
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Cyano segera turun, dia sangat buru buru, dia sudah sangat merindukan putranya,sudah lama dia menanti hari ini,dia tidak mau putranya
menunggu terlalu lama.
Saat Cyano berjalan menuju mobilnya tiba tiba sebuah mobil BMW merah melaju dengan sangat kencang ke arahnya
Cris yang memperhatikan sekitar,melihat mobil itu pun berusaha menyelamatkan Cyano
"pak awas" teriak Cris
Braakkk
Mobil itu berhenti karna menabrak mobil lain, sementara Cris terpental jauh, Cyano mengumpulkan nyawanya, dia berusaha berdiri
"pak Cris" ucapnya saat menyadari dirinya tidak apa apa, dilihatnya Cris tergeletak berlumur darah
"pak Cris, pak Cris, pak Cris buka mata mu,kenapa kau melakukan ini" teriak Cyano memeluk Cris
Dia meminta orang orang di sana membantunya membawa Cris ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, Cris langsung di tangani oleh dokter terbaik, Cyano meminta para dokter menyelamatkan Cris, tidak peduli berapapun biayanya.
Sudah setengah jam Cyano menunggu, tapi belum ada pemberitahuan dari dokter ataupun perawat yang menolong Cris
Dia semakin gelisah, dia mondar mandir ke sana kemari seperti setrikaan
Derrrttt derrrrttttt
"Alva"
"hallo pa, papa di mana, apa papa gak kangen sama ku" ucap Alva
"maafkan papa, papa gak bisa jemput kamu,papa dapat musibah " ucap Cyano
"apa, papa kenapa pa" ucap Alva khawatir
"bukan papa Al, tapi satpam di perusahaan kita, dia mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan papa" ucap Cyano
"tapi papa gak kenapa napa kan " ucap Alva memastikan
" iya berkat pertolongan pak Cris , papa selamat, tapi pak Cris, papa tidak tau apa dia bisa selamat atau tidak " ucap Cyano
"papa di mana, saya ke sana sekarang " ucap Alva
"di rumah sakit kita " ucap Cyano
Sambungan terputus
🌷🌷🌷
Gilbran keluar hendak membeli minum, dia melihat beberapa karyawan berkerumun
"hei kenapa kalian tidak bekerja " ucap Gilbran
"maaf pak, apa bapak tidak tau kalau satpam kita mengalami kecelakaan " ucap salah satu dari mereka
"apa, satpam kecelakaan, satpam yang mana " ucap Gilbran
"pak Cristofel, satpam terbaik perusahaan ini pak" ucapnya
"apa, (dengan nada tinggi) bagaimana bisa, " ucap Gilbran . Dia merasa heran karna pagi nya dia melihat pak Cris di sana
"dia menyelamatkan pak direktur ,saat pak direktur berjalan menuju mobilnya, tiba tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang, pak Cris melihatnya, dia berlari mendorong pak Direktur, dan dialah yang tertabrak " ucap yang satunya
"kurang ajar, siapa orang itu " ucap Gilbran mengepalkan tangannya
"kita tidak tau pak, tapi orang itu juga sekarat, mungkin dia tidak selamat" ucapnya
" di mana orang itu " ucap Gilbran
" dia di bawa ke rumah sakit tak lama setelah pak direktur membawa pak Cris" ucapnya
💕gawat Windy pasti syok mendengar ini, kasihan dia, aku harus membawa nya ke rumah sakit💕
Gilbran kembali ke atas menemui Windy
"Win, Kita ke rumah sakit yuk " ucap Gilbran
__ADS_1
"ngapain, sebentar lagi kita meeting " ucap Windy
" teman aku sakit, meeting nya sudah aku batalkan " ucap Gilbran
"kok bisa gitu, apa pak Cyano gak marah" ucap Windy
"tidak, tuan yang meminta ku membatalkan nya " ucap Gilbran
"oh gitu, iya udah, tapi sebentar ya " ucap Windy
Mereka pergi menggunakan mobil perusahaan, Gilbran mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak mau terjadi hal buruk pada mereka, dia juga tidak mau Windy curiga .
20 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit
Gilbran bertanya pada suster
"sus, dimana ruangan pasien yang kecelakaan barusan " ucap Gilbran
"masih di ruang operasi pak"
Dag deg dug
💕ada apa dengan ku, kenapa perasaan ku tidak enak 💕
"Gil, siapa yang kecelakaan " ucap Windy
"teman aku, ayo" ucap Gilbran menarik tangan Windy
"Gil jujur padaku, siapa yang kecelakaan, perasaan ku gak enak" ucap Windy
"kan aku udah bilang, ayo" ucap Gilbran menarik kembali tangan Windy
🌷🌷🌷
"pa" ucap Alva memeluk Cyano
"Alva, papa kangen sama kamu, maafkan papa tidak bisa menjemput mu" ucap Cyano
"tidak apa pa, yang penting papa baik baik aja " ucap Alva
"sebenarnya apa yang terjadi pa, kenapa papa hampir di tabrak mobil " sambungnya
"papa juga tidak mengerti, tadi papa ingin menjemput kamu ke bandara , saat papa menuju mobil, tiba tiba ada yang mendorong papa, papa mendengar suara hantaman mobil, papa ingat teriakan pak Cris, saat papa melihat nya, dia sudah berlumur darah, papa berusaha membangunkannya tapi dia tidak sadar sadar sampai sekarang " ucap Cyano
"bagaimana dok, apa dia selamat " ucap Cyano
"maaf tuan, kami sudah berusaha semampu kami, tapi pak Cris sudah tidak tertolong lagi ,dia sudah meninggal " ucap dokter
Saat itu juga Gilbran dan Windy sampai
"apa, apa maksudnya dokter " ucap Windy
"Windy, Windy maafkan bapak ini semua karena bapak" ucap Cyano
"apa maksudnya pak, apa yang terjadi sama papa saya" ucap Windy
"apa mba anaknya pak Cristofel " ucap dokter
"iya dok, papa saya kenapa dok" ucap Windy khawatir
"maaf Windy, papa kamu kecelakaan, dia meninggal " ucap dokter
Windy tidak bisa berkata apa apa, mulutnya seakan tercegath, lagi lagi dia kehilangan orang yang di cintainya, baru satu minggu dirinya kehilangan mama nya, wanita yang sangat berarti dalam hidupnya,sekarang dia harus kehilangan papanya juga, pria yang selalu menyayangi nya, memanjakan nya, dan selalu ada untuknya.
"Windy, tenangkan dirimu, kamu harus kuat" ucap Gilbran
"maafkan bapak Windy, kalau saja pak Cris tidak menyelamatkan bapak, ini tidak akan terjadi" ucap Cyano memeluk Windy
"pa… papa" ucap Windy tiba tiba, masih di pelukan Cyano
Cyano melepaskan pelukannya.
Windy berlari melihat Cris
"papa… tidak… ini tidak mungkin, papa ku tidak mungkin meninggal, pa… jangan tinggalkan Windy pa, pa… Windy tidak punya siapa siapa lagi selain papa, kenapa kalian meninggalkan ku, kenapa pa, kenapa ...apa kesalahan Windy pa, apa dosa Windy ,papa… kalian jahat sama Windy, kalian meninggalkan Windy
Windy menangis histeris, dia benar benar terpukul, sekarang dirinya hidup sebatang kara, tidak ada tempat mengadu, bagai anak ayam di tinggal mati induknya, seperti itulah dirinya
Cyano dan Gilbran berusaha menyenangkan nya, tapi dia terus menangis, dia tidak mempedulikan orang orang yang di sekeliling nya, berbagai cara mereka lakukan tapi Windy tetap tidak menggubris omongan mereka
__ADS_1
Setelah jenazah Cris di makamkan di samping istrinya, Windy duduk di
tengah gundukan tanah kuburan kedua orangtua nya
"pa...ma… Windy tidak kuat, Windy tidak bisa hidup sendiri, Windy mau papa sama mama, apa gunanya hidup ini tanpa kalian, Windy mau ikut mama sama papa, Windy capek " ucap Windy, suaranya semakin lemah, dan akhirnya dia jatuh pingsan
"Windy, astaga dia pingsan " ucap Gilbran
"bawa dia ke mobil " titah Cyano
Gilbran membopong Windy ke dalam mobil
"kita bawa dia ke rumah, dia sudah tidak punya siapa siapa lagi selain kita " ucap Cyano
"baik tuan" ucap Gilbran
Sampai di rumah Cyano, Gilbran kembali membopong Windy masuk, karna dia belum sadarkan diri
"kasihan dia, kalau bukan karena saya ,dia tidak akan kehilangan pak Cris, " ucap Cyano sedih
"ibunya di mana pa" ucap Alva
"ibunya meninggal beberapa hari yang lalu " ucap Gilbran
"what? Kenapa, apa kecelakaan juga" ucap Alva
"bu Rania meninggal karena sakit, sekarang Windy sebatang kara" ucap Cyano
"kasihan dia, pasti dia sangat terpukul " ucap Alva
"dia akan tinggal sama kita di rumah ini, papa yang menyebabkan dia kehilangan ayahnya, papa harus menjaganya " ucap Cyano
"terserah papa, aku gak keberatan,setidaknya kita bisa membalas kebaikan ayahnya, dengan menjaganya " ucap Alva
Windy tersadar, dia bingung melihat sekitarnya, ruangan serba putih, tempat tidur yang besar
"di mana aku, " ucap nya
"kamu sudah sadar nak, kamu di rumah bapak , tadi kamu pingsan, bapak membawa kamu ke sini " ucap Cyano
"papa, dimana papa ku pak" ucap Windy. Dia belum sepenuhnya sadar
" Win, papa kamu sudah tenang di surga, yang tabah ya, kamu harus kuat" ucap Cyano
Windy kembali menangis, tidak bisa di pungkiri betapa hancurnya perasaan nya, dalam waktu satu minggu kedua orangtua nya pergi meninggalkan nya untuk selamanya
"Windy kamu tidak sendiri ada kami bersama mu, ada aku, tuan, dan tuan muda, kami akan menjaga mu" ucap Gilbran
Windy tidak menjawab, air matanya mengalir deras
" Windy, jangan bersedih lagi nak, kamu putri bapak, kamu akan tinggal di rumah ini bersama kami " ucap Cyano mengelus lembut rambut Windy
Windy hanya bisa menangis, dia tidak tau harus ngomong apa, harus bagaimana
Gilbran berlutut di hadapan Windy
"Win, aku tau ini berat buat kamu, tapi kamu harus kuat, kamu harus bisa seperti yang di inginkan orangtuamu " ucap Gilbran memegang tangan Windy, menyalurkan kekuatan untuk nya
Ibarat patung bernyawa Windy hanya diam, hanya airmatanya yang selalu bercucuran membasahi pipinya
"apa yang harus kita lakukan pa, sepertinya dia masih syok " bisik Alva
"papa juga bingung, semua ini karena papa" bisik Cyano
"itu bukan kesalahan papa, itu sudah takdir pa, jangan menyalahkan diri terus " bisik Alva
"biar bagaimana pun papa yang harus tanggung jawab " bisik Cyano
"Win, kamu jangan seperti ini, jangan menangis terus nanti kamu sakit " ucap Gilbran ,hatinya seperti teriris iris
Windy masih sama seperti tadi, dia tidak bicara sepatah kata pun
"Win, aku sedih liat kamu kek gini,
Mana Windy yang ceria, yang aku lihat dua hari ini " ucap Gilbran
"Gil, kasih dia makan" ucap Alva saat pelayan mengantar makanan untuk Windy
Gilbran berusaha membujuk Windy untuk makan, tapi Windy tetap tidak mau makan
__ADS_1
"Windy, makanlah, kamu bisa sakit kalau tidak makan " ucap Alva dengan sangat lembut
Semua usaha mereka sia sia, Windy hanya diam mematung