PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 48 Tinggalkan Jejaknya iya readers


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di tempat lain seorang wanita sedang menangisi kebodohannya, orang yang memintanya berhianat ternyata hanya ingin menghancurkan dirinya.


Tapi dengan bodohnya dia menuruti kemauan orang itu.


Begitu pesan Windy masuk di hp Jhon,manajer restoran itu , dia langsung nenanggil wanita itu dan nemecatnya.


Wanita itu sempat menolak tuduhan itu, dia bersi keras mengatakan kalo semua itu fitnah, namun saat Jhon menunjukkan video rekaman dirinya , dia tidak bisa berbuat apa apa lagi.


Saat itu juga dia di usir dari restoran itu.


"maafkan saya pak, saya janji tidak akan mengulanginya" ucap wanita itu


"kami tidak butuh karyawan iblis sepertimu" ucap Jhon


"pak tolong maafkan saya, saya hilaf pak " ucap wanita itu


"kau sudah merusak kepercayaan ku, tidak ada lagi maaf bagimu " ucap Jhon


"aku mohon pak, aku tidak punya penghasilan, jika bapak memecatku, bagaimana dengan orangtua ku " ucap Talia


"itu bukan urusan ku, jika kamu tau itu kenapa menghianati ku, harusnya kamu bersyukur di terima bekerja disini " ucap Jhon


"aku minta maaf atas kesalahan ku pak, tapi tolong jangan pecat aku" ucapnya memohon


"maaf, aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama, sekarang pergi dari sini, pergi " usir Jhon


Talia berusaha meminta maaf, namun usahanya sia sia ,Jhon meminta satpam untuk mengusir Talia.


Sejuta sesal di dalam hati Talia setelah kehilangan pekerjaannya, dia yang sangat membutuhkan pekerjaan itu,harus gigit jari karna kebodohannya.


Penyesalan memang selalu datang terlambat, namun apa boleh buat nasi telah menjadi bubur


*Jadilah bijak agar dirimu tidak sesat *


mungkin itulah kata yang tepat untuk Talia saat ini.


🌷🌷🌷


Alva dan Windy duduk di kursi taman,menikmati kopi hangat


"sayang, aku gak setuju dengan keputusan papa, gak baik buat dia pergi ke tempat jauh tanpa Gilbran ataupun kita " kata Windy


"aku juga kurang setuju, tapi kamu tau papa kan, jika dia sudah memutuskan untuk pergi, tidak ada yang bisa mencegahnya, dia tetap akan pergi meski sudah di larang " ucap Alva


"tapi sayang, siapa yang akan mengurusnya di sana " ucap Windy khawatir


"sayang kamu gak usah khawatir, ada Martin dan Daniel yang akan menjaganya, di sana juga ada pembantu kita yang akan mengurus semua keperluan papa" tutur Alva


"iya udah deh, semoga semuanya berjalan baik" ucap Windy


"sayang makasih ya, kamu mengkhawatirkan papa"


"aku sayang papa sayang, papa sama dengan papaku, dia sangat menyayangi ku, karna itu aku gak rela papa pergi " ucap Windy menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya


"sayang kamu jangan sedih, papa pergi untuk kembali, dia pergi hanya untuk sementara waktu, jika Gilbran sudah siap mengambil alih perusahaan itu, papa akan kembali ke sini " jelas Alva


"sayang aku boleh minta sesuatu gak" ucap Windy


"iya boleh dong sayang, apapun permintaan istri ku akan aku penuhi " ucap Alva


"yakin apapun " ucap Windy


"tentu sayang apapun " tegas Alva


"sayang, aku ingin pergi ke luar negeri bersama BOON dan Angel " ucap Windy


"sayang, kamu mau pergi sama anak anak tanpa aku" ucap Alva, hatinya sakit mendengar permintaan istrinya


"iya sayang, boleh kan " ucap Windy memandang wajah suaminya


"ga gak boleh, aku tidak akan mengizinkan mu pergi tanpa ku" tegas Alva


"kenapa sih sayang kok gak boleh " ucap Windy mengerutkan keningnya bingung


"nanti kamu di lirik orang sayang" ucap Alva


"sayang perginya kan sama anak anak " ucap Windy


"pokoknya tanpa aku gak boleh, istri tercinta ku ini akan pergi jika bersama suaminya. Kalo kamu ingin honeymoon ayo kita pergi sama sama" ucap Alva


"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu sayang"


"sayang kamu dan anak anak yang terpenting bagiku, untuk pekerjaan aku bisa minta Gilbran atau yang lainnya, asalkan istri dan anak anakku bahagia " tutur Alva


"makasih ya sayang, kamu selalu mencintai ku, aku hanya iseng, aku pikir kamu akan dengan mudahnya mengizinkan ku pergi " ucap Windy

__ADS_1


"sayang kamu segalanya bagiku, tidak mungkin aku membiarkan kalian pergi tanpa aku ,aku tidak mau kehilangan kalian " ucap Alva mencium istrinya


"makasih sayang, aku juga tidak akan kemana mana tanpa suamiku ini " ucap Windy memainkan jari jemarinya di dada bidang suaminya


"sayang kau menggoda ku, jangan salahkan aku jika memakanmu di sini" ucap Alva


bukannya berhenti, tangan Windy justru semakin liar, membuat Alva mendesah


Ahhhhhh


"sayang" ucap Alva dengan mata penuh g*****


Windy membalasnya dengan senyuman, dan mengedipkan sebelah matanya .


Melihat reksi dan perlakuan istrinya si terong hijau pun berdiri. Dia mencium bibir istrinya dengan lembut dan m******nya


"sayang" desahnya


Windy memainkan matanya memberi kode, tanpa pikir panjang Alva langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mereka.


Pelepasan bibit tanaman baru pun terjadi pagi itu ,mereka seakan tidak peduli dengan orangtua dan anak anak mereka yang bermain di ruang tamu


"opa kenapa papa gendong mama , apa mama sakit " tanya Angel khawatir


"bukan, mamamu hanya malas jalan, makanya papamu menggendongnya" jelas Cyano yang sudah paham akan kelakuan anak dan mantunya.


"mama kok manja sih opa, kan udah gede " ucap Angel


"ada kalanya orang gede manja, kaya mama kamu, sama seperti kalian " jawab Cyano


"o… oh iya udah deh, yang penting mama gak sakit " kata Angel


Gimana dengan si tumuke 😮😮😮 dia hanya diam seribu bahasa .


💕ah paling mereka berciuman, gelitian kaya hari itu, sampai tidak sadar dengan kedatangan ku, karna keasyikan tertawa 💕


Tumuke memang pernah melihat orangtuanya berciuman, dia sempat kaget dan menyembunyikan wajahnya di balik pintu,


namun saat mendengar suara tawa dia melihat kembali ternyata Alva dan Windy sedang main gelitikan,


melihat keharmonisan papa dan mamanya hatinya senang, dia pun pergi membiarkan adegan romantis itu.


"kak Cantika kenapa kakak diam aja dari tadi, apa kaka sakit" tanya Angel khawatir


"ga non, aku cuma memperhatikan tumuke " ucap Cantika


"maaf Tumuke, maksud aku, memperhatikan pelajaran mu" ucap Cantika takut Alva mengoloknya


"jangan terlalu sering memandang ku, nanti ketampananku berkurang " ucap BOON


"hey kakak, jangan marah padanya, kak Cantika hanya melihat laptop mu"kesal Angel


"sudah jangan ikut campur, selesaikan pr mu" ucap BOON dingin


"ihhh, dasar si tuan ES " ucap Angel mengangkat bibirnya


"Tumuke, aku boleh gak di ajarin" pinta Cantika


"belajar sama Angel, jangan sama ku, aku lagi sibuk " ucap BOON dengan nada datarnya


"kakak, sesekali bolehin Cantika dong, jangan gitu mulu" ucap Angel


"dek, kamu saja yang mengajarinya, aku lagi sibuk " pinta BOON


"iya udah deh, sini kak, kita belajar bareng " ajak Angel


Angel dengan sabar mengajari


Cantika memakai laptop nya, meski sulit, tapi dia tidak menyerah, dia terus mengajarinya sampai Cantika paham


Alva dan Windy baru selesai bercocok tanam, mereka benar benar menghajar habis pagi itu


😅😅😅😅😅,


Untung aja hari libur, kalo gak mereka pasti terlambat pergi ke kantor.


Alva berbaring di samping istrinya, habis sudah tenaganya, bilur keringat membasahi tubuhnya .


"sayang makasih ya, kau membuatku merasakan kenikmatan yang luar biasa " ucap Alva


"aku senang bisa menandingimu, tapi tubuhku seakan remuk semua, aku sungguh tak berdaya lagi " ucap Windy


"tapi enak kan sayang" goda Alva


"enak dong, kalo gak ngapain dilakuin" balas Windy


Hahaha

__ADS_1


Mereka tertawa bersama


Toktoktok


"mama ,papa bukain pintunya " teriak Angel


"sayang ada Angel, gimana nih " bingung Windy


"sayang bentar ya mama lagi mandi " ucap Windy mengelabui anaknya


"iya udah, Angel pergi dulu ma" ucap Angel berlalu pergi


"ahhh selamat,hampir saja" ucap Windy dan Alva bersamaan


Mereka memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai, lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah 2o menit mereka menemui Angel dan yang lainnya di ruang tamu.


"ma, pa, kok lama banget sih mandinya " ucap Angel


"iya lama dong sayang, kan habis mama, papa lagi " ucap Windy padahal mereka mandi bersama


"pa, ma, kita pergi yuk" ajak Angel


"kemana?" tanya Windy dan Alva bersamaan


"kemana aja pa, ma, yang penting kita go" ucap Angel


"kakak maunya ke mana ?" tanya Alva


"terserah papa aja, aku ok ok aja" ucap BOON


"iya udah kita ke TMII aja gimana, setuju gak " tanya Windy


"oke, lets go" ucap BOON dan Angel bersamaan


Mereka berangkat bersama, Cyano juga ikut bersama mereka .


Setibanya di sana mereka naik kereta gantung, dan beberapa wahana lainnya.


Cantika yang belum pernah menaiki wahana merasa pusing dan mual, dia sungguh tidak sanggup melanjutkan menaiki wahana gantung itu,akhirnya mereka memilih wahana lainnya.


Banyak permainan anak anak di sana, sehingga mereka sangat senang,


BOON dan Angel menaiki roller coaster, walaupun Alva dan Windy melarang mereka, tetap saja mereka naik,


mereka hanya cengengesan mendengar nasihat orangtuanya, bukannya Windy takut, atau gimana, dia hanya gak mau Anak anaknya meninggalkan Cantika sendirian, karna Cantika takut naik wahana itu.


"pa, ma, makasih ya udah mau nemanin kita ke sini " ucap Angel menggandeng tangan Alva dan Windy


"apapun untuk gadis dan jagoan papa" ucap Alva mencium pipi putra putrinya


"pa, aku lapar " rengek BOON


"jelek amat sih, masa jagoan merengek kaya gitu, kaya banci kamu" goda Alva


"hey pa, aku memang lapar, aku gak merengek " bantah BOON


"oh iya, jadi jagoan mama lapar nih " ucap Windy mensejajarkan dirinya dengan putranya


"iya ma, BOON lapar, kita makan yuk"


ucap BOON dengan wajah memelas


"sayang kita cari makan yuk, Angel juga lapar kan,Cantika juga" ucap Windy


Angel dan Cantika menganggukkan kepalanya pelan


"ok, go" ucap Alva ?


Setibanya di Dapur Kurnia, mereka memesan makanan dan minuman kesukaan mereka


Waktu cepat berlalu, tak terasa sudah sore, mereka kembali ke rumah


Cyano sengaja ikut bersama mereka, dia ingin menghabiskan hari harinya bersama cucunya sebelum dia berangkat ke Jerman untuk mengurus perusahaan di sana


"pa, urungkan saja niat papa ya berangkat ke Jerman " pinta Windy


"gak bisa Win, kalo Gilbran gak mau kesana, musti papa yang pergi" jawab Cyano


"kan ada manajer andalan papa di sana " jelas Windy


"iya, tapi kalo ga di pantau, bisa bisa terjadi hal yang tidak diinginkan " ucap Cyano


"tapi pa… "


"sayang udah, papa aman di sana, jangan khawatir " ucap Alva menengahi perdebatan kecil istri dan ayahnya

__ADS_1


__ADS_2