
Selalu tinggalkan Jejaknya iya readers ππππ
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Beberapa jam kemudian, Dokter memeriksa kondisi Alva
Dan saat itu Rosa dan Gilbran bangun dari tidurnya
Mereka menghampiri Windy yang berdiri sedikit menjauh dari Hospital Bed tempat suaminya berbaring
"Apa Alva udah sadar Win " tanya Rosa berbisik
"Iya Ros, tapi dia tidak mengingat apapun keculai(ehππππkecuali maksudnya) Angel si putri kecilnya " ucap Windy
"What?, Alva hilang ingatan maksudnya? " kaget Rosa
"Sepertinya iya, dia bahkan lupa namanya " ucap Windy lirih
"Kamu yang sabar ya, dia pasti sembuh " ucap Rosa menyenangkan sahabatnya
Windy membalas dengan senyum yang di paksakan
"Gimana keadaan suami saya Dok, apa saya bisa membawanya pulang?" tanya Windy
"Pak Alva sudah sehat bu, silakan ibu mengurus administrasinya " ucap Dokter
"Baik Dok, makasih" ucap Windy
Dokter keluar dari ruangan itu setelah selesai melakukan pemeriksaan
"Sayang akhirnya kita bisa pulang, aku sangat merindukan anak anak" ucap Windy
"Akhirnya kamu sadar juga Al, kami sangat khawatir pada mu, lihat istri kamu sampai kurus, karna nangis trus nungguin kamu, yang gak sadar sadar nyampe tiga hari " ucap Rosa
"kamu siapa, kamu juga mengenal ku?" tanya Alva
"Apa kamu gak ingat sama ku, aku Rosa teman kamu " tanya dan jawab Rosa
"maaf aku gak mengenal mu " ucap Alva
"Udah sayang jangan di paksakan " ucap Windy
Gilbran kembali ke ruang rawat Alva setelah mengurus administrasinya
"Selamat datang Tuan, akhirnya Tuan kembali" ucap Gilbran
"Tuan?, apa maksudnya?, apa aku orang besar?, dan kamu, apa kamu..."
"Iya Tuan, Anda orang terhormat, dan aku asisten Tuan" jawab Gilbran memotong ucapan Alva, yang sebelumnya mendapat bisikan dari istrinya
Alva kebingungan , dia membenci dirinya yang tidak bisa mengingat apapun tentang dirinya dan sekitarnya
πSepertinya benar aku Amnesia, tapi kenapa?, π
"Sayang yuk kita balik, kamu kangen kan sama anak anak? " ucap Windy membelai tangan suaminya
***Alva mengerutkan keningnya bingung
"Kamu kangen sama Putri kecil kamu kan " ucap Windy memperjelas ucapannya setelah melihat kebingungan di wajah suaminya
Alva melempar senyuman
"Iya aku sangat merindukannya" jawab nya
Mereka keluar dari Rumah Sakit itu setelah semuanya beres
Windy sangat senang melihat suaminya yang sehat buger , meskipun ingatannya masih sakit
__ADS_1
Dia menggandeng tangan suaminya berjalan menuju mobil mewah miliknya, yang sebelumnya telah di antar oleh Alvin
Meskipun Alva tidak mengenal istrinya, tapi dia membiarkan istrinya menggandeng tangannya
Tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya senang mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya, wanita yang belum dia kenal
Rosa dan Gilbran berada dalam mobil yang berbeda
Melihat yang hanya mereka di dalam mobilnya ,Alva mengerutkan keningnya
"Kemana mereka?, kenapa gak ikut sama kita? " tanya Alva
"Mereka bersama kita sayang, tapi mobilnya beda" jawab Windy
Rido mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang
Dia sopir pribadi yang menggantikan Martin
Alva melihat kebelakang, mencari keberadaan mobil Gilbran
πBenar iya, mobil mereka ternyata mengikuti kami, aku pikir mereka π batin Alva
"Kenapa?, kamu gak yakin iya, mereka bersama kita? " tanya Windy
"Maaf, jalanan ini sepi, aku takut kita kenapa napa " jawab Alva yang memang merasa katut
"Jangan khawatir, kita akan baik baik aja, Gilbran akan mengawal kita " ucap Windy meyakinkan suaminya
Setelah hampir dua jam, mereka sampai di rumahnya
"Ayo turun sayang kita udah sampai rumah " ajak Windy
Alva memandang rumah itu dan sekitarnya
πJadi aku tinggal di rumah ini?, sungguh aku gak nyangka, aku orang berada π
Dia melihat Rosa dan Gilbran yang juga ikut masuk bersama mereka
"Apa kalian tinggal di rumah ini juga " tanya Alva
"Kami tinggal di rumah di samping rumah kalian, kami kesini menjemput anak anak " jawab Rosa tersenyum
Boon, Findo, Angel dan Gavin berhambur ke pelukan orangtuanya masing masing
"Pa aku kangen " tangis Windy memeluk erat Alva
"Papa juga kangen kamu sayang " ucap Alva menghujani Putrinya ciuman
"Ma, kalian pergi kok gak bilang bilang sih, aku kan khawatir " ucap BOON
"Maafin Mama sayang, Mama gak punya waktu buat kasih tau kalian " ucap Windy
"Memangnya kenapa sih Ma, apa kalian ada masalah ?" tanya BOON
"Iya sayang, maafin kita ya, yang penting Mama sama Papa udah kembali " ucap Windy
"Iya Ma " jawab BOON
Angel berpindah ke pangkuan Mamanya ,begitu juga dengan BOON
"Ma, jangan pergi lagi ya, aku gak mau di tinggal sama kalian " cicit Angel
" Maaf sayang, semua itu tiba tiba, jadi kita harus segera pergi, seandainya kami telat maka⦠"
Windy menghentikan omongannya, dan melirik suaminya
"Papa" ucap BOON memeluk Alva
__ADS_1
"Kamu,,, kamu siapa?, aku gak kenal sama kamu " ucap Alva memandang mata biru anaknya
"Ayolah Pa, apa Papa gak kangen sama ku" ucap BOON yang mengira papanya bercanda
πApa?, dia gak mengenal anak ku juga, oh iya ampun, kasian BOON, kenapa dia harus melupakan BOON juga" batin Windy
"Sayang dia BOON anak kita, kakaknya Angel " ucap Windy
"Papa kenapa sih, sama anak sendiri lupa " ucap Angel kesal
"Sayang jangan bicara begitu, Papa kalian memang lagi kehilangan sebagian ingatannya" ucap Windy
"Apa Ma?,memangnya Papa kenapa? " kaget Angel
"Kok bisa Ma, apa Papa sakit?, bukannya kalian pergi menemui klien? " tanya BOON
" Sayang sebaiknya bawa Papa istirahat, dia hanya mengenal mu " ucap Windy
"Tapi kenapa Ma, kenapa Papa seperti itu " ucap Angel, kristal bening jatuh di pelupuk matanya
"Nanti Mama akan cerita, sekarang bawa Papa ke kamar " ujar Windy
Angel mendekati Alva dan memeluknya
"Pa, apa Papa gak ingat sama kakak?, dia kk BOON anak Papa " ucap Angel
"Maaf sayang, Papa gak bisa mengingat apapun, Papa hanya mengingat kamu, putri kecil Papa " ucap Alva lirih
"Iya udah Pa, Papa jangan sedih, Angel akan bantu Papa"
"Makasih sayang" ucap Alva memeluk putrinya
"Papa istirahat ya, ayo aku tunjukin kamarnya " ucap Angel menarik tangan Alva
Alva mengikuti langkah mood bosternya
"Ma, Papa kenapa?, kenapa dia gak mengenal ku? " tanya BOON
"Sayang, Papa kamu lagi sakit, dia kehilangan sebagian ingatannya, dia hanya mengenal Angel, bahkan namanya sendiri dia gak ingat " jelas Windy
"Kok bisa sih Ma, memangnya Papa sakit apa? " ujar BOON
Windy menceritakan semuanya
Boon sangat syok mendengar cerita Mamanya, ternyata mereka pergi bukan ketemu klien, tapi menyelamatkan Papanya yang hampir kehilangan nyawanya
Findo dan Gavin gak kalah syok mendengar penuturan Windy, mereka sedih, seandainya terjadi sesuatu pada orangtua mereka, betapa menderitanya mereka hidup menjadi yatim piatu
"Trimakasih Tuhan, engkau menjaga Papa dan Mama ku, juga Om sama Aunty ku" ucap Angel melipat kedua tangannya dan menengadah ke atas
"Syukurlah Tuhan melindungi kalian, seandainya kalian kenapa napa kami akan jadi yatim piatu " ucap BOON
"Iya, aku gak bisa bayangin bagaimana hidup kami tanpa Ayah sama Bunda " ucap Findo, pikirannya menjelajah ke mana mana
"Yah, Bun, jangan tinggalin kita ya, aku gak mau yatim piatu, aku sayang Bunda sama Ayah " ucap Gavin, gak terasa air matanya meluncur deras
"Sayang, kalian gak akan kehilangan kami, kalian juga gak akan jadi yatim piatu, buktinya kami di sini kan untuk kalian " ucap Windy memeluk Putra, putrinya
"Iya sayang kita akan selalu bersama-sama, jangan pernah berpikir begitu " ucap Rosa
"Hey kalian itu jagoan kan, kok mewek gitu" ucap Gilbran
"Orang sedih gini, be'canda " ucap Gavin
"Sayang kalian gak boleh ngomong gitu lagi ya, Mama gak suka ,Findo sama Gavin juga gak boleh ngomong gitu " ucap Windy
Sejujurnya mereka sangat sedih mendengar perkataan ke empat bocah itu, tapi sebisa mungkin mereka menutupinya dari buah hatinya
__ADS_1