
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Mereka tiba di rumah, Alva membangunkan kedua anaknya. Tapi mereka tak kunjung bangun
"sayang udah kayaknya mereka kelelahan " ucap Windy
"iya sayang, iya udah kita gendong aja " ucap Alva.
Alva menggendong putranya masuk sedangkan Windy menggendong putrinya
Alva membawa Tumuke ke dalam kamarnya .dia membaringkan Tumuke di atas ranjangnya. Lalu membuka sepatu dan kaus kakinya,dan menyelimuti putranya. Windy melakukan hal yang sama pada putrinya.
"sayang, udah?" tanya Alva
"udah sayang" ucap Windy
Mereka kembali ke dalam kamarnya
"sayang, aku mandi dulu ya " ucap Windy
"sayang, aku juga mau mandi, keringatan nih " ucap Alva
cukup menguras tenaga juga membopong putranya menaiki anak tangga
"iya udah kita mandi bareng aja " ucap Windy mengambilkan handuk mereka
"ok, itu yang paling aku suka sayang" ucap Alva memeluk istrinya dari belakang
"mau mandi apa mau pelukan nih " ucap Windy
"hehe mau mandi dong sayang " ucap Alva
Mereka melakukan rutinitas mandinya bersama, hanya mandi tidak ada olah raga atau semacamnya
Cyano memegang tangan Cantika masuk, dia membawa Cantika ke kamar yang telah di siapkan oleh pelayan di rumahnya
"ini kamar kamu, baju baju kamu ada di dalam lemari, jika kamu mau mandi ini kamar mandi " ucap Cyano
" makasih opa" ucap Cantika
"kamu istirahat ya, opa juga mau istirahat di kamar opa" tutur Cyano
"iya opa" ucap Cantika
Martin, dia langsung pulang ke rumahnya setelah mengantarkan Cyano dan Cantika
"sayang kita bawa aja mereka ke dalam, pasti mereka kecapean " ucap Rosa
__ADS_1
"iya sayang, mereka sangat menikmati permainannya " ucap Gilbran. Mereka membawa anak anaknya masuk ke dalam kamarnya. Iya Findo dan Gavin tidur satu kamar, Findo gak mau kamarnya pisah dari kamar adiknya
"sayang kita mandi bareng yuk" ucap Gilbran setelah mereka kembali ke kamarnya
"gak ah,kamu mesum, awalnya aja mandi bareng, ujung ujungnya itu juga,aku gak kuat, capek " ucap Rosa
"gak kok sayang, aku janji, aku juga sangat capek " ucap Gilbran
"yakin nih gak mau " ucap Rosa
"yakin se yakin yakinnya " ucap Gilbran
"ok" ucap Rosa
Sekitar 15 menit mereka selesai dengan rutinitas mandinya
Hag
Rosa kaget setengah mampus saat Gilbran menggendongnya tiba tiba, dan membawanya ke atas ranjang
"ihh kamu tu ya, mau bikin aku jantungan" ucap Rosa memukul dada bidang suaminya
"sayang, aku tau kamu capek, makanya aku gendong " ucap Gilbran
"kan bisa ngomong dulu " ucap Rosa
"eits ingat janji " ucap Rosa
"sayang, aku itu gak sabaran peluk kamu, lalu bobo, aku ngantuk " ucap Gilbran memeluk istrinya
Tanpa menunggu lama Mereka masuk ke alam mimpi
"sayang, aku ke kamar Cantika dulu ya " ucap Windy
"besok aja sayang, kamu gak capek ya " ucap Alva
"capek juga sih, tapi aku pengen liat dia dulu" ucap Windy
"iya udah, jangan lama ya sayang, aku gak bisa tidur kalo gak ada kamu" ucap Alva
"peluk guling aja, gak usah tunggu aku " ucap Windy
"huh, ibarat duda dong akunya" ucap Alva
"jangan suka asal, omongan itu doa, kalau kamu benaran duda gimana" ucap Windy
"ihhh amit amit, sayang jangan ngomong gitu ah, bikin takut aja" ucap Alva mengerdikkan bahunya
__ADS_1
"kamu kan bisa nikah lagi, ngapain takut" ucap Windy
"sayang stop, hanya kamu wanita di hati aku dulu sekarang dan selamanya, kamu cinta pertama dan terakhir aku" ucap Alva
Dia selalu marah jika istrinya menyinggung soal perpisahan atau kematian padahal Windy hanya be'canda
"hahaha iya iya iya, aku tau, iya udah aku liat Cantika dulu " ucap Windy berlalu pergi
💕iya Allah iya Tuhanku yang maha pengasih dan penyayang, aku bisa kehilangan seluruh harta kekayaan ku, tapi aku tidak bisa kehilangan istri ku dan anak anak ku, jangan pernah ambil mereka dariku,engkau mengirim mereka untuk melengkapi hidupku, jangan pernah pisahkan kami sampai rambut ini memutih. Amin 💕
Alva langsung bersujud selepas kepergian istrinya .kenangan pahit hidupnya yang dulu kembali terlintas di pikirannya.
Windy kembali ke kamarnya setelah melihat Cantika baik baik aja dan sudah tertidur, dia mengerditkan keningnya melihat suaminya melamun, tetesan kristal jatuh di pipinya
"sayang, kamu kenapa " tanya Windy buru buru Alva mengusap air matanya "sayang ada apa kenapa kamu menangis " ucap Windy lagi
" gak kok sayang, aku gak nangis " ucap Alva berusaha menutupi kesedihannya
"sayang, cerita sama ku ada apa " ucap Windy menghapus air mata yang mengalir di pipi suaminya
Alva memeluknya erat menyandarkan kepalanya di dada istrinya
"sayang, jangan pernah tinggalin aku ya, aku gak bisa hidup tanpa kamu " ucap Alva
"sayang, hey kamu kenapa, aku tidak akan pernah ninggalin kamu, apapun yang terjadi aku akan selalu di samping kamu, nemanin kamu, dan akan selalu mencintai kamu " ucap Windy
"aku takut sayang, aku takut kehilangan kalian, cukup sekali aja aku menderita karna kehilangan " ucap Alva
"sayang, kamu tidak akan pernah kehilangan aku, aku istri kamu sekarang dan selamanya, cinta ku abadi untuk mu, tidak ada yang bisa merubahnya" ucap Windy mencium puncak kepala suaminya dan mengusapnya dengan penuh kasih sayang
"sayang kamu janji kan gak akan tinggalin aku" ucap Alva memandang wajah istrinya
"tidak akan pernah sayang, kamu segalanya bagiku, aku tidak akan pernah meninggalkan mu" ucap Windy mencium kening suaminya
"maaf ya sayang, tadi aku hanya be'canda, aku tidak bermaksud membuat mu sedih " lanjutnya
"aku tau sayang, aku aja yang baper" ucap Alva
"sayang jangan sedih lagi ya, aku gak bisa lihat kamu kaya gini" ucap Windy
"gak aku gak sedih, kamu memang mood boster ku" ucap Alva
Mereka tidur berpelukan, Alva memasukkan tangannya ke dalam baju istrinya dan memainkan pusar istrinya, entah kenapa dia senang melakukannya, hanya hitungan menit mereka pu terlelap .
oh,,, so sweet aku iri sama Windy, dia sungguh beruntung memiliki suami sebaik Alva, andai saja dia adalah aku, dan ada di dunia nyata betapa senangnya hati ini . tapi sayang pria bucin hanya ada di dunia Novel.
jangan lupa like, koment dan votenya ya readers, dukungan kalian semangat author 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
love you readers