PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 64


__ADS_3

Like, koment dan votenya selalu ya


🙏🙏🙏🙏🙏


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Mereka makan dalam diam, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang kedengaran


Selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga


BOON dan yang lainnya di bawa pergi oleh Martin, dan Alvin


Angel yang merengek minta jalan-jalan memaksa mereka meninggalkan para orangtua itu


"Om kita keluar yuk, bosen nih di rumah terus " rengek Angel


"Iya Om, kita udah seharian di rumah" ucap Gavin


"Boleh tuh, cari angin " ucap Findo


"Cari gebetan aja sekalian " cibir BOON


"Boleh juga, siapa tau ada yang mau" ucap Findo


"Banyak, pergi aja sono" sindir Angel


"Apa kamu cemburu baby? " tanya Findo


"Gak sudi" elak Angel menjulurkan lidahnya


"Kalian mau pergi ke mana?, ini sudah malam " ucap Windy


"Kemana aja Ma, yang penting go" jawab Angel


"Sayang hubungi Martin, biar dia yang bawa mereka " ucap Windy


"Hubungi Alvin juga sayang, gak mungkin hanya Martin yang jaga mereka " ucap Rosa


Alva dan Gilbran melakukan panggilan masing masing


Martin dan Alvin yang selalu setia tentu memenuhi permintaan Tuannya


Hanya 15 menit , mereka sampai di kediaman Cyano


"Kita mau pergi ke mana Tumuke? " tanya Martin


"Terserah Angel aja, dia yang ngotot" jawab BOON


"Kita pikirkan aja di dalam mobil, aku bingung harus kemana " ucap Angel


"Baiklah, kalo gitu kami pamit Tuan, Nonya " ucap Alvin


"Hati-hati,pulangnya jangan sampai larut" ucap Windy


"Kalian saling jaga, jangan ada yang pisah" ujar Cyano


"Baik Opa "


"Ok Ma "


"Yes Bunda "


Mereka menjawab sesuai keinginan masing masing


"Apa yang mereka lakukan di rumah kalian? " tanya Windy


"Entahlah, rumah bak kapal pecah " jawab Rosa


"Hah,,, tumben mereka berantakin rumah, selama ini mereka hanya main di luar " ucap Windy mengerutkan keningnya


"Aku juga heran, entahlah aku bingung melihat kekacauan di rumah" ucap Gilbran

__ADS_1


"Memangnya di mana ART kalian, kenapa mereka gak membereskannya? " tanya Alva


"Findo dan BOON melarang mereka, entah apa maksudnya " ucap Rosa


"Apa mereka yang membersihkan semuanya? " tanya Windy


"Iya memang, saat kami tiba di rumah, mereka bekerja sama membereskan semuanya, termasuk menyapu halaman rumah " jelas Rosa


"Berarti mereka mempertanggung jawabkan perbuatan mereka " ucap Alva


"Kira-kira seperti itulah " jawab Gilbran


"Mereka anak anak yang hebat, masih kecil tapi sudah bertanggung jawab " ucap Cyano


"Harusnya begitu Pa, berani berbuat harus berani tanggung jawab " ucap Alva


"Mereka harus lebih disiplin dari kita Tuan" ucap Gilbran


"Itu pasti, didikan orangtua sangat berpengaruh terhadap anak anaknya" jawab Cyano


"Itu yang selalu kita usahakan Pa " ujar Windy


Diam


Hening sejenak, tidak ada yang bicara


Entah bingung memulai pembicaraan, hanya mereka yang tau


Ehm ehm


Deheman Cyano membuka topik malam itu


"Bagaimana urusan kantor?, apa semua baik-baik aja? " tanya Cyano mengawali diskusi mereka


"Sampai saat ini ok Pa, tidak ada masalah " jawab Alva


"Gimana dengan butik kamu Ros? " tanya Cyano memandang Rosa


"Apa kalian tidak berpikir untuk membangun cabang di negara lain, atau di kota lain? " tanya Cyano lagi


"Ada sih Om, aku mau membangun cabang di Paris " jawab Rosa


"Bagus itu, aku setuju " ucap Alva


"Apa gak di Jerman aja" usul Cyano


"Aku gak kepikiran ke sana Om, aku lebih suka di Paris " jawab Rosa


" Apa itu artinya kalian akan pindah ke sana? " tanya Windy


"Belum tau sih Win, lihat nanti aja " jawab Rosa


"Lebih baik kalian membuka cabang di Jerman, sekalian menangani perusahaan di sana " ucap Cyano


"Di Paris juga ada cabang kita Tuan, aku kembangkan itu saja" ucap Gilbran


"Aku tau, tapi itu jauh lebih kecil dari perusahaan kita di Jerman, aku gak mau kalian hidup kekurangan " ucap Cyano


"Aku tau niat Tuan baik, tapi aku gak mau pisah dari keluarga ini, aku mau selamanya mengabdi untuk Tuan" ucap Gilbran


"Jangan berpikir seperti itu, salah satu dari perusahaan itu adalah milik kamu, itu hak kamu dan tanggung jawab kamu " ucap Cyano


"Aku sudah sangat bersyukur di sayangi oleh Tuan, aku tidak menginginkan apapun, kasih sayang Tuan sudah lebih dari cukup " ujar Gilbran


"Gilbran kamu harus tau yang sebenarnya, mungkin inilah waktu yang tepat untuk mengatakannya" ucap Cyano dengan suara berat


"Tau soal apa Tuan?,apa yang tidak aku ketahui? " tanya Gilbran


Cyano menarik nafas dalam dalam, menghembuskannya perlahan


"kamu harus tau tentang Papa dan Mama kamu " ucap Cyano

__ADS_1


"Mama dan Papa ku ?,bukankah aku ini anak panti?, aku ingat jelas bagaimana Tuan membawa aku dari sana " bingung Gilbran


"Ada Rahasia yang selama ini aku simpan rapat rapat, aku gak mau mereka menemukan mu" ucap Cyano


"Apa maksud Tuan? " tanya Gilbran bingung


"Memangnya Rahasia apa sih Pa " tanya Alva yang juga bingung


"Maafkan aku, aku melakukan semua ini untuk melindungi mu, sekarang kamu sudah dewasa, sudah sepantasnya kamu mengetahui yang sebenarnya " ucap Cyano


"Apa orangtua ku membuang ku?, apa mereka tidak menginginkan kehadiran ku, apa aku pembawa sial untuk mereka ?" tanya Gilbran bertubi-tubi


Ada rasa sesak di dadanya


"Jangan berpikir negatif tentang orangtua mu, mereka orang yang baik " ucap Cyano


"Lalu kenapa aku bisa di Panti Asuhan,kalo saja Tuan tidak membawa ku pergi dari sana entah bagaimana nasib ku " ucap Gilbran mengingat masa lalunya


"Jangan ber'inisiatif sendiri, lebih baik kita dengar penjelasan Papa dulu " ucap Windy


"Iya, aku juga pengen tau yang sebenarnya " ucap Rosa


"Papa kamu seorang pria tampan, baik dan jujur "


"Aku mengenalnya saat dirinya di hajar oleh beberapa preman "


"Waktu itu aku tak sengaja melihatnya, aku membantunya melawan preman itu "


"sejak saat itu, kami berteman"


"Kami sama-sama perantau, pergi tanpa tujuan, tanpa modal, tanpa keluarga "


"Tapi kami berasal dari kota yang berbeda "


"Bramantio seorang anak yatim piatu, sama seperti ku"


"Datang dari kota K, untuk mencari secercah harapan "


"Dan sku datang dari kota B"


"Kami mencari makan dengan memulung, mengamen dan sebagai Doby "


"Kami mengumpulkan uang itu, dan membuat usaha sendiri "


"Ternyata gak gampang, usaha kami gagal beberapa kali "


"Banyak yang sudah kami lakukan, mulai dari jual Rujak, jual Bakso, jual Gorengan, jual Sayuran dan masih banyak lagi "


"Terakhir kami jual Nasi Uduk, jualan kami selalu habis setiap harinya "


"Dengan uang itu, kami membeli sebuah Ruko, tempat kami jualan"


"Usaha kami terus berkembang, hingga menjadi sebuah Restoran mewah "


"Keuntungan yang kami dapat, kami gunakan untuk membangun sebuah perubahan "


"Setelah membuka cabang, kami membagi ratanya "


"Bramantio memimpin perusahaan yang di Jerman, dan aku memimpin perusahaan di kota ini "


"Untuk Restoran menjadi milikku, dan Bramantio memilih Hotel "


"Kami tinggal di Apartemen masing masing


"Meskipun kami menjalankan usaha sendiri, tapi kami selalu bekerja sama "


"Hingga suatu saat, Bramantio bertemu dengan seorang wanita cantik, putih, dan tinggi "


"Bramantio jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu "


"Ternyata dia adalah Putri dari seorang konglomerat "

__ADS_1


__ADS_2