PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 2 Selamat membaca


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sudah lebih setengah tahun Rania di rawat di rumah sakit, tapi kondisi nya semakin hari semakin menurun


"pa, kita pulang aja ya, mama g apa apa" ucap Rania


"mama belum sehat, kita akan pulang kalau mama sudah sembuh " ucap Cristofel


" pa, mama g mau Windy putus sekolah, sebentar lagi dia akan wisuda " ucap Rania


"mama tenang aja, Windy tetap sekolah ma, uang tabungan papa masih lumayan banyak " ucap Cris


Dia tidak mau istrinya tau tentang keuangan mereka, sebisa mungkin dia dan Windy selalu berkata demikian, padahal mereka sangat kesulitan mencari uang.


Rania juga tidak tau kalau Windy bekerja untuk membantu pengobatan nya. Tapi namanya seorang istri dan ibu tentu punya firasat, dia tidak percaya dengan perkataan suami dan anak nya


"tidak pa, mama tau kalian tidak punya uang, mama g mau kalian hidup menderita gara gara mama" ucap Rania


"mama ngomong apa sih, kita tidak menderita kok ma, uang tabungan papa masih banyak, mama lupa ya Windy kan dapat beasiswa ma, pokoknya mama harus sembuh, Windy gak bisa hidup tanpa mama" ucap Windy yang baru tiba di tempat itu


"Windy, kamu kok cepat pulang nya nak" ucap Cris


"iya pa, mata kuliah Windy sikit" ucap windy


"sayang mama g mau ngerepotin kalian " ucap Rania


"mama gak ngerepotin kita ma, pokoknya mama gak boleh ngomong gitu lagi, Windy mau mama sembuh, Windy ingin kaya dulu lagi ma, Windy pengen belaian mama, kasih sayang mama, ingin curhat sama mama, Windy ingin tetap sama mama" ucap Windy, tanpa sadar setetes butiran bening jatuh di pelupuk matanya

__ADS_1


"mama lihat anak kita, apa mama tega melihat dia sedih " ucap Cris


" mama akan sembuh sayang, jangan sedih ya, kamu harus selesaikan kuliah kamu " ucap Rania


"mama janji ya ma, mama harus ikut di hari wisuda Windy nanti" ucap Windy


"iya sayang" ucap Rania


Dia tau Windy sangat membutuhkan nya, karna itu dia berbohong, dia ingin Windy menyelesaikan kuliah nya. Sebenarnya dia tidak bisa sembuh, dia juga tau dia akan segera berpisah dari orang orang yang di cintainya. Walaupun dia cuci darah secara rutin, tapi penyakit nya yang sudah parah kecil kemungkinan untuk sembuh .leukemia atau kanker darah sangat sulit di sembuhkan. Seandainya dia mendapatkan perawatan sejak awal terkena penyakit itu, masih banyak kemungkinan untuk sembuh


Cristofel yang sangat mencintai istrinya juga menginginkan kesembuhan nya, dokter sudah mengatakan semuanya padanya, tapi dia tetap ingin istri tercinta nya sembuh, apapun akan dia lakukan untuk istri dan anaknya


Setiap harinya mereka menjalani hidup dengan pas pasan, Windy membawa bekal, begitu juga Cris, mereka tidak mau mengeluarkan uang untuk jajan atau makan, uang itu mereka gunakan untuk pengobatan Rania


Suatu hari Cristofel duduk bersandar di kursi ruang tamu


Dia memijat kepalanya


Windy melihat papanya seperti itu tau, mereka butuh uang lagi


" pa, ini gaji ku bulan ini, semoga ini bisa membantu " ucap Windy


"kamu kan butuh uang juga nak, itu untuk keperluan kamu saja" ucap Cris


"Windy udah sisain untuk keperluan Windy pa, papa pakai uang ini ya, mama harus tetap cuci darah" ucap Windy


"terimakasih nak, kamu sudah banyak membantu papa, harusnya ini tanggung jawab papa"ucap Cris

__ADS_1


"pa, ini juga kewajiban Windy,sebagai anak Windy harus bantu papa demi kesembuhan mama" ucap Windy


"papa bangga punya kamu sayang, kamu sama seperti ibumu " ucap Cris


Dia memeluk putri nya dengan penuh kasih sayang


Hari, minggu, bulan pun berlalu, kondisi Rania semakin melemah, tapi dia meminta dokter untuk merahasiakan nya dari suami dan anaknya. Dia tidak mau mereka cemas atau sedih apalagi di hari istimewa Windy


"ma besok Windy wisuda, Windy pengen mama ikut, tapi kondisi mama g memungkinkan " ucap Windy sedih


"sayang mama pasti datang liat kamu, dokter bilang kondisi mama membaik, jadi mama bisa datang " ucap Rania


"tapi mama sangat lemas, mana mungkin mama bisa ikut " ucap Windy


"kan mama udah bilang kondisi mama membaik sayang" ucap Rania


"syukur lah ma, semoga mama cepat sembuh, tapi mama harus janji, mama g boleh capek "ucap Windy


"iya sayang, begitu giliran kamu selesai mama akan kembali ke sini " ucap Rania


"iya ma, Windy pergi dulu ya ma" ucap Windy mencium punggung tangan mamanya, kemudian pipi kiri dan kanannya


🌷🌷🌷


Hari yang di tunggu pun tiba ,Windy memakai kebaya abu rokok ,kebaya yang sangat cocok untuk dirinya.


Sampai di rumah sakit dia ragu untuk masuk, dia mondar mandir di depan pintu ruangan ibunya, antara senang dan sedih menyelimuti pikirannya

__ADS_1


__ADS_2