ku, kau bisa tidur kapanpun" ucap Alva
"apa kau marah padaku? Tanya Windy
"untuk apa aku marah, justru aku senang " ucap Alva
"maksudmu" tanya Windy, dia merasa aneh dengan sikap Alva
"tidurlah, aku tidak akan mengganggumu" ucap Alva
"aku tidak marah, aku juga tidak akan menyentuhmu, kau tidak perlu khawatir " ucap Alva
"kenapa? Aku ini istrimu, kau berhak atas diriku " ucap Windy
"kau memang istriku, tapi hanya sebatas status, kita tidak akan melakukan hubungan suami istri " ucap Alva
"kenapa? Apa aku menjijikkan bagimu" tanya Windy
"iya, semua perempuan menjijikkan" ucap Alva
"menjijikkan katamu, kau pikir aku perempuan murahan " ucap Windy
"hemh, iya kalian murahan, semua perempuan itu murahan, kalian menjajakan tubuh kalian demi uang dan harta " ucap Alva menunggingkan senyuman, senyum mengejek ya, bukan senyum manis
"hey tuan Alva Cyano yang terhormat, aku memang tidak punya apapun, tapi aku tidak butuh hartamu, aku masih bisa makan dari hasil keringat ku sendiri " ucap Windy
"lidahmu berkata begitu tapi hatimu tidak, kau pikir aku percaya padamu" ucap Alva
Windy mengepalkan tangannya
"Terserah ,percaya atau tidak itu bukan urusan aku" ucap Windy
Dia menarik selimutnya dan bertelungkup
"dasar wanita murahan, kau pikir aku bisa tertipu, tidak akan, kau bisa mengelabui papa, tapi tidak dengan ku" ucap Alva
"berhenti menghinaku, kau tidak mengenalku, juga tidak mengetahui kehidupan ku" ucap Windy
Tetesan butiran bening mengucur deras di pipinya
__ADS_1
🌷Sakit🌷
Hatinya sungguh sakit, suami yang di harapkannya akan jadi imannya, justru menghina dirinya.
Beruntung kamar mereka kedap suara, jadi tidak ada yang mendengar pertengkaran mereka
"aku baru mengenalmu, tapi aku sudah ttau siapa dirimu " ucap Alva
"kalau kamu tau siapa aku, kenapa menikahiku " ucap Windy dengan isak tangisnya
"aku menikahimu karna papa, jika papa kamu tidak menyelamatkan papaku, pernikahan ini tidak akan terjadi " ucap Alva
"aku tidak memintamu membayar pengorbanan papaku, kamu bayar pakai apapun papaku tidak akan kembali lagi padaku" ucap Windy
"iya karna Itulah aku menikahimu, setidaknya kau akan tetap tinggal di rumah ini, dan tidak terlunta lunta di jalanan " ucap Alva
Plakk
Satu tamparan mendarat di pipi Alva
Awuuu
"tanpa kamu pun aku bisa hidup bahagia, aku menikah denganmu, karna permintaan papamu, " ucap Windy
"kau,,, beraninya kau menamparku" bentak Alva
"jangankan menamparmu, membunuhmu pun aku bisa" ucap Windy
Dia keluar dari kamar itu, dan kembali ke kamarnya dulu
Sepanjang malam dia menangis, dia tidak bisa bayangkan nasib pernikahan mereka nantinya.
Pernikahan yang dia harapkan hanya sekali dalam hidupnya.
💕pa, ma, Windy kangen sama kalian, Windy butuh kalian, Windy tidak punya tempat mengadu, bantu Windy ma, pa, Windy bingung harus berbuat apa, apa Windy salah menerima pernikahan ini, apa Windy salah menuruti permintaan papa Cyano ,apa Windy berbuat kesalahan yang fatal di mata Alva, apa kesalahan Windy Pa, apa salah Windy ma, kenapa Alva membenci Windy, kenapa dia merendahkan Windy 💕Windy terus membatin
Dia memeluk foto almarhum papa dan mamanya sambil sesugukan
🌷🌷🌷
Setelah kepergian Windy, Alva membaringkan tubuhnya, dia berusaha memejamkan matanya, tapi pikirannya selalu tertuju pada Windy
💕kemana ya dia, apa aku terlalu kejam padanya, tapi… arrrgggghhh, kenapa sih aku mikirin dia, aku menikahinya karna balas budi, kalo saja papa mau menuruti ku, aku tidak perlu menyakitinya
Maafkan aku paman Cris, aku tidak bisa mencintai Windy, terimakasih telah menyelamatkan papaku💕
Alva tidak mengerti akan perasaannya, di satu sisi dia tidak ingin melihat Windy sedih, tapi karna masa lalunya dia tidak bisa menerima kehadiran Windy
Keesokan harinya Windy turun dengan menggunakan gaun warna pink, rambutnya di biarkan terurai, dia memoles wajahnya tipis untuk menutupi matanya yang sedikit bengkak karna kelamaan menangis
"kamu mau kemana nak, pagi gini sudah cantik " ucap Cyano
"aku mau ketemu teman pa, dia baru datang dari luar negeri " ucap Windy
"Alva gak ikut bersama mu" ucap Cyano
"dia ada urusan pa, aku sama sopir aja " ucap Windy
"gak sarapan dulu nak" ucap Cyano
"aku sarapan di luar aja pa, aku pamit ya pa" ucap Windy
" iya udah, hati hati ya nak, ingat jangan lupa makan " ucap Cyano
__ADS_1
"iya pa, pasti " ucap Windy