
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Cyano sedang asyik bermain dengan cucu kesayangannya,sudah menjadi kebiasaannya menghabiskan waktu bersama cucunya jika hari libur
"BOON tendang bolanya" ucap Cyano
BOON berjalan berusaha menendang bolanya, tapi kakinya belum kuat, dia pun terjatuh
"tatuh" ucap Tumuke
"jatuh ya,ayo diri lagi " ucap Cyano
"o⦠oh" ucap Tumuke saat dia tidak bisa menendang bolanya
"kenapa, gak bisa ya " ucap Cyano
"ta ita, BOON ape" ucap Tumuke
"capek ya anak mama " ucap Windy membawa camilan dan susu buat Tumuke
Setelah Tumuke berumur 25 minggu, Windy memberikan susu formula sebagai tambahan
"mama, cucu BOON " ucap Tumuke
"BOON mau cucu" ucap Windy
"mau BOON " ucap Tumuke
Windy memberikan botol susu itu, Tumuke langsung meminumnya
"sayang pelan minumnya, gak ada yang minta " ucap Windy
"BOON aus" ucap Tumuke
"ohhh anak papa haus, capek ya mainnya ya " ucap Alva
"papa BOON enda boya" ucap Tumuke "anak papa nendang bola, wah hebat jagoan papa " ucap Alva
"opa ala, BOON eman" ucap Tumuke
"eman apa nak" ucap Windy
"opa ala BOON eman" ucapnya lagi
"sayang, mungkin maksudnya BOON menang " ucap Alva
"ohhh BOON menang ya nak" ucap Windy
"iya BOON eman" ucap Tumuke
Hahaha
Mereka tertawa
"sayang, bukan eman, tapi menang" ucap Windy
"eman"
"bukan eman nak, me...nang" ucap Alva menjelaskan
"me⦠eman" ucap Tumuke
Hahaha
Mereka kembali tertawa, beberapa kali memperbaiki ejaannya tumuke selalu bilang eman
"halo Tumuke " ucap Rosa dan Gilbran bersamaan
"dede" ucap Tumuke
Iya Rosa sudah melahirkan bayi laki laki, namanya Riler grafindo
"dedek findo datang" ucap Windy
"ati, boon dendon dede dido" ucap Tumuke
"sayang, BOON belum bisa gendong dedek findo " ucap Windy
"ita tan ati BOON dendon dede dido" ucap Tumuke
__ADS_1
"bisa dong sayang, sini BOON duduk luruskan kakinya "ucap Rosa
Tumuke sangat senang, dia memeluk findo dan menciuminya
"BOON sayang sama findo" tanya Windy
"iya mama, BOON ayan dido" ucap Tumuke
"BOON mau coklat " ucap Gilbran
"mau om, BOON mau colat,ati ni dede dido,BOON ape" ucap Tumuke
"giliran coklat langsung happy " ucap Windy
"ku capek ya nak" ucap Alva
"iya pa, BOON ape, dede beyat" ucap Tumuke
"iya udah, sini mama yang gendong " ucap Windy mengambil findo dari pangkuan Tumuke
"halo findo, makin ganteng aja ya kamu " ucap Windy
"iya dong aunti" ucap Rosa menirukan suara bayi
"mama, beyat tan dede dido " ucap Tumuke.
"iya sayang, dede dido berat" ucap Windy
"dede dido atan colat ma" ucap Tumuke
"belum sayang, dia masih kecil, belum bisa makan coklat " ucap Windy
"dede dido ninun cucu iya ma" ucap Tumuke
"iya sayang, dedek dido hanya minum susu " ucap Windy
"papa, BOON inta dede" ucap Tumuke
"BOON mau dedek " ucap Alva
"iya papa, BOON mau dede, " ucap Tumuke
"BOON bilang sama mama ya, kalo BOON mau dede" ucap Alva
"kan ini dede kita" ucap Windy
"tutan dede dido,BOON mau dede BOON " ucap Tumuke
"sayang, BOON minta dedek " ucap Alva
"iya, aku pikir minta findo" ucap Windy
Tumuke melipat tangannya di dada, bibirnya manyun
"cucu op kenapa, kok manyun gitu, " ucap Cyano
"BOON malah" ucap Tumuke
"kenapa marah hm, bilang sama opa" ucap Cyano
"BOON inta dede, mama pelit" ucap Tumuke
"BOON minta dedek, trus mama gak kasih gitu" ucap Cyano
Huaaaaaa
Tumuke menangis
"sayang kenapa kok nangis" ucap Windy
"BOON mau dede " ucap Tumuke
"iya nak iya, papa sama mama akan buat dedek untuk BOON, jangan nangis lagi ya " ucap Alva
Hahaha
"BOON BOON, ada ada aja permintaan kamu " ucap Rosa
π·π·π·
__ADS_1
"dasar bodoh, aku minta kamu bawa Alva, bukan ii " ucap Clara
" ini musibah kak, ini bukan keinginan gue " ucap Putri
"gugurkan kandungan itu " ucap Clara
"Clara jangan menyakiti adikmu dengan menggugurkan kandungannya, dia bisa mati " ucap seorang pria
"lalu gimana pa, dia tidak tau siapa laki laki itu " ucap Clara.
"iya aku tau, biarkan saja dia tetap di sini " ucap pria itu
"terserah papa aja, Clara pusing, Alva gak bisa Clara dapatkan " ucap Clara. Dia kembali ke rumah Rudi
Pria itu mendekati putri
"kamu jangan khawatir papa akan jaga kamu" ucap pria itu
"iya pa, makasih ya pa" ucap Putri
"Putri kamu kenapa bisa mengalami kejadian seperti ini nak" ucap pria itu membelai lembut rambut anaknya
Putri menceritakan semuanya
Pria itu menarik Putri dalam pelukannya, dia mengusap punggung anaknya, menyenangkan pikirannya .tapi niatnya bukanlah baik. Putri tidak menyadari hal itu, dia nyaman di pelukan papanya, dia pun tertidur. Pria itu membaringkan anaknya di ranjang miliknya .
"papa" kaget putri
"maafkan aku, aku harus melakukannya " ucap pria itu
"pa, ini gak benar pa, putri gak mau " ucap Putri
"gak apa, kamu gak usah khawatir, aku sangat menyayangi kamu, semua ini demi kebaikan mu" ucap pria itu
"pa jangan, putri mohon " ucap Putri
"kau harusnya berterimakasih pada papa, ini demi kebaikan anakmu, juga dirimu" ucap pria itu
Dia kembali mencium puncak kepala putri memberikan kenyamanan, putri yang memang merindukan hal itu, menerima perlakuan lembut pria itu akhirnya mereka melakukan senam indah itu.
tidak bisa di pungkiri, bahwa dirinya merindukan belaian pasangannya
"putri udah gak kuat pa," ucap Putri
"jangan cengeng, ini cuman sementara " ucap pria itu
"perutku keram pa, aku sudah tak sanggup " ucap Putri
Pria itu melepasnya
"susi" panggil pria itu
Dia memanggilnya hingga beberapa kali
"ada apa pa, ucap Susi
"sini bantu adik kamu " ucap pria itu
Susi berjalan menghampirinya
"kamu sakit put" ucap Susi
Pria itu memberinya minum
"dia sedikit demam, ini kamu minum dulu, nanti kamu ketularan " ucap pria itu
Susi meminunnya tanpa rada curiga
Hanya beberapa menit dia mulai kepanasan,
"kamu kepanasan, kemarilah" ucap pria itu
Susi sudah tak tahan, dia menambah folume AC kamar ini , pria itu menunggingkan senyuman
Ternyata dia memberikan obat perangsang untuk Susi. Dia mendekati Susi, susi yang lagi di bawah pengaruh obat itu menerima semuanya tanpa menyadari bahaya yang akan menimpanya. Akhirnya hal yang seharusnya tidak terjadi pun terjadi
Putri yang sudah tak berdaya tidak bisa berbuat apa apa, dia melihat pria itu melakukannya di depan matanya sendiri dengan kakaknya sendiri
"pa, kenapa? tanya Putri
__ADS_1
"aku sudah membesarkan kalian, merawat kalian, dan menyayangi kalian,aku hanya minta ini dari kalian" ucap dodo
iya pria itu namanya dodo, pria yang mengadopsi Susi dan Putri dari panti asuhan