PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 33


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Gilbran, Cyano dan Alva kembali ke rumah, seperti pesan Rosa Gilbran ke rumah Cyano. Setibanya di sana mereka tidak melihat siapapun, rumah itu sepi, tapi pintu gak terkunci


"dimana mereka " ucap Cyano


"sayang,,, tumuke " panggil Alva


"sayang, kamu dimana, kita pulang yuk"panggil Gilbran


"bi Sumi, bi Sumi " panggil Cyano


Tidak ada sahutan


πŸ’•dimana mereka πŸ’• mereka membatin, dan khawatir


"sayang,,, tumuke,, sayang istri ku, anakku " panggil Alva mencari ke dalam kamarnya tapi tak ada


Rasa khawatir mereka semakin besar ,tiba tiba


🌷happy britday🌷


Ucap semuanya keluar dari kamar kosong


"happy britday suamiku" ucap Rosa


"sayang kau membuatku khawatir" ucap Alva


"maaf sayang, ini suprise untuk Gilbran " ucap Windy


"kalian menyiapkan ini untuk ku" ucap Gilbran


"iya sayang, kamu suka " ucap Rosa


"suka banget " ucap Gilbran


"selamat ya, panjang umur sehat selalu, murah rezeki, dan bahagia selalu " ucap Cyano


"selamat Gil, semoga keinginan mu terkabulkan" ucap Alva


"selamat,,, jadilah suami yang baik, agar istri mu gak di tikung orang" ucap Martin


"kau"ucap Gilbran


Hahaha


Selalu saja ada cara agar mereka tertawa, gak Gilbran ,gak Martin


"selamat ya Gilbran, semoga bahagia selalu " ucap Windy


Mereka memberi kado masing masing


"sayang, kau tak memberiku kado" ucap Gilbran


"gak ada sayang, aku gak punya duit" ucap Rosa lesu


"sayang, aku kan kasih uang bulanan sama kamu kok gak ada " ucap Gilbran


"kamu marah ya, aku gak kasih kado" ucap Rosa


"gak juga sih, mana bisa aku marah sama kamu sayang " ucap Gilbran


"aku punya kok, aku punya kado termahal dan terindah untuk mu" ucap Rosa


"mana sayang, dimana" tanya Gilbran senang


"disini" ucap Rosa meletakkan tangan suaminya di perutnya


"apa maksudnya sayang" ucap Gilbran


"aku hamil sayang" ucap Rosa


"apa??? Hamil,,, kamu hamil sayang" ucap Gilbran sungguh dirinya sangat bahagia


Rosa manggut manggut


"terimakasih ya Tuhan, terimakasih " ucap Gilbran bersujud,kemudian memeluk istrinya


"selamat ya akhirnya kalian di beri kepercayaan " ucap Cyano

__ADS_1


"iya tuan, terimakasih " ucap Gilbran


"makasih om" ucap Rosa


"selamat Gil, kehadiran anakmu membuatku hampir mati" ucap Alva


"loh kok gitu" ucap Gilbran


"gimana gak mau mati, aku pikir istri dan anak ku hilang " ucap Alva merangkul bahu istrinya


"maaf, namanya juga suprise " ucap Windy


"selamat Ya semoga anak kamu mirip sama ku" ucap Martin


"hey mana mungkin anakku mirip dengan mu" ucap Gilbran


"bisa aja, makanya jangan cari masalah mulu sama ku, ntar anak kamu jadi kaya aku" ucap Martin


"oke, kita damai, demi anakku " ucap Gilbran


Hahaha


Mereka kembali tertawa


"hay cucu opa, sini opa gendong " ucap Cyano


"iya nak, tumuke mau sama opa" ucap Windy


Tumuke menggerak gerakkan mulutnya


"iya katanya opa" ucap Windy memberikan tumuke pada Cyano


"hati hati pa, awas jatuh " ucap Alva


"sstt gak boleh gitu " ucap Windy


"pintaran papa di banding kamu, yang gendong kamu dulu siapa " ucap Cyano


"oh iya iya pa, aku lupa " ucap Alva menggaruk palanya


"halo cucu opa, kangen ya sama opa, opa juga kangen sama BOON " ucap Cyano


Gilbran sangat bahagia di hari ulang tahunnya dia memdapat kado istimewa dari istrinya. Tak terasa sudah larut, mereka masuk ke dalam kamarnya masing masing


🌷🌷🌷


Alva dan Windy berbaring di ranjang mereka


"sayang kamu kenapa " ucap Windy melihat suaminya seperti memikirkan sesuatu


"aku heran sama cewek itu sayang, sebenarnya siapa dia, apa tujuan dia mendekatiku" ucap Alva


"cewek yang mana, "ucap Windy


"yang nabrak kamu sayang " ucap Alva


"mungkin dia suka sama kamu " ucap Windy


"sebesar apapun cintanya padaku, itu tidak ada artinya, karna aku hanya mencintai istri ku ini " ucap Alva menghadap istrinya


"lalu yang di restoran waktu itu, apa kamu masih melihatnya " ucap Windy


"gak, aku gak pernah liat dia lagi " ucap Alva


"apa mungkin tujuan mereka sama" ucap Windy


"bisa jadi, mereka datang di waktu yang sama, tapi di hari yang berbeda" ucap Alva


"sayang, kamu harus hati hati, siapapun mereka, kamu gak boleh gegabah " ucap Windy


"iya sayang, makasih ya, kau selalu perhatian padaku" ucap Alva


"itu kewajiban aku sebagai istri " ucap Windy


"sayang, apa aku bisa,,, " ucap Alva menggantung kalimatnya


"kamu pengen " ucap Alva


"iya sayang, kan udah lama gak makan kamu" ucap Alva

__ADS_1


Windy menganggukkan kepalanya


"tapi pelan pelan ya sayang " ucap Windy


"iya sayang, pasti " ucap Alva


Dia mencium bibir istrinya, **********, mereka melepas ciumannya karna kehabisan nafas


"sayang" ucap Alva dengan nafas yang menggebu


Windy membalas dengan senyuman manisnya


Alva kembali mencium bibir istrinya, **********, dia menjelajah seluruh tubuh istrinya, meninggalkan tanda kepemilikan di sana, pertempuran pun terjadi malam itu hingga mereka mencapai puncak pelepasan yang nikmat


🌷🌷🌷


Di kamar yang berbeda Gilbran sedang mencium perut rata istrinya, dia tidak henti hentinya mengucapkan terimakasih


"sayang udah geli" ucap Rosa


"aku sangat senang sayang, akhirnya Tuhan mendengar doa kita" ucap Gilbran


"aku juga senang, aku bisa memberi mu anak" ucap Rosa


"sayang apa aku bisa menyapanya" tanya Gilbran


"bisa, tapi gak kaya biasa, kita harus melakukannya dengan cara yang aman" ucap Rosa


"iya sayang, aku janji " ucap Gilbran


Dia mencium bibir istrinya, **********, ciuman itu turun ke leher jenjang istrinya meninggalkan tanda kepemilikan di sana, setelah merasa sudah b*s*h olah raga malam pun terjadi .


"Sayang apa aku kasar " ucap Gilbran yang takut permainannya menyakiti anak dan istrinya


"tidak, kali ini kau sangat lembut " ucap Rosa


"kau tidak kesakitan kan sayang" ucap Gilbran


"tidak sayang, aku menikmatinya" ucap Rosa. Gilbran mencium bibir istrinya sekilas. Akhirnya mereka masuk ke alam mimpi


🌷🌷🌷


Ooooeeee Oooeee


Suara tangis tumuke membangunkan mereka


"sayang, anak papa, kamu udah bangun " ucap Alva menggendong putranya


"cepat kali dia bangun, aku masih ngantuk " ucap Windy


"sayang tumuke ngompol, gantiin popoknya,aku bingung caranya" ucap Alva


Windy menggantinya


"sayang kamu bisa cepat gantinya"ucap Alva


"iya dong, aku kan mamanya" ucap Windy


"sayang, kayaknya dia haus, lihat mulutnya, kaya mulut anak beo" ucap Alva


"sayang gak boleh samain anak Sama burung" ucap Windy


"maaf, maksudnya gak nyamain, mulutnya itu tu" ucap Alva


"iya tumuke haus nak" ucap Windy menyusui anaknya


"sayang, kamu mandi gih, jangan gangguin tumukenya " ucap Windy


"bentar sayang, asyik gangguin dia " ucap Alva


"nanti kesendat dia, jangan di gangguin" ucap Windy


"gak sayang, dia senang ada aku" ucap Alva


Ooooeeee Oooeee


"tu kan nangis " ucap Windy


"sayang jangan nangis, tu kan papa di marahin sama mama" ucap Alva

__ADS_1


"sayang jangan, ntar nangis lagi " ucap Windy.


__ADS_2