
Ingat selalu like, koment dan votenya iya πππ
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Sudah tiga hari Alva berbaring di Rumah Sakit, namun belum sadarkan diri
Windy selalu mengajaknya bicara berharap pria yang sangat dia cintai mendengar setiap ucapannya
Namun pria itu enggan membuka matanya, dia lebih suka di dalam tidur panjangnya
Dokter yang menanganinya selalu mengatakan kalo suaminya berangsur membaik
Tapi entah kenapa dia tidak sadarkan diri hingga saat ini
"Ros, kenapa ya mas Alva belum sadar " ucap Windy masih menggenggam tangan suaminya
"Sabar Win, kita gak boleh pesimis, mungkin sebentar lagi " ujar Rosa
"Tapi sampai kapan, ini udah tiga hari Ros " ucap Windy
Tiba tiba dia merasakan ada pergerakan di tangannya
Dia mengamati tangan suaminya, ternyata benar, Alva mengerakkan jari jemarinya
Wajahnya berbinar melihat kemajuan suaminya
"Sayang kamu sudah sadar, buka mata mu sayang " ucap Windy
Gilbran segera memanggil Dokter, begitu mendengar Nyonyanya menyebut nama Tuannya
"Sayang, aku di sini menunggu mu, aku yakin kamu akan sembuh " ucap Windy
Namun yang di ajak bicara hanya diam membisu
Dokter datang dan melakukan pemeriksaan terhadap Alva
"Dok, tadi suamiku menggerakkan jarinya, tapi kenapa belum sadar " tanya Windy
"Hal seperti ini biasa bu, mudah mudahan pak Alva segera sadar"
Dengan perasaan sedih, Windy kembali mencium tangan suaminya
Beberapa jam telah berlalu, Rosa dan Gilbran merebahkan tubuhnya di sofa ruangan itu
Saat jam menunjuk pukul tiga dini hari, Alva membuka matanya
Dilihatnya sekeliling ruangan itu
Ruangan serba putih dengan selang infus di tangannya
πRupanya aku di Rumah Sakit, apa yang terjadi pada kuπ
Perlahan dia melihat seseorang yang menggenggam erat tangannya
Dia menatap lekat wajah orang itu
πSiapa dia π
Dia bingung melihat wanita yang tertidur di sisi Hospital Bed tempat dia berbaring
Windy yang merasakan ada pergerakan segera membuka matanya
Dilihatnya suaminya kini sedang menatapnya
"Sayang kau sudah sadar, syukurlah aku merindukan mu sayang " ucap Windy mencium kening suaminya
Alva hanya diam memandang nanar wanita yang menciumnya
"Sayang aku senang melihat mu membuka mata dan menatap ku, sudah tiga hari ini kamu koma sayang, akhirnya kamu kembali pada ku" ucap Windy mencium punggung tangan suaminya
__ADS_1
"Kamu siapa?,kenapa mencium tangan ku?" tanya Alva
Serrrrrr
Jantung Windy seakan berhenti berdetak, hatinya hancur mendengar ucapan suaminya
"Sayang aku Windy istri kamu, kenapa kamu berkata seperti itu " ujar Windy dengan derai air mata
"Aku gak mengenal mu, aku gak tau siapa kamu " jelas Alva
"Sayang apa kamu benar lupa sama ku, aku ini istri kamu sayang "
"Istri?,aku gak tau apa aku punya istri atau tidak " ucap Alva di tengah kebingungannya
"Sayang aku istri kamu, kita punya dua anak ,satu laki-laki namanya BOON RADITYA Cyano, dan satu perempuan namanya Angel Liora Cyano , apa kamu gak ingat sama mereka? "
"Putri ku, dimana Putri kecil ku ?" tanya Alva mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan
"Putri kita di rumah sayang, mereka gak ikut ke sini "
"Apa kau mengenal Putri ku?" tanya Alva
πapa yang terjadi pada suamiku, kenapa dia lupa sama ku, tapi gak apalah, setidaknya dia masih ingat anak anak π batin Windy
"Iya, apa kamu ingin bertemu dia? " tanya Windy
"Iya aku sudah sangat merindukan putri ku" ucap Alva.
Seutas senyum menghiasi bibirnya
"Kita tunggu bentar lagi ya, ini baru jam 3.35, kita akan menemui mereka setelah Dokter memeriksa kamu" ucap Windy melihat Arloji di tangannya
"Iya, makasih sudah mau membantu ku bertemu putri ku" ucap Alva
"Oh iya, kalo boleh aku tau, nama kamu siapa? " sambungnya
"Apa kamu gak ingat nama ku? " tanya Windy balik
"Kalo nama kamu siapa? " tanya Windy
Alva terlihat berpikir, dia seperti tidak mengenal dirinya sendiri
"Maaf, aku gak tau namaku" jawab Alva sedih
πSepertinya suamiku kehilangan sebagian ingatannya, namanya sendiri dia gak ingat, pantas dia tidak mengenalku π Windy kembali membatin
"Apa kamu pengen tau nama kamu?" tanya Windy
"Kamu tau nama ku, siapa nama ku?" Alva balik bertanya
"Iya aku tau, nama kamu Alva , Alva Cyano,anak dari Jeigh Cyano" jawab Windy
Alva berpikir mencoba mencerna penuturanan istrinya, tapi dia sama sekali tidak mengingat apapun
"Apa aku punya keluarga?, aku hanya mengingat putri kecil ku " ujar Alva
"Iya kamu punya keluarga, punya istri, punya anak dan punya Papa " ucap Windy
"Apa kamu ingat nama putri mu? " tanya Windy
Alva terdiam, dia berusaha mengingat nama putrinya , tapi dia hanya mengingat wajahnya
πAda apa dengan ku, aku hanya mengingat wajah putri ku, aku sama sekali gak bisa mengingat namanya, bahkan namaku sendiri aku lupa π
Suara batin Alva
Dia menggelengkan kepalanya, kemudian ...
"Aku gak bisa mengingat namanya, tapi aku mengingat wajahnya" ucapnya
__ADS_1
"Baiklah aku akan mempertemukan kalian, dan membantu kamu mengembalikan ingatan mu" ucap Windy
Alva membalas dengan senyum mempesonanya
Windy merasa bahagia melihat suaminya siuman, meski ada sedikit rasa kecewa karna suaminya kehilangan sebagian ingatannya
Ingin rasanya dia menghujani suaminya dengan ciuman, tapi mengingat dia tidak mengenalnya, dia mengurungkan niatnya
Dia takut suaminya tersinggung, dan malah memperkeru suasana
Alva menatap wajah cantik istrinya, ada rasa ingin tau, dia merasa nyaman bersama wanita yang menemaninya, tapi dia tidak bisa mengingat siapa wanita itu
"Apa kamu ingin sesuatu ?" tanya Windy
"Apa boleh, aku sedikit lapar" ujar Alva
Windy membuatnya teh manis dan mengambil roti dari atas nakas
"Kamu makan roti dulu aja ya, gak ada makanan sekarang " ucapnya memberikan roti di tangannya
Alva mengambil roti itu, dia mencelupkannya ke gelas teh hangatnya dan memakannya
"Apa kamu gak ingat kejadian apa yang kamu alami sebelum berada di Rumah Sakit ini? " tanya Windy
" Aku sama sekali gak ingat apa-apa" jawab Alva
"Jika kamu berkenan, aku akan menceritakan kejadiannya pada mu, tapi gak sekarang " ucap Windy
"Iya, aku memang bingung dengan diri ku, aku bahkan lupa nama ku sendiri, sepertinya ada sesuatu yang membuat aku jadi begini " ucap Alva
"Iya, kamu memang baru dapat musibah , beruntung pertolongan datang tepat waktu, sehingga kamu dengan cepat di larikan ke Rumah Sakit ini, tapi jangan khawatir, aku selalu ada untukmu" ucap Windy
" terimakasih, aku mohon tolong bantu aku mengingat semuanya " pinta Alva
"Pasti, aku akan selalu bersama mu" ucap Windy menggenggam tangan suaminya
πApa benar dia istri ku, aku sungguh bodoh, bagaimana bisa aku melupakan semuanya, tapi kalo dia memang istri ku, aku sungguh sangat beruntung memiliki istri seperti diaπ
"istirahat lah, besok kita akan kembali ke rumah kita " ucap Windy yang melupakan sesuatu
"Apa aku tinggal satu rumah dengan mu? " tanya Alva
πWaduh aku lupa , gimana ya π
"I iya ,kita tinggal satu rumah bersama anak anak kita " jawab Windy
"Aku udah gak sabar kembali ke rumah, aku sudah sangat merindukan putri kecil ku " ujar Alva
"Bersabar lah, tinggal beberapa jam lagi, kamu akan bertemu dengan mereka " ucap Windy
"Sudah jam berapa? " tanya Alva
" Jam 5, gak terasa kan?, tinggal sebentar lagi " ucap Windy
Alva manggut manggut
"Kamu bilang aku udah tiga hari di sini, apa selama itu juga kamu nungguin aku? " tanya Alva
"Iya, aku ingin di saat kamu sadar dari koma mu, akulah orang pertama yang kamu lihat " ucap Windy yang gak bisa membohongi perasaannya
"Jadi kamu ini benar istri ku? " tanyanya lagi
Windy menarik sudut bibirnya, memberikan senyum ter'indahnya
"Kamu akan melihat foto pernikahan kita, setelah kita sampai di rumah nanti " ucap Windy
"Aku sungguh beruntung memiliki istri sebaik kamu, tapi maaf, aku gak bisa mengingat apapun tentang mu, semoga saat di rumah nanti aku bisa mengingat semuanya " ucap Alva lirih
"Jangan bersedih, aku yakin kamu akan mengingat semuanya kembali " ucap Windy
__ADS_1
"Aku juga berharap begitu, aku gak mau sampai melupakan orang terpenting dalam hidup ku " ucap Alva