
💕kenapa ya peresaan ku gak karuan gini, aku sangat senang bisa menyelesaikan kuliah ku, sebentar lagi aku punya gelar sarjana, tapi aku juga merasa sedih, aku tidak ingin pergi, aku ingin selalu di dekat mama, apa mama baik baik aja ya, kata dokter kondisi mama sedang membaik, dia bisa datang melihat ku nanti, entah kenapa aku merasa gelisah, aku bingung dengan perasaan ini, semoga saja aku hanya grogi, bukan perasaan apa apa💕
Windy terus membatin dia sungguh tak mengerti dengan perasaan gelisah yang dia rasakan kini.
"Windy kenapa masih di sini nak, nanti kamu terlambat " ucap Cristofel
"pa, apa aku gak usah ikut wisuda ya" ucap Windy
"loh kenapa? " tanya Cris
"aku gak mau ninggalin mama pa, aku ingin di samping mama" ucap Windy
"mama kan baik baik aja Windy, kamu dengar kata dokter kan, mama bisa datang nanti liat kamu " ucap Cris
"iya sih pa, tapi entah kenapa aku merasa berat tinggalin mama" ucap Windy
"Windy kamu gak boleh gitu, kamu tau kan itu yang sangat di inginkan mama mu, kalau kamu batal wisuda mama mu akan kecewa, dia bisa drop lagi " ucap Cris
"tapi pa"
" kamu harus yakin nak, mama kamu pasti senang melihat kamu menyandang gelar sarjana, mungkin karena itulah kondisi mama mu makin membaik akhir akhir ini " ucap Cris memotong ucapan Windy
"baik pa, aku ke dalam dulu, pamit sama mama" ucap Windy
Ceklek
Rania menoleh
"Windy kamu cantik sekali sayang" ucap Rania
__ADS_1
"benarkah ma, Windy merasa biasa aja " ucap Windy
"kamu sangat cantik sayang, akhirnya putri mama wisuda, mama senang sayang, semoga kamu dapat pekerjaan yang baik nanti " ucap Rania
"Amin, Windy juga senang ma, tapi Windy lebih senang kalo mama cepat sembuh " ucap Windy
"mama pasti sembuh sayang, mama pengen lihat putri mama yang cantik ini sukses " ucap Rania
"iya ma, Windy janji, akan jadi kebanggaan mama sama papa " ucap Windy
"iya sayang, ya udah sekarang kamu berangkat nanti terlambat " ucap Rania
"iya ma, Windy pamit ya ma" ucap Windy mencium kening, pipi,dan tangan ibunya, lalu mencium punggung tangan ayahnya
Rania menepati janjinya, dia datang bersama Cristofel suaminya ke acara Wisuda putrinya.
Setelah giliran Windy selesai dia menyempatkan waktu untuk berfoto bersama keluarga, dia sangat bahagia di hari istimewa nya ini, dia di dampingi oleh kedua orangtua nya.
"Windy, selamat ya sayang, sukses selalu " ucap Cris
"selamat putri cantik mama, semoga sukses ke depannya " ucap Rania
"iya ma, pa makasih untuk semuanya" ucap Windy
"sayang mama pulang dulu ya, kamu lanjutkan acaranya " ucap Rania
" iya ma, begitu acaranya selesai Windy langsung pulang " ucap Windy
"papa anter mama ya nak, jaga diri kamu " ucap Cris
__ADS_1
"dah… ma, pa" ucap Windy melambaikan tangannya
Windy kembali bergabung dengan yang lainnya
🌷🌷🌷
Saat perjalanan pulang ke rumah sakit ,Rania meminta pulang ke rumah nya
"mama harus segera mendapatkan perawatan, kalau sudah sembuh kita kan pulang ke rumah " ucap Cris
"pa, izinkan aku melihat rumah kita untuk terakhir kalinya " ucap Rania
"mama ngomong apa sih, mama akan tetap di sana, kalau mama sudah sembuh " ucap Cris
"aku mohon pa, izinkan aku ke rumah sebentar saja " ucap Rania penuh harap
"baiklah, tapi hanya sebentar ya ma" ucap Cris
"iya pa, makasih ya pa" ucap Rania
20 menit kemudian mereka sampai rumah
Rania mengelilingi rumahnya, Cris mendorong kursi roda istrinya sesuai petunjuk istrinya, ruangan terakhir yang di lihatnya, kamar putri nya
"pa, video kan aku ya " ucap Rania
"untuk apa ma" ucap Cris. Dia heran dengan permintaan istrinya
" papa video kan aja ya " ucap Rania memelas
__ADS_1
Mau tidak mau Cris menuruti kemauan istrinya