PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 54


__ADS_3

Halo readers, dukung author terus ya, biar aku makin semangat ngetiknya.


Dukungan kalian membuka jalan cerita author 😅😅😅😅😅😅


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Sayang, aku harap kamu bisa mendengar ku,


Aku sangat mencintai mu,


Aku tidak bisa hidup tanpa mu,


Aku mohon bukalah mata mu,


Aku ingin kau memelukku,


Bermanja padaku


Aku ingin kau memanggilku,


Memanggil anak anak kita


*


Kami butuh kamu sayang


Aku mohon sadarlah"


Tak henti hentinya dia mencium punggung tangan suaminya


Gilbran dan Rosa tak kuasa menahan tangis ,melihat Alva yang masih setia di dalam tidurnya


Mereka berusaha menyenangkan Windy yang sesugukan memandang wajah pucat suaminya


🌷🌷🌷


Di Negara lain seorang pria parubaya sedang gelisah,


Sudah beberapa kali dia menghubungi nomor Alva ataupun Windy, namun tidak tersambung


Dia menghubungi Nomor Gilbran, tapi sedang di alihkan


Muncul beberapa pertanyaan yang membuat hatinya


Dag dig dug derrr


Entah kenapa, sejak kemarin dia selalu kepikiran anak anaknya


"Martin coba hubungi nomor Gilbran , sudah beberapa kali aku hubungi, tapi selalu di alihkan " titah Cyano


"Baik tuan" ucap Martin mengambil benda pipi di saku celananya dan melakukan panggilan


"Maaf tuan, nomor asisten Gilbran berada di luar jangkauan " ucap Martin


" Coba nomor Alva "


"Baik tuan" kembali dia melakukan panggilan


"Nomor tuan gak aktif tuan" ucap Martin, setelah beberapa kali menghubungi nomor Alva tapi tetap tidak tersambung


" Apa yang terjadi pada mereka, gak biasanya mereka seperti ini " khawatir Cyano


"Mungkin mereka sedang meeting tuan" ucap Martin


"Semoga aja kekhawatiran ku ini salah , aku merasa seperti terjadi sesuatu pada mereka "


"Mungkin tuan merindukan mereka, makanya merasa gelisah seperti itu "


"Mungkin juga , aku belum pernah jauh dari mereka "


"Tuan jangan khawatir, aku yakin mereka baik baik aja,seandainya terjadi sesuatu, mereka akan memberi tau Tuan"


"Iya, kau benar, iya udah sekarang kita pergi, kita ada meeting kan? "


"Iya Tuan, 20 menit lagi "

__ADS_1


"Baiklah, ayo"


Mereka pergi ke tempat yang sudah di tentukan oleh sekretaris klien nya


🌷🌷🌷


"Sayang, ayo buka mata mu, tidakkah kau lapar?, aku akan menyuapi mu" ucap Windy air matanya mengalir dengan derasnya membasahi pipinya


"Win, jangan seperti ini, kendalikan dirimu, kamu jangan menangis terus" bujuk Rosa


"Aku gak bisa Ros, aku gak kuat liat suamiku kaya gini "


"Win, kalo kamu sakit gimana?, siapa yang akan mengurus Alva? "


"Ros, apa kita bawa aja dia ke Rumah Sakit di Jakarta?, "


"Win, sebelum Alva sadarkan diri, kita gak bisa bawa dia, itu sangat beresiko"


"Sabar Non, kita tunggu satu, dua hari lagi, jika tidak ada perubahan, kita akan bawa Tuan " ucap Gilbran


"Baiklah,apa anak anak baik baik aja? " tanya Windy setelah menuruti permintaan Gilbran dan Rosa


"Jangan khawatir Non, ada Alvin yang menjaga mereka "


"Apa Alvin tinggal di rumah? "


"Iya Non, saya meminta Alvin menginap di rumah Non, selama kita belum kembali "


"Makasih Gilbran, makasih untuk semuanya "


"Sudah kewajiban ku, menjaga dan melindungi kalian Non, maaf karna kelalaian ku, Tuan jadi seperti ini "


"Jangan menyalahkan dirimu, semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan mu, suamiku sudah tertipu dengan tipu muslihat Pebrita"


"Tetap aja aku salah, seandainya aku menemani Tuan waktu itu, pasti hal ini tidak akan terjadi "


"Berhenti menyalahkan diri sendiri, semua itu sudah takdir, bagaimana pun caranya kita gak bisa mengelak"


"Maaf Non,aku belum kasih tau Tuan besar"


"Gimana kalo Tuan nelfon kita Non, apa kita harus bohong? "


"Bilang aja kita baik baik aja, gak ada masalah "


"Tapi Win, gimana kalo Om tau dari orang lain "


"Jika kita udah bilang semuanya baik, Papa gak akan curiga "


"Iya,aku setuju sama Nonya, kalo Tuan besar sampai tau,beliau akan langsung terbang saat ini juga, aku gak mau kalo Tuan memaksa kita pergi ke sana, aku gak bisa ninggalin Tuan dalam keadaan begini "


"Iya, aku juga gak mau, aku hanya gak tega aja bohongin Om " ucap Rosa dengan rasa khawatirnya


"Sayang, Tuan itu sangat posesif mengenai Tuan, Nonya, Tumuke dan Non Angel, jika kita beri tau beliau, bisa bisa beliau ikutan sakit" ucap Gilbran


"Iya udah, kalo itu memang yang terbaik " ucap Rosa yang akhirnya mengalah


"Win sebaiknya kamu makan dulu, dari semalam kamu belum makan "


"Aku gak lapar Ros, aku ingin menemani suamiku, saat dia bangun nanti, dia harus melihat aku di sampingnya "


"Win, kalo kamu gak makan, kamu bisa sakit, kalo Alva bangun pas kamu di rawat gimana? "


"Non, apa yang di bilang istri ku itu benar, Non harus sehat demi Tuan, kasihan beliau jika bangun gak ada Nonya di sisinya "


Mendengar penuturan Rosa dan Gilbran, akhirnya Windy menurut, dia gak mau kalo sampai hal itu terjadi


Dia makan sambil sesekali melihat suaminya


Dia tidak ingin melewatkan sedikit saja, bilamana suaminya membuka mata.


🌷🌷🌷


POV Gilbran


Derrtttt Derrrttt

__ADS_1


Suara dering HP di dalam kantong ku


Ku lihat layar HP ku, tertulis ID sipemanggil Non Windy


Aku segera menekan tombol hijau


"Halo"


Ucap ku


"Gil, tolong bantu aku cari mas Alva " katanya


Aku tertegun mendengar kata itu, harusnya Tuan Alva sudah sampai sejak dua jam yang lalu


Aku bergegas menuju rumah Tuan Cyano


Saat sampai di sana, aku melihat Non Windy mondar mandir di ruang tunggu


Beliau seperti tidak menyadari kedatangan ku


"Non, apa Tuan bisa di hubungi? " tanya ku membuyarkan lamunannya


"Gil, kita harus mencari Mas Alva, aku takut dia kenapa napa " pintanya


Tanpa menjawab perkataannya, aku melacak keberadaan Tuan Alva


Senyum ku mengembang saat melihat lokasi keberadaan Tuan Alva di sebuah toko bunga


"Non Tuan ada di jalan xxx, mungkin beliau membeli bunga untuk Non " ucap ku


"Ayo kita kesana, aku harus pastikan" ucap Non Windy


Kami pergi ke tempat itu untuk melihat Tuan Alva


Sesampainya di sana, Non Windy menunjuk mobil Tuan Alva


Iya benar, itu memang mobilnya, tapi kami tidak menemukan beliau di sana


HP Tuan Alva, rupanya tertinggal di dalam mobilnya


Pantas saja panggilan kita tidak di jawab


"Apa yang terjadi pada suamiku "


Aku memandang wajah Non Windy, dia berkata dengan suara yang bergetar


Wajahnya terlihat pucat, mungkin beliau sangat khawatir, mungkin juga takut


Aku mencari ke seluruh tempat di sana, namun naas, aku tidak menemukannya


Terakhir aku pergi ke ruangan Menejer toko itu


Aku meminta melihat CCTV dari dua jam lalu


Beruntung Ibu itu mengizinkan ku


Aku langsung membukanya, terlihat Tuan Alva bicara dengan seseorang, lalu pergi bersama wanita itu


Aku langsung melaporkan sama Non Windy


Beliau meminta ku melacaknya keberadaan Tuan Alva


Tapi aku bingung, bagaimana caranya?, HP dan mobil ada di sini


Terlihat Non Windy berpikir keras,sambil mondar mandir


Kemudian dia berhenti, dan melempar seutas senyum


"Liontin,iya Mas Alva memakai Liontin " ucapnya


Aku langsung melacaknya


Ternyata Tuan Alva berada di kota yang berbeda


"Non, orang itu membawa Tuan ke kota B" ucap ku

__ADS_1


Non Windy meminta ku mengirim alamat lengkapnya ,lalu pergi entah kemana


__ADS_2