
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Seorang dokter tengah memeriksa kondisi pasiennya.
"saya sakit apa dok, saya sering sesak nafas saat berbaring,kaki saya juga bengkak, susah konsentrasi, mudah letih dan gak punya nafsu makan " ucap seorang pria
"kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk memastikan penyakit anda" ucap dokter
Setelah melakukan pemeriksaan beberapa kali, dokter memberi tahu hasilnya
"bagaimana hasilnya dok" ucap seorang wanita
"menurut pemeriksaan kami, anak ibu mengalami riawat gagal jantung bu" ucap dokter
"apa dok, gagal jantung " ucap wanita itu
"iya bu, sebaiknya anak ibu membatasi aktivitas, dan menjalani pola hidup sehat, ini resep obatnya " ucap dokter
"baik dok, terimakasih " ucap wanita itu
"aku sakit apa ma" ucap si pria
"kata dokter kamu mengalami Gejala sakit jantung nak" ucap si wanita
"apa ma, sakit jantung " kaget si pria
"baru gejala sayang, kamu akan sembuh jika meminum obatnya, dan mematuhi larangannya" ucap si wanita
"apa larangannya ma" ucap si pria
"kamu harus membatasi aktivitas kamu, dan jangan minum minuman beralkohol, kamu juga harus teratur makan, dan istirahat yang cukup " ucap si wanita
"mana bisa ma, gua gak bisa berhenti minum, gimana kata teman teman gua " ucap si pria
"kalo kamu masih minum, kamu bisa gagal jantung, kamu mau mati hah " ucap si wanita
"gak mungkin ma, gua kan makan makanan bergizi, kalo gua gak minum gua malah makin sakit " ucap si pria
"bisa gak sih, kamu dengar kata mama, untuk kali ini aja turuti kata dokter " ucap si wanita
"ma, gua anak orang kaya, gak mungkin kan, gua hanya di rumah terus " ucap si pria
"mama gak bilang kamu ngurung diri di rumah, mama hanya ingin kamu berhenti minum, dan kurangi aktivitas itu saja, gampang kan " ucap si wanita
"omong kosong, mana ada sakit jantung kaya gini, dengar ya ma, orang sakit jantung itu mati dadakan" ucap si pria
"dasar anak bandel, dibilangin bukannya nurut" ucap si wanita
"bodo amat" ucap si pria berlalu pergi
πanak itu ,gini nih jadinya, kalo terlalu di manjakanπ
π·π·π·
Cyano sudah lengkap dengan pakaian kantornya, dia menunggu anak dan mantunya di meja makan . Sudah hampir 15 menit dia menunggu, tapi yang ditunggu tak kunjung datang
"bi, bi sumi "
"iya tuan"
"panggil Alva dan istrinya, ini sudah pukul 7.15, aku ada meeting pukul 8 nanti "
"baik tuan"
Toktoktok
"tuan muda, nonya, kalian di tunggu sama tuan"
__ADS_1
"iya bi"
Alva keluar dari kamar nya, masih dengan piama tidurnya
"pa, Alva gak ke kantor, istri ku gak ngijinin " ucap Alva
"kenapa? Apa dia sakit " ucap Cyano khawatir
"gak pa, cuman,,, dia ingin aku menemaninya di rumah " ucap Alva
"baiklah, kamu temani dia, dia butuh kamu, akhir akhir ini kamu sering pulang telat " ucap Cyano
"makasih pa" ucap Alva
"hubungi papa, jika terjadi sesuatu " ucap Cyano
"iya pa, pasti " ucap Alva
Setelah Cyano keluar, Alva kembali ke kamarnya
"sayang, makasih ya " ucap Windy
" buat" bingung Alva
"kamu mau menemaniku" ucap Windy
"sayang, kamu prioritas utama ku, soal kerjaan , bisa dari rumah " ucap Alva mengelus lembut kepala istrinya
Windy menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya
"papa udah pergi?" tanya Windy
"barusan sayang" jawab Alva
Windy ber'ohh riah
"sayang bantu aku mandi " ucap
"kamu ya makin manja aja " ucap Alva
"manja sama suami sendiri kan bebas " ucap Windy
"baiklah,aku akan memandikan ratuku, sekarang biarkan aku pergi, aku akan menyiapkan air hangat dulu" ucap Alva
"ok"
Windy duduk bersandar di sandaran ranjang mereka
"sayang, ayo" ucap Alva
"gendong " manja Windy
" kamu berat sayang" ucap Alva
"iya udah, aku gak mau mandi " ucap Windy
"sayang, airnya keburu dingin nanti " ucap Alva
"gak mau, kamu jahat" ucap Windy mengerucutkan bibirnya
"sayang, jangan gitu, aku hanya be'canda, yuk aku gendong" ucap Alva
"gak usah, aku gak mau mandi " ucap Windy
"sayang, aku be'canda, yuk aku gendong " ucap Alva
Windy tersenyum
__ADS_1
Alva menggendongnya masuk kamar mandi, 15 menit mereka selesai dengan rutinitas mandinya
"sayang kita sarapan yuk" ucap Alva
"gendong " ucap Windy lagi
Tanpa menjawab Alva langsung menggengdongnya ke meja makan. Alva mendudukkan istrinya perlahan, bi Sumi merasa khawatir , tak biasanya nonya nya seperti itu
"maaf tuan, nonya ,apa nonya sakit " ucap bi Sumi
"gak bi nonya sehat sehat aja" ucap Alva
"oh syukurlah, aku pikir nonya mau melahirkan " ucap bi Sumi
"belum bi aku pasti panggil bibi, kalo udah waktunya " ucap Windy
"baiklah non, bibi ke dapur dulu" ucap bi Sumi
" iya bi " ucap mereka kompak
"sayang kita satu piring iya " ucap Windy
"kenapa hm, apa istri ku pengen di suapin juga "ucap Alva
"pengen" manja Windy
"ok sayang, aku pasti suapin kamu " ucap Alva
Windy sangat senang mendengar jawaban suaminya.
Alva menyuapi istrinya dengan telaten
"sayang kamu kok manja banget sih, kenapa hm" ucap Alva
"gak boleh apa manja sama suami sendiri " ucap Windy memonyongkan bibirnya
"bisa dong sayang, bisa banget " ucap Alva
"sayang itu permintaan anak kita, mungkin dia kesal karna kamu sering sibuk " ucap Windy
"maaf sayang, aku gak bermaksud mengabaikan kalian ,aku pikir jika sudah di rumah, aku bisa kerja di samping kamu, aku gak tau, kalo kamu merasa terabaikan " ucap Alva
"aku tau kamu sibuk sayang, tapi aku gak mau kamu kayak gitu, aku mau sama kamu " manja Windy
"iya Sayang, maaf ya " ucap Alva mencium istrinya .
Habis sarapan Windy mengajak suaminya ke taman,mereka berkeliling taman, sesekali Windy mencium aroma bunganya
"sayang jangan, nanti kamu tertusuk durinya " ucap Alva
"gak sayang, mereka bunga yang manis, baik, mereka tidak akan menucuk ku" ucap Windy
"hahaha sayang mana ada sih istilah baik gak baik sama bunga berduri" ucap Alva
"ada dong sayang nih buktinya dia gak mau nucuk aku kan " ucap Windy
"sayang udah, kita duduk dulu yuk, kamu gak capek " ucap Alva memeluk istrinya dari belakang
Mereka duduk di kursi taman itu
"sayang, apa Rosa gak datang hari ini " ucap Alva mencium istrinya, membawanya dalam dekapannya
"gak sayang, dia ada urusan di butiknya " ucap Windy
"Ohhh pantasan istri ku ini gak mau di tinggal " ucap Alva
"iya sayang, sepi ,untuk ikut ke kantor gak mungkin lagi kan, perut buncit gini" ucap Windy
__ADS_1
"itu gak masalah sayang ,cuman untuk sekarang gak bisa, aku takut Kamu lahiran di jalan atau di kantor " ucap Alva
"itu dia, makanya aku gak ijinin kamu pergi " ucap Windy