
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Byuuuurrrr
Gilbran terbangun dari pingsannya
"siapa kalian, apa mau kalian "ucap Gilbran
"aku malaikat pencabut nyawa mu" ucap seorang pria
"apa maumu" ucap Gilbran
"aku ingin dirimu " ucap seorang wanita
"kau? "kaget Gilbran
"kau masih mengingat ku, aku pikir kau melupakan ku" ucap wanita itu
"apa yang kau lakukan, kenapa kau menculikku" ucap Gilbran
"aku menginginkan mu, dulu aku tidak bisa memiliki mu, sekarang kau harus jadi milikku" ucap wanita itu
"aku punya keluarga, punya istri dan anak, kau tidak bisa memaksakan kehendak mu" ucap Gilbran
"lupakan mereka dan hiduplah bersama ku" ucap wanita itu mendekati Gilbran
"dasar wanita j*l*g,banyak laki laki di luar sana, kenapa merusak rumah tangga orang " ucap Gilbran
"aku menginginkan mu bukan mereka" ucap wanita itu
"kau tidak bisa memaksa ku, aku tidak sudi bersamamu " ucap Gilbran
"kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku" ucap wanita itu
"tidak akan pernah terjadi " ucap Gilbran
Wanita itu mendekati Gilbran bermaksud menciumnya, tapi Gilbran memalingkan wajah nya
"berhenti menolakku, kau yang telah membuat ku seperti ini " ucap wanita itu
"apa maksudmu, aku tidak pernah berbuat salah padamu" ucap Gilbran
"kau masih ingat waktu aku datang ke rumah mu, kau dan istri mu, sengaja tidak pulang, aku menunggu mu hingga hampir tengah malam " ucap wanita itu
"aku tidak pernah meminta mu menunggu ku" ucap Gilbran
"kau tau, malam itu aku kehilangan segalanya, aku harus membesarkan anak itu seorang diri" ucap wanita itu "kau jangan menyalahkan ku, itu semua bukan salahku, seharusnya kau sadar, itu teguran buat kamu, karna ingin merusak rumah tangga ku" ucap Gilbran
"kau punya dua pilihan, menikah dengan ku maka istri dan anak mu, aman, atau menolakku, maka kamu akan kehilangan mereka " ucap wanita itu
"jangan coba coba menyentuh mereka, kalau sampai mereka kenapa napa, kau akan menyesal " ucap Gilbran
"hahaha, kamu pikir aju peduli " ucap wanita itu
🌷🌷🌷
Alva membuka matanya, dia sangat kaget melihat ruangan tempat dia duduk, dia duduk di kursi dalam keadaan terikat
"akhirnya kau bangun juga " ucap seorang wanita
"siapa kau"ucap Alva
"kau tidak mengingatku? " tanya wanita itu
"tidak aku tidak mengenalmu" ucap Alva
"aku wanita yang mencintai mu " ucap wanita itu
"hahaha, kau aneh, kenal saja tidak, bagaimana bisa kau mencintaiku" ucap Alva
"apa kau sungguh tak mengenal ku" ucap wanita itu
"hanya ada dua perempuan yang aku kenal, yaitu istri dan putri ku" ucap Alva
"aku teman masa kecil mu" ucap wanita itu
"Clara, kau Clara" kaget Alva
"iya aku Clara, wanita yang sangat mencintaimu " ucap Clara
"Clara apa yang kau lakukan, kenapa kau melakukan ini pada ku" ucap Alva
"aku mencintaimu Alva, aku ingin memiliki mu" ucap Clara
__ADS_1
"Clara, aku sudah menikah, aku sudah punya anak " ucap Alva
"aku tau, harusnya aku melenyapkan mereka, agar kau tidak punya alasan lagi "ucap Clara
"kau sudah gila Clara, aku hanya menganggapmu teman ,kau tidak bisa memaksa ku" ucap Alva
"iya aku gila, aku gila karena mu, karna kamu aku mengirim adikku ke luar negeri, karna kamu Putri adikku kehilangan kehormatan nya, dan karna kamu aku kehilangan papaku, harusnya kamu yang meninggal dalam kecelakaan itu, tapi keuntungan masih berpihak pada mu" ucap Clara
"oh, jadi pria itu ayahmu, dia pantas mati " ucap Alva
"tutup mulut mu, kau yang lebih pantas mati " ucap Clara
"sebaiknya kau bercermin Clara, sepertinya otakmu kebanyakan loding" ucap Alva
"kuang ajar" Clara melayangkan tangannya ke udara
Plak
"awww" ringis Clara
Iya tangan Clara berdarah, ternyata Alva memutar kursinya, alhasil Clara menapok sudut sandaran kursi itu
"kenapa Clara, ops kau terluka " ucap Alva
"apa kau punya ilmu sihir, bagaimana bisa wajahmu melukai tanganku" ucap Clara yang tidak menyadarinya
"hahaha, kau ini sangat lucu " ucap Alva
"jangan mengejekku, aku bisa membunuh mu" ucap Clara
"bagaimana kau bisa membunuh ku, hanya menamparku saja tanganmu berdarah " ucap Alva
Clara mengamuk, dia mengambil sebilah pisau.
"aku akan membunuhmu"ucap teriak Clara
Dia menganghampiri Alva, tapi kakinya tersandung, Alva dengan sengaja merambatkan kakainya
"awww"ringis Clara ,semua jarinya berdarah kena pisau di tangannya
"ada apa lagi Clara, bukankah kamu ingin membunuh ku dengan pisau itu" ucap Alva
"berengsek, kau benar benar membuatku marah,aku tidak akan mengampuni mu" ucap Clara
Clara mengambil kembali pisau itu
"aku benar benar akan membunuh mu" teriak Clara
Dia berusaha menikam Alva, tapi lagi lagi Alva mempermainkannya. Akhirnya Clara pingsan, karna terlalu banyak kehilangan darah
Alva membuka tali pengikat kakinya dengan mulutnya, kemudian membuka ikatan tangannya
"maaf Clara, aku harus pergi " ucap Alva
💕aku harus cari Gilbran, aku yakin dia tidak jauh dari sini 💕
Saat akan mencari jalan keluar, dia mendengar suara dari sebuah rangan, dia mendekatkan telinganya pada pintu kamar itu ,ternyata benar Gilbran berada di dalam
Braakkk
Alva mendobrak pintu kamar itu, ternyata tidak di kunci
"Putri" kaget Alva
"kau,kenapa kau di sini, dimana kakak ku" kaget Putri
"mungkin dia sudah meninggal, sebaiknya kau menolongnya" ucap Alva
"kau membunuh kakakku, dasar pembunuh, ku bunuh kau" teriak Putri dia mengarahkan pistolnya pada Alva. Sebelum menarik pelatuknya, Alva menendang pistol itu dari tangannya
"kau ingin membunuh ku, memegang pistol saja kau tidak bisa " ucap Alva
"Putri berniat mengambil kembali pistolnya, tapi Alva dengan sigap mengambilnya dan merusaknya
"hehe, kau pikir kau bisa mengambilnya, lihatlah senjata unggulan mu sudah aku rusak" ucap Alva
"bajing*n "
Dia ingin memukul Alva dengan balok, tapi usahanya selalu meleset
"sebaiknya kau menyelamatkan kakakmu, jika tidak, kau akan kehilangan dia ,satu lagi jangan pernah mendekati keluarga ku, karna aku tidak akan mengampuni mu" ucap Alva, dia membuka ikatan Gilbran dan membawanya pergi
Sebelum meninggalkan tempat itu, dia menelfon ambulans untuk menolong Clara.
__ADS_1
"tuan, kenapa melepas mereka " tanya Gilbran
"kita kasih mereka kesempatan, jika mereka berulah lagi, mereka akan menerima akibatnya " ucap Alva
Sekitar 45 menit perjalanan mereka sampai di rumahnya.mereka yakin bahwa Rosa dan anak anaknya ada di rumah Cyano
Mereka sampai pukul 01.00 dini hari, Rosa, Windy dan Cyano langsung menemui mereka
"sayang "ucap Rosa dan Windy bersamaan, mereka memeluk suaminya erat
"sayang, kalian dari mana, kenapa baru pulang "ucap Windy
"maaf sayang, kita masuk dulu, nanti kami ceritakan " ucap Alva
"sayang kami sangat khawatir ,ada apa sebenarnya " ucap Rosa
"kita ke dalam ya, nanti kami kasih tau" ucap Gilbran
Mereka duduk di ruang tamu, Alva dan Gilbran menceritakan kejadian yang menimpa mereka
"kasihan Putri, hanya karena ambisi dia kehilangan harga dirinya " ucap Windy
"dia telah di butakan oleh Cinta, harusnya itu pelajaran buat dia " ucap Rosa
"yang parahnya, pria yang ingin menabrak ku waktu itu adalah ayah kandung Clara " ucap Alva
"astaga, kok ada ya, anak sama ayah sama jahatnya " ucap Windy
"dan putri menjadi korban dia juga " ucap Gilbran
"apa, manusia macam apa dia " ucap Cyano
"dia hanya ayah angkat Putri dan Susi" ucap Alva
"walaupun hanya ayah angkat, harusnya dia melindungi mereka " ucap Windy
"itulah keindahan dunia ini, jika kita tidak bisa menjaga diri kita, maka kita akan tergilas jaman" ucap Cyano
"om benar, orang hanya mementingkan diri sendiri, jarang mau berbagi " ucap Rosa
"lalu gimana dengan Clara " ucap Windy
"kita gak tau, semoga pihak rumah sakit cepat menolongnya" ucap Alva
"nonya, kenapa mengkhawatirkan orang jahat itu" ucap Gilbran
"kami senang, kalian selamat, kami sangat bahagia dengan kedatangan kalian, tapi Clara juga manusia, gak ada salahnya kan, kita khawatir " ucap Windy
"hatimu sungguh mulia putriku,sekalipun dia menyakiti suamimu, kau masih peduli padanya"
Ucap Cyano
"itulah istri ku, selalu memaafkan orang yang berbuat salah " ucap Alva
"semoga mereka berubah " ucap Rosa "itu yang kita harapkan, tapi jika mereka berulah lagi, mereka akan menyesal " ucap Cyano
"sayang maaf ya, aku jadi ingkar janji sama kalian " ucap Alva
"gak apa sayang, kita bisa jalan jalan lain waktu " ucap Windy
"anak anak pasti kecewa " ucap Alva
"iya sih, tapi mereka anak pintar, setelah mendengar penjelasan kita mereka akan mengerti " ucap Windy
"gimana kalau besok aja kita jalan jalannya, kan libur " ucap Gilbran
"iya aku setuju " ucap Cyano
"tapi, apa udah aman sayang " ucap Windy khawatir
"iya aku juga takut" ucap Rosa
"kalian jangan khawatir, tidak akan terjadi apa apa" ucap Alva
"iya kita jamin gak ada apa apa " ucap Gilbran
"sayang, aku takut " ucap Windy
"sayang dengar, selama ada aku tidak akan ada yang berani mengganggu kita " ucap Alva
"nak, Clara kan lagi sakit, dia tidak bisa mengganggu kita " ucap Cyano
Windy dan Rosa pun setuju.
__ADS_1