PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 19


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hari berganti minggu,dan minggu berganti bulan,kini usia pernikahan Alva dan Windy memasuki bulan ke lima. Hubungan mereka semakin hari semakin harmonis dan romantis


" sayang,honeymoon yuk" ucap Alva


"kita honeymoon kemana" ucap Windy


"terserah kamu aja sayang,aku ikut aja" ucap Alva


"gimana kalo kita ke desa munduk, disana ada beberapa tempat honeymoon " ucap Windy


"desa munduk,sayang aku gak pernah dengar tempat itu" ucap Alva


"desa munduk itu..hoooeeeek hoooeeeek" ucapan Windy terpotong karna dia mual tiba tiba


"sayang,kamu kenapa" ucap Alva khawatir


"gak tau,mungkin masuk angin" ucap Alva


"hoooeeek hoooeeeeek"


Windy bolak balik kamar mandy


Alva membantunya,mengosok punggung dan perutnya dengan minyak kayu putih


"sayang,kita ke rumah sakit ya,aku takut kamu kenapa napa" ucap Alva


"aku hanya kecapean ,kau selalu membuatku begadang," ucap Windy


"maaf sayang,tapi aku gak bermaksud bikin kamu sakit" ucap Alva


"belakangan ini aku sering merasa lemas,dan pusing" ucap Windy


"makanya kita ke rumah sakit ya,kamu harus di periksa sama dokter" ucap Alva


"kamu kenapa nak" ucap Cyano yang langsung datang ke kamar mereka saat mendengar menantunya muntah muntah,kebetulan pintu kamar mereka terbuka


"cuman masuk angin pa" ucap Windy


"Alva,kasih kesempatan untuk istrimu istirahat,lihatkan dia sakit karna ulahmu" ucap Cyano


"gak kok pa,mungkin aku terlalu sering mandi kemalaman" ucap Windy,dia tidak mau suaminya kena marah


"tidurlah,papa akan panggil dokter" ucap Cyano


Setelah 20 menit dokter pun datang


Dia memeriksa Windy secara detail


"sebaiknya nonya di bawa ke dokter kandungan tuan,untuk memastikan kebenarannya," ucap dokter


"apa maksudmu dokter" ucap Alva khawatir


"kemungkinan nonya hamil tuan" ucap Dokter


"Apa??? Istriku hamil dok" ucap Alva senang


"sepertinya begitu,biar dokter kandungan saja yang memeriksa, agar lebih jelas" ucap dokter


Cyano segera menghubungi dokter kandungan kenalannya


Dokter itu tiba di rumah mereka,setelah 15 menit


"dok gimana hasilnya" ucap Alva begitu dokternya selesai memeriksa istrinya


"selama nak,istri kamu positif hamil,usia kandungannya memasuki minggu ke empat" ucap Dokter kandungan tersebut


"benarkah,makasih ya Allah ,engkau mempercayakan anak untuk kami" ucap Alva bersujud


"sayang,kamu hamil,kita akan punya anak" acap Alva penuh bahagia,dia memberi ciuman bertubi tubi untuk istrinya.


Windy sangat senang,dia menangis haru,

__ADS_1


"sayang,kenapa menangis,apa kamu gak suka" ucap Alva


"aku terharu ,air mata ini karna bahagia " ucap Windy


"sayang,,makasih ya kamu mau mengandung anakku" ucap Alva


"ini anak kita,aku sangat senang,aku gak nyangka bisa hamil secepat ini" ucap Windy memegang perutnya


"selamat ya nak,sebentar lagi kalian akan jadi orang tua" ucap Cyano dia tak kalah bahagianya dengan anak dan menantunya


"makasih pa" ucap Windy


"selamat anak bandel,kau berhasil,sekali tendang langsung gol" ucap Cyano


"hahaha papa bisa aja,makasih ya pa, pilihan papa yang terbaik" ucap Alva memeluk Cyano,Cyano membalas pelukan putranya


"dok apa ada makanan atau minuman yang harus di hindari" ucap Slva setelah melepaskan pelukannya


"ada,ikan yang mengandung merkuri tinggi, ikan mentah atau di masak setengah matang,daging mentah atau setengah matang,telor mentah,hati atau organ hewan serta susu dan keju yang tidak di pasteurisasi,karna mengandung bakteri salmonella,bakteri ini meyerang usus,tiak baik untuk ibu hamil muda


"baik dok,terimakasih" ucap Alva


Cyano mebgantar dokter tersebut sampai depan rumah


Setelah mengetahui kehamilan Windy,Cyano langsung merenopasi satu kanar di lantai bawah,kamar itu sama persis dengan kamar Akva dan istrinya yang di lantai atas


"sayang ,kita pindag je bawah iya,akan terlalu beresiko buat kamu naik turun tangga" ucap Alva


"ia,aku juga berpikir begitu" jawab Windy


Alva meminta beberapa pelayan di rumahnya untuk memindahkan barang mereka dari kamar atas ke kamar bawah.


Mereka menyusun semuanya sesuai keinginan Windy


"sayang,kamu jangan kerja lagi ya,aku takut kamu kecapean" ucap Alva


"tapi gimana dengan kerjaan aku" ucap Windy


"biar Gilbran aja yang mengambil alih kerjaan kamu" ucap Alva


"jika kandungan kamu sudah mulai besar, aku akan sering sering bawa kamu ke kantor supaya kamu gak bosan, tapi untuk sekarang aku mohon jangan kerja lagi ya " ucap Alva


"iya baiklah, mau gimana lagi " ucap Windy


"aku akan minta Rosa, agar sering sering main ke sini " ucap Alva


"benarkah, makasih ya, aku akan senang kalau ada dia " ucap Windy


"apapun untuk istri ku" ucap Alva


Windy


🌷🌷🌷


Rosa sedang sibuk dengan pulpennya di atas kertas, dia membuat desain rancangan terbarunya.


"bu ada yang mencari ibu " ucap Camelia(meli)


"siapa mel" ucap Rosa


"gaj tau bu, dia laki-laki" ucap Meli


Rosa pergi menemui orang tersebut


"Gilbran " kaget Rosa


"hai Ros" ucap Gilbran


"lo, ngapain kesini " tanya Rosa


"ketemu lo, gak boleh ya " ucap Gilbran


"buat apa, tumben " ucap Rosa

__ADS_1


"gak ngajak masuk gue nih " ucap Gilbran


"ops, sory gue lupa, yuk kita keruangan gue aja " ucap Rosa


"wah, hebat juga ya lo, butik lo ramai sekarang" ucap Gilbran


"emang lo pernah liat nih butik" ucap Rosa


"pernah, waktu itu butik ini masih dalam tahap awal " ucap Gilbran


"iya gue sangat bersyukur, semenjak gue mendesain langsung pakaian disini butik ini banyak pelanggan " ucap Rosa


"Ros, lo ada acara gak malam ini " ucap Gilbran


"tidak, gue hanya tinggal beresin nih desain gue " ucap Rosa


"lo temanin gue ya, gue pengen ke kondanngan " ucap Gilbran


"acara apaan " ucap Rosa


"ultah, gue pengen bareng lo" ucap Gilbran


"ok, tapi ada bayarannya " ucap Rosa


"What ?? Bayaran" kaget Gilbran


"usah kaget gitu kali, lo cuma temanin gue belanja, ada beberapa barang yang mau gue beli, gue akan kewalahan bawanya, makanya gue ajak lo" ucap Rosa


"kalo itu gue mau, gue kira ngapain " ucap Gilbran


"emang maksud gue ngapain, lo jangan mikir macem macem ya, gue bukan cewek murahan " ucap Rosa


"sory, gue cuma kaget aja dengar lo minta bayaran " ucap Gilbran


"idih,,, jadi orang jangan mesum, nanti otak lo gersek" ucap Rosa


"siapa yang mesum, gue cuma nanya kok " ucap Gilbran


"eh, Bdw gimana kabar Windy sama Alva, gue udah dua minggu gak chat'an sama dia " ucap Rosa


"non Windy lagi hamil, dia sering muntah muntah " ucap Gilbran


"hamil, serius lo" ucap Rosa senang


"serius dong, masa gue bo'ong" ucap Gilbran


"ahhh syukurlah, semoga dia dan bayinya sehat " ucap Rosa


"amin"


"udah berapa lama kandungan dia" ucap Rosa


"kalo gak salah sekitar dua bulanan gitu" ucap Gilbran


"ooohh" Rosa manggut-manggut


"mereka beruntung,begitu diadon langsung jadi " ucap Gilbran


"maksud lo, pernikahan mereka kan udah lima bulan " ucap Rosa


"iya sih, tapi dalam waktu tiga bulan lebih mereka tidak melakukannya" ucap Gilbran


"lah kenapa, sok tau lo" ucap Rosa


"tau dong, tuan muda itu mengalami trauma " ucap Gilbran menceritakan semuanya


"trus, kenapa dia mau nikahin Windy"


ucap Rosa


"balas budi, hanya sebatas balas budi " ucap Gilbran


"maksud lo, gue gak ngerti "bingung Rosa

__ADS_1


"pak Cristofel papanya non Windy meninggal karena menyelamatkan tuan Cyano, waktu itu tuan buru buru mau jemput tuan muda Alva ke bandara


__ADS_2