PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 47


__ADS_3

Jangan lupa like, koment dan votenya iya


Author belum dapat vote,😭😭😭😭😭😭 tolong bantu author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Alva dan Windy masuk ke dalam ruangan presdir, mereka duduk sambil berbincang


"sayang, kamu temani aku ya, Gilbran gak datang lagi" pinta Alva setelah memutuskan sambungan telfonnya


"ok, aku juga pengen liat perkembangan restauran kita" ucap Windy


"Gilbran bilang, ada masalah dikit " ucap Alva


"mungkin ada parasit di sana, kita coba selidiki" ucap Windy


"parasit, maksudnya? " bingung Alva


"pasti salah seorang dari karyawan di sana membocorkan rahasia kita " ucap Windy


"mungkin juga sayang, selama ini, tidak pernah ada masalah " ucap Alva


"bagaimana dengan perusahaan kita yang di kota K, apa masalahnya udah kelar " tanya Windy


"sudah, Bagas bisa mengatasinya " jawab Alva


"baguslah, dia selalu bisa di andalkan " ucap Windy


"dia orang yang jujur, baik, dan kreatif, aku bangga padanya " ucap Alva


"kalo dia sadar bahwa pekerjaan yang dia jalankan itu merupakan sumber kehidupannya, dia tidak akan mengotori mata air itu, tapi kalo dia hanya memburu keuntungan tanpa memikirkan masa depan, dia akan menghalalkan segala cara " tutur Windy


"benar sayang, dia selalu berpikir matang dalam mengambil keputusan


" ucap Alva


"oh iya sayang, kembali ke restoran tadi, aku udah meminta data data karyawan di sana, mungkin ini bisa membantu " ucap Windy


"iya udah, kalo gitu kita makan malam di sana " ucap Alva


Windy mengambil benda pipi di saku celananya, dia menghubungi BOON, agar putra putrinya tidak menunggu mereka . BOON dan Angel tidak keberatan akan hal itu, mereka memaklumi kesibukan kedua orangtuanya.


"gimana sayang" tanya Alva


"it's oke, mereka akan bersama Alvin selama kita belum pulang " ucap Windy


"pantas aja, kalo ada Alvin mereka aman" ucap Alva


Menjelang malam mereka pergi ke restoran itu sebagai pelanggan biasa.


Mereka memesan beberapa menu kesukaan mereka.


Seorang pelayan pria datang mengantarkan pesanan mereka


"silakan pak, bu" ucap pria itu ramah


" makasih " jawab Windy


Mereka menikmati makan malamnya dengan di bumbui canda tawa


"ternyata rasa makanan di sini masih sama, malah makin enak " puji Windy


"iya sayang,chanswu memang yang terbaik " ucap Alva


Chanswu adalah Chef terbaik di restoran milik keluarga Cyano


Windy menangkap sesosok wanita yang mencurigakan, dia memperhatikan wanita itu di layar HP suaminya.


"sayang, lihat, " ucap Windy menunjuk hp Alva


"gerak geriknya mencurigakan " ucap Alva


Windy berjalan ke arah kamar mandi, dan melihat wanita itu memberikan secarik kertas dan menerima bingkisan .tidak sadar dirinya di perhatikan, dia membuka amplop itu, ternyata di dalamnya sejumlah uang tunai.

__ADS_1


"ahh, gampang juga nyari duit " ucap wanita itu


Windy kembali duduk,dia memperlihatkan video kejadian tadi kepada suaminya


"bagus sayang, kamu dengan mudah menemukan pelakunya " ucap Alva


"mungkin dia pikir, dia aman dengan pekerjaannya, karna di sana memang tidak ada cctv" ucap Windy


"kita keruangan manajernya sekarang " ucap Alva


"tidak, aku akan kirim lewat WA,jika kita ke sana, akan mengundang rasa curiga " ucap Windy


"baiklah sayang, sesuai keinginan mu " ucap Alva


Mereka kembali setelah menghabiskan makanannya


🌷🌷🌷


Cyano duduk di kursi kebesarannya, dia menatap lekat foto di tangannya.


💕aku menepati janjiku padamu,dia hidup bahagia bersama istri dan kedua anaknya,


Dia bukan darah dagingku, tapi aku sangat menyayanginya,


Dia tidak akan menderita sepertimu,


Aku akan membuatnya merasakan kasih sayang selama hidupku,


Maafkan aku, karna terlambat menolong mu,


Kau sahabat terbaik ku, aku tidak akan melupakan semua kebaikan mu.💕


Tanpa perintah darinya butiran kristal jatuh di pelupuk matanya.


Kenangan indah saat bersama dulu, terbayang di otaknya.


Kenangan dimana mereka berbagi suka dan duka.


Mereka sama sama berasal dari keluarga miskin,


Tidak ada keluarga, tidak ada teman,


mereka hidup sebagai gelandangan selama beberapa bulan,


Bahkan tidurnya terkadang di bawah kolong jembatan.


Pertemuan mereka berawal dari penindasan,


Cyano yang saat itu melihat Bramantio di tindas oleh beberapa preman, langsung menolongnya,


preman itu lari terbirit birit,


Sejak saat itu mereka berteman dan memulai usaha kecil kecilan,


Beberapa kali usaha mereka gagal, tapi mereka tidak patah semangat,


Mereka terus berusaha dan berusaha,


Setelah beberapa tahun usaha mereka mulai maju hingga mencapai kesuksesan.


Toktoktok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya, dia menimpan foto itu di laci meja kerjanya.


"Tuan, ini sudah malam, waktunya kita pulang " ucap Martin


"mm iya, aku sedikit sibuk" ucap Cyano menutupi kesedihan di wajahnya


Mereka sampai di rumah sekitar pukul 7.45.


BOON dan Angel berhambur ke pelukannya


"opa,kenapa pulang malam " ucap Angel

__ADS_1


"maaf sayang, opa ada kerjaan tadi " ucap Cyano


"opa, sebaiknya opa jangan kerja lagi, kan ada mama sama papa yang cari uang buat kita " ucap BOON


"Sayang opa gak betah di rumah,opa bosen " ucap Cyano


"kan ada kita yang nemanin opa" ucap Angel


"kalian kan sekolah " ucap Cyano


"kan cuman bentar opa,kalo opa kerja, sakit gimana" ucap Angel


"cucu opa yang cantik dan ganteng, opa itu masih kuat, jadi gak akan sakit " ucap Cyano


"opa udah makan belum " tanya BOON


"udah, opa makan sama om Martin " ucap Cyano


"sayang, opa kan capek nak, kenapa duduk di pangkuan opa" ucap Windy


"gak apa, biarin aja " ucap Cyano


"BOON, Angel, kalian belajar ya sayang, mama mau ngomong sama opa" ucap Windy


"baik ma" jawab mereka kompak


"Martin tolong bantu mereka ya, aku sama papa mau bicara " ucap Windy


"baik non" jawab Martin ,dia mengikut BOON dan Angel ke ruang belajar


"Alva mana Win " tanya Cyano


"di kamar pa, bentar lagi datang" ucap Windy


Dalam hitungan menit Alva datang, dia duduk di samping istrinya .di saat yang sama Gilbran, Rosa dan kedua anaknya datang dan bergabung dengan mereka


"Findo, Gavin, kalian ke ruang belajar ya, Boon sama Angel ada di sana, juga om Martin " ucap Windy


"baik nonya " ucap mereka berlalu pergi


"pa, ada apa, kenapa meminta kita ngumpul di sini " tanya Alva


"begini, papa sudah memikirkan dengan matang, saya sudah memutuskan untuk perusahaan kita di luar negeri, Gilbran yang akan mengurusnya, aku yakin perusahaan itu akan maju di tangan kamu " ucap Cyano memandang Alva dan Gilbran bergantian


"gak tuan, aku tidak mau jauh dari kalian, biarkan aku mengabdi sama tuan " ucap Gilbran


"Meskipun kalian tinggal di sana, kau tetap bisa mengabdi pada keluarga ini, dengan menjaga dan mengembangkan perusahaan itu " jelas Cyano


"maaf tuan, tapi aku tidak bisa menerima itu semua " ucap Gilbran


"aku berat berpisah dari kalian, tapi apa yang dikatakan papa benar, sudah waktunya kamu memimpin perusahaan itu " ucap Alva


"iya, aku juga setuju sama papa dan mas Alva, ini waktunya buat kalian mengembangkan perusahaan itu, soal papa jangan khawatir, ada Martin dan Daniel yang akan menjaganya. " tutur Windy


"aku gak bisa tuan, Findo sama Gavin juga tidak mungkin mau berpisah dari Tumuke dan non Angel" ucap Gilbran


"awalnya memang berat, tapi aku yakin mereka akan mengerti " ucap Cyano


"maaf om, Al, Win, aku juga gak setuju pindah ke sana, aku punya tanggung jawab untuk Rosa butikqu " ucap Rosa


"kalian bisa membuka butik di sana, sebagai cabang Rosa butikqu, tidak perlu khawatir " ucap Cyano


"aku tau maksud tuan baik, tapi untuk sekarang kami belum bisa " ucap Gilbran


Cyano menarik nafas dalam, dia bingung harus bilang apa, dia ingin Gilbran berdiri sendiri, tapi dia malah memilih tetap bersama keluarga Cyano.


"baiklah jika kalian belum bisa menerima keputusan saya, biar saya dan Martin yang berangkat ke sana" ucap Cyano


"tapi Pa, papa kan udah tua, gak mungkin papa pergi ke sana, lagipula anak anak gak bisa jauh dari papa" ucap Windy


"iya pa, mereka akan merasa kehilangan " ucap Alva


"aku akan beri mereka pengertian, mereka anak anak yang pintar, mereka pasti menerima penjelasan ku nanti " ucap Cyano

__ADS_1


Mau gak mau mereka menuruti kemauan Cyano


__ADS_2