PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 7


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Gilbran memperhatikan Windy, dia tau berkas itu sangat sulit, dia pun menghampiri Windy


" Windy, apa ada yang perlu saya jelaskan " ucap Gilbran


" maaf pak, sejauh ini saya masih bisa kerjakan " ucap Windy sopan


" ok, jika butuh bantuan, jangan sungkan " ucap Gilbran


"baik pak, terimakasih " ucap Windy


"eh satu lagi, jangan panggil aku pak, terlalu formal, panggil aja namaku" ucap Gilbran


"tapi pak" ucap Windy menggantung kalimat nya


"ga ada tapi tapian, kamu panggil Gilbran aja oke " ucap Gilbran


"oh,,,iya pak, eh maksudku Gilbran " ucap Windy


" ok,,, kamu kerjakan dengan baik, aku keruangan ku dulu " ucap Gilbran


"baik pak, eh,,, Gilbran " ucap Windy


"pak lagi pak lagi, Gilbran Win, Gilbran" ucap Gilbran


"hehehe iya Gil, aku salah mulu" ucap Windy


"iya udah, aku pigi dulu ok" ucap Gilbran


"ok, thanks ya" ucap Windy


Gilbran mengacungkan jempolnya, sebagai balasan


Meskipun Windy baru bekerja, tapi pekerjaan seperti itu bukan lah sesuatu yang sulit baginya. Sebelum makan siang Windy mengantar berkas tersebut ke ruangan pak direktur


"ok beres, semoga pak Cyano puas dengan hasil kerja ku" ucap Windy


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk" ucap Cyano


"permisi pak, ini berkasnya sudah saya selesaikan " ucap Windy memberikan berkas tersebut


"semuanya" ucap Cyano tak percaya "iya pak, semuanya semoga sesuai dengan harapan bapak " ucap Windy "kamu bisa menyelesaikan berkas sebanyak ini dalam beberapa jam saja " ucap Cyano heran


"iya pak, mudah mudahan kerjaan saya tidak mengecewakan bapak " ucap Windy


"iya sudah, saya akan periksa semuanya, duduklah " ucap Cyano


Windy duduk di sopa depan Cyano, dia memainkan pulpen nya menunggu Cyano memeriksa hasil kerja nya


"wah ,kamu sangat hebat Windy, persis seperti yang aku inginkan " ucap Cyano


"terimakasih pak, saya senang bapak suka dengan hasil kerja ku" ucap Windy


"saya puas dengan hasil kerja mu Windy, kau sekretaris terbaik ku, baru kali ini ada yang bisa mengerjakan berkas sebanyak ini dalam waktu singkat " ucap Cyano


"terimakasih pak, saya akan bekerja semampu saya" ucap Windy


"baiklah sekarang waktunya makan siang, kita makan bersama " ucap Cyano


" jangan takut, bukan hanya kita berdua tapi bertiga " ucap Cyano


Dia seakan tau isi pikiran Windy " "baik pak " ucap Windy


Mereka keluar bersama


"Gilbran, kita makan siang " ucap Cyano


" baik pak " ucap Gilbran


Mereka masuk lif kusus direktur, setelah sampai di bawah, semua karyawan merasa aneh, melihat pak Cyano sang direktur utama perusahaan berjalan bersama sekretaris baru, pasalnya Cyano tidak pernah mau berjalan bersama sekretaris apalagi yang Baru bekerja


Gilbran menyadari tatapan mereka, dia melihat tajam ke arah mereka, semua menunduk, tidak ada yang berani menatap Gilbran, asisten pribadi yang sangat kejam jika ada yang mengusik majikannya.


Mereka makan di restoran dekat perusahaan Cyano


" selamat datang tuan, nona, silakan duduk " ucap pelayan restoran

__ADS_1


"terimakasih" ucap mereka


"mau pesan apa " ucap nya


"kalian pesan makanan kesukaan kalian " ucap Cyano


Mereka memesan sesuai keinginan masing masing


"Kamu tinggal di mana Windy " ucap Cyano


"saya tinggal di jalan xxx pak, tidak jauh dari sini hanya 15 menit " ucap Windy


"apa kedua orangtua kamu masih hidup " ucap Cyano


"hanya papa saya pak, mama saya meninggal beberapa hari yang lalu " ucap Windy


"inna illahi wainna illahi rojihun,maaf saya tidak bermaksud… "


"tidak apa pak, wajar bapak bertanya seperti itu " ucap Windy memotong ucapan Cyano


"kalau boleh tau, apa pekerjaan orangtua mu" ucap Cyano


"papa saya seorang satpam" ucap Windy


"satpam, di mana " ucap Cyano


"di perusahaan bapak, beliau papa saya " ucap Windy


"apa, jadi… kamu anaknya pak Cristofel " ucap Cyano


"iya pak, benar beliau bapak saya" ucap Windy


"pantas saja sikap kamu sangat mirip padanya, pak Cris orang yang sangat baik, ramah, dan jujur " ucap Cyano


"bapak saya memang begitu pak" ucap Windy


Selesai makan siang mereka kembali ke kantor


Cris merasa aneh, dia ingin mencegath Windy pergi, tapi dia tau itu akan mendatangkan masalah, akhirnya dia menunggu sampai mereka kembali ke rumah

__ADS_1


"aku harus tau kenapa pak Cyano mengajak Windy makan siang bersama, selama ini pak Cyano selalu menjaga jarak dengan wanita, apalagi dengan sekretaris " batin Cris


__ADS_2