PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 31


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Alva selalu menuruti kemauan istrinya, rasa bersalah masih melekat di hatinya, sempat mengabaikan istrinya dan menghinanya bahkan sampai beberapa bulan tidak menyentuhnya.dia merasa harus memanjakan istrinya untuk menebus kesalahannya.


"Sayang kita masuk yuk, hari semakin panas gak baik buat kamu dan anak kita " ucap Alva


"ayu, aku juga mau melihat perlengkapan anak kita, apa udah lengkap atau belum " ucap Windy


Mereka masuk ke dalam kamarnya. Alva membantu istrinya mengoreksi persediaan anak mereka nantinya. Sebelum selesai tiba tiba Windy mengeluh sakit


"awuu"


"sayang, kenapa " tanya Alva khawatir


"perutku sayang" ucap Windy


"ada apa, kenapa dengan perutmu" ucap Alva


"perutku sakit" ucap Windy


"kita ke rumah sakit yuk, mungkin kamu mau melahirkan " ucap Alva


Mengelus pinggang istrinya


"udah hilang sayang, gak sakit lagi " ucap Windy


"kita ke rumah sakit aja yuk " ajak Alva


"kita tunggu aja dulu, mungkin hanya kontraksi palsu" ucap Windy


"tapi kan lebih baik di rumah sakit sayang" ucap Alva


"aku gak mau lama lama di rumah sakit, sumpek " ucap Windy


"iya udah kamu tidur aja, biar aku yyang beresin ini " ucap Alva


Bukannya tidur, Windy malah berjalan bolak balik kaya setrikaan


"sayang, kamu kok jalan, kan lagi sakit " ucap Alva


"Bentar sayang ,udah satu minggu ini aku kaya gini, aku juga ssering pipis,susah tidur " ucap Windy


"maaf sayang, aku terlalu sibuk, aku gak tau kamu ke gitu " sesal Alva


"gak apa, sakitnya hanya sebentar sebentar" ucap Windy


"sayang sini, aku bantu kamu" ucap Alva menepuk pahanya


Windy duduk di pangkuan suaminya


Alva mengusap pinggang istrinya


"gimana udah mendingan" tanya Alva


"sedikit" ucap Windy


"sayang anak papa, bantu mama ya nak, jangan buat mama terlalu kesakitan, kami merindukan mu" ucap Alva mengelus perut istrinya


"sayang cepat lahirnya iya, anak mama" ucap Windy


Menjelang pukul 5 dore Windy kembali merasakan sakit, kali ini lebih sering, dan ketika dia berjalan tiba tiba air keluar begitu saja


"sayang bantu aku, udah pecah ketuban" ucap Windy


Alva dengan sigab menggendong istrinya ke dalam mobilnya


Martin yang melihatnya langsung duduk di kursi kemudi


"sudah siap tuan" tanya Martin setelah Alva memasang seatbeltnya dan istrinya


"cepat pak, tapi hati hati " ucap Alva


Martin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang


"sayang sakit " ucap Windy


"bertahanlan sayang, kita akan sampai bentar lagi " ucap Alva mengusap perut istrinya


"sakit sayang sakit " rintih Windy


"sayang pegang tangan aku yang kuat, itu bisa sedikit mengurangi rasa sakit mu" ucap Alva


Windy memegang tangan Alva kuat, dia sampai berkeringat menahan sakitnya


πŸ’•andai saja aku bisa menggantikannya, biar aku yang merasakan sakitnya πŸ’•


20 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit


Windy langsung di bawa ke ruang persalinan


"maaf pak, dilakan tunggu di luar " ucap seorang perawat

__ADS_1


"sus, izinkan suamiku, aku ingin dia menemani ku" ucap Windy


Alva di izinkan masuk bersama istrinya


"pembukaannya udah sempurna, nonya dengarkan arahan saya ya " ucap dokter


"iya dok" jawab Windy


"tarik nafas lewat hidung buang dari mulut " ucap dokter


Windy melakukannya


"sekarang ngeden,nafasnya di tahan non, tarik nafas dorong" ucap dokter


Windy melakukannya beberapa kali Ooooeeee Ooooeeee


Terdengar suara bayi


Alva selalu mendoakan anak dan istrinya agar selamat, meski tangannya sakit, dia seperti tidak merasakannya. Mendengar suara tangis anaknya dia berucap syukur


"sayang anak kita udah lahir " ucap Alva


"selamat tuan, nonya,jagoananda sehat " ucap dokter


Melihat buah hati mereka rasa sakit yang Windy rasakan seakan hilang


"sayang kamu hebat" ucap Alva mencium istrinya


"itu berkat kamu sayang, kamu banyak membantuku" ucap Windy


"sayang aku senang melakukannya, rasa sakit aku tidak seberapa dibanding kamu " ucap Alva


"makasih sayang " ucap Windy


"makasih juga, kamu telah memberikan hadiah terindah untuk ku" ucap Alva tersenyum ringan


Cyano, Gilbran, Rosa dan yang lainnya menunggu di depan pintu ruang persalinan. Setelah di pindahkan ke ruang rawat inap, mereka memberi ucapan selamat


Meski melahirkan normal Windy tidak di perbolehkan pulang, dia di rawat beberapa hari di sana, ruang VIV yang di persiapkan khusus untuk Windy


"selamat ya nak, kalian sudah menjadi orangtua sekarang " ucap Cyano


"makasih pa" jawab Windy


"selamat non, anda berhasil " ucap Gilbran


"makasih " ucap Windy dengan senyuman


"selamat ya Win, sehat selalu, kamu jadi mommy sekarang" ucap Rosa


"amin" ucap Rosa dan Gilbran kompak


Perawat memberikan bayinya untuk di susui


"wah, ganteng banget " ucap Rosa


"makasih aunti " ucap Windy


Cup


Satu kecupan mendarat di pipi bayi Mungil itu


"selamat ya non, tumukenya ganteng banget " ucap bi Sumi


"tumuke apa bi" bingung mereka bertanya bersamaan


"hahaha tumuke itu tuan muda kecil" ucap bi Sumi


Hahaha


"bisa aja kamu bi" ucap Cyano


"bagus juga panggilannya " ucap Gilbran


"ganteng banget cucu opa" ucap Cyano menggendong tumuke


"iya om ganteng, lebih ganteng dari papanya" ucap Rosa


"harus ada peningkatan dong" iya kan jagoan papa" ucap Alva mencium putranya


"dia jagoanku" ucap Windy


"gak ini jagoan kami, iya kan tumuke" ucap Gilbran mengambil tumuke dari gendongan Cyano


"emangnya anak siapa dia " ucap Windy


"anak kita, iya kan tumuke" ucap Rosa


"hey, dia anakku kembalikan dia " ucap Windy


Hahaha

__ADS_1


"marah deh bundanya" ucap Cyano


"bukan bunda pa, mama" ucap Alva


"kita pinjam dia dulu, pelit amat sih kamu " ucap Rosa


"emang anakku barang apa, pakai pinjam segala " ucap Alva


Hahaha


"sensi amat sih tuan,siapa bilang tumuke barang, tumuke harta karun" ucap Gilbran


"iya benar benar, tumuke harta karun yang harus kita jaga, sayangi, cintai dan lindungi, iya kan tumuke" ucap Rosa


"Sayang berikan tumuke sama nonya" ucap Gilbran


Rosa menidurkan tumuke di samping Windy


Mereka semua sangat bahagia dengan kehadiran tumuke


"sayang makasih telah hadir dalam hidup kami" ucap Windy mencium pipi cubi tumuke


Seakan mengerti dengan omongan mamanya tumuke menggerak gerakkan mulutnya


"siapa nama anak kamu Al" tanya Cyano


🌷BOON RADITYA CYANO🌷


Dia matahari ku, anugerah terindah dalam hidup ku" ucap Alva


"nama yang bagus " kamu memang hebat " ucap Cyano


"aku setuju, tumuke adalah anugerah, dan semoga kelak dia seperti matahari yang tidak pernah lelah menyinari bumi " ucap Rosa


"halo tumuke BOON RADITYA Cyano " ucap Martin


"halo juga om" ucap Windy menirukan suara bayi


"imut ya non" ucap Martin


Windy membalas dengan senyuman


"eh Martin, yang namanya bayi ya imut" ucap Gilbran


"siapa bilang, ada kok bayi jelek " ucap Martin


"kamu kali " ucap Gilbran


"jangan salah ya, aku tu ganteng dari orok " ucap Martin


"Martin, Gilbran kalian itu kenapa, selalu aja kaya kucing sama tikus gak pernah akur" ucap Cyano


"tau nih, cari gara gara mulu" ucap Martin


" kamu yang cari gara gara " ucap Gilbran gak mau kalah


"kamu"


"kamu"


"lanjut, bentar lagi tumuke yang nendang kalian " ucap Rosa


"sayang, gantengan mana aku sama Martin" ucap Gilbran


"iya akulah " bukan Rosa yang jawab melainkan Martin


"kepedean kamu,gatengan aku kan sayang" ucap Gilbran


"mau yang jujur apa yang boong" ucap Rosa


"jujur dong sayang " ucap Gilbran


"ok, yang paling ganteng itu,,, Martin" ucap Rosa


"hahaha rasain kamu, aku lebih ganteng " bangga Martin


"sayang, kamu kok gitu sih, suami kamu aku apa dia " ucap Gilbran


"tadi kan maunya jujur, iya udah aku jujur " ucap Rosa tanpa merasa bersalah


"sayang, dimana mana, istri selalu bilang suaminya yang paling ganteng, jangan jangan kamu suka sama dia " ucap Gilbran


"hehehe, sayang, mana mungkin aku suka sama Martin" ucap Rosa


"ada yang cemburu " ucap Martin


"diam kamu, aku gak akan biarin kamu merebut istri ku" ucap Gilbran


"kalo Rosanya mau, bisa apa kamu " ucap Martin


"coba aja kalo berani, aku bunuh kamu " ucap Gilbran

__ADS_1


Hahaha


Suara tawa menggelegar di ruangan itu


__ADS_2