
π°π°π°Windy sayang, selamat ya atas keberhasilan kamu, semoga kamu segera mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan ijazah kamu, maafkan mama tidak bisa menyambut mu, mama tau kamu pasti sedih, tapi kamu harus tau, mama sangat sayang sama kamu dan papa, sebenarnya kondisi mama semakin melemah, tapi mama memaksa dokter berbohong sama kalian, mama ingin melihat kamu untuk yang terakhir kalinya, dulu mama sakit saat kamu lulus SMA, mama tidak bisa melihat kamu,mama tidak mau hal itu terulang lagi, karna Itulah mama memaksa menghadiri acara itu, mama ingin melihat Putri mama, menggunakan pakaian sarjana, setelah mama melihat kamu, mama sangat senang, sekarang mama bisa pergi dengan tenang. Maafkan mama sayang, mama tidak bisa menemani kalian lagi, tapi kamu harus menjadi perempuan sukses, kamu harus ikhlas, jangan sedih, mama tidak mau anak gadis mama sedih, kamu harus jadi sumber kekuatan papa.
Selamat tinggal sayang, dahβ¦ π°π°π°
Windy kembali menangis, dia tidak menyangka, Rania sempat meninggalkan pesan untuknya
"kamu dengar kan apa kata mama, kamu harus ikhlas, kamu gak boleh berlarut larut dalam kesedihan " ucap Cris
" iya pa maafkan Windy " ucap Windy
Sejak hari itu Windy bisa menerima kenyataan, dia pun bangkit dari keterpurukan nya.
"pa, Windy mau cari kerja ,papa doakan Windy ya " ucap Windy
"pasti sayang, papa akan selalu doakan kamu, semoga lamaran kamu di terima " ucap Cris
" Amin. Aku berangkat dulu ya pa" ucap Windy menyalim papanya
Windy memasukkan lamaran di beberapa perusahaan, menjelang sore dia kembali ke rumah
__ADS_1
Sekitar jam 7.30 Cris kembali ke rumah
"ini pa, aku buatkan kopi untuk papa, papa capek kan " ucap Windy
"terimakasih nak, kamu tau aja papa capek " ucap Cris
"aku pijitin ya pa, " ucap Windy memijat punggung Cris
"bagaimana lamaran kamu Nak" ucap Cris
"aku masukkan di beberapa perusahaan pa, semoga ada yang menerima ku" ucap Windy
"Windy, papa mau ngomong sesuatu sma kamu " lanjutnya
"mau ngomong apa pa" ucap Windy
"begini Win,besok kita harus mencari kontrakan, rumah ini sudah papa jual untuk pengobatan mama mu, mereka nyuruh kita mengosongkan rumah ini lusa" ucap Cris
"tapi rumah ini banyak kenangan pa, kenapa harus di jual " ucap Windy
__ADS_1
"maafkan papa Windy, papa pikir mama masih bisa sembuh, karna itu papa menjualnya, gaji papa sama gaji kamu gak cukup untuk mama" ucap Cris
"sudahlah pa, gak apa apa kita tinggal di kontrakan, yang penting papa selalu ada untuk Windy" ucap Windy
"terimakasih atas pengertian kamu nak" ucap Cris
Keesokan harinya Windy mencari kontrakan tempat mereka tinggal, tidak menunggu waktu lama dia pun menemukannya. Setelah sepekat dengan yang punya kontrakan ,Windy membayar sewa satu tahun
"pa, Windy sudah menemukan rumah untuk kita, Windy juga sudah membayar, sewa untuk satu tahun " ucap Windy, saat mereka duduk di ruang tamu
"syukurlah, besok kita pindah ke sana, papa sudah izin sama pak Cyano" ucap Cris
"iya pa, semoga papa suka " ucap
Windy
Mereka membereskan semua barang barang nya,termasuk foto dan beberapa barang lainnya yang menimpan kenangan kebersamaan mereka. Berat memang berat merelakan rumah yang banyak kenangan itu harus jadi milik orang lain, tapi apa boleh buat hanya itulah jalan satu satunya untuk melunasi pinjaman mereka. Sebelum meninggalkan rumah itu, mereka pergi ke makam Rania, mereka pamit kepada Rania, Cristofel tau Rania tidak akan setuju jika rumah kesayangan nya di jual, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, hanya rumah Itulah yang mereka punya .mereka pergi ke rumah kontrakan, setelah berpamitan kepada lurah .
Sampai di sana Windy membereskan barang barang mereka, dia menatanya dengan rapi, walaupun rumah itu tidak terlalu besar tapi Windy menatanya dengan baik sehingga rumah itu terlihat rapi dan bersih .
__ADS_1
Mereka tinggal di Rumah yang sederhana ,namun asri, rumah itu di kelilingi pohon mangga, terasa seperti tinggal di lingkungan pedesaan, mereka selalu menghirup udara segar, dan memakan buah gratis πππππππππ