
Jangan lupa like, koment, dan votenya iya
Author sayang kalian
πππππππ
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Aldy melihat arah tangan Windy, dan tersadar
"oh iya, aku hampir lupa, kenalkan dia istri ku,sayang dia Windy sahabat ku, dan dia Alva suami Windy " ucap Aldy memperkenalkan
Putri menundukkan kepalanya, dia tidak tahan menatap wajah Alva dan Windy.
"hai put, gimana kabar kamu " sapa Windy
"ba baik" ucap Putri
"jangan sungkan, lupakan semua yang telah terjadi, kita mulai yang baru " ucap Windy
"maafin aku Windy, Alva aku udah jahat sama kalian " sesal Putri
"apa kalian saling kenal " tanya Aldy
"iya kita mengenal istri kamu, dulu dia sempat bekerja di kantor aku " ucap Alva
Wajah Putri merona, dirinya seakan baru ketahuan mencuri tempe π π π π
"iya sayang, kok kamu gak bilang " selidik Aldy
"udah berapa lama kalian nikah " tanya Windy sengaja mengalihkan pembicaraan
"hampir 5 bulan, maaf ya aku gak ngundang kalian " ucap Aldy
"kenapa, bukankah kita teman" ucap Alva
"bukan gitu Al, pernikahan kami dadakan, jadi acaranya hanya sederhana " ucap Aldy
"dadakan, apa kalian ketahuan kumpul kebo" selidik Windy
"bukan bukan, jangan mikir yang gak gak, kami sudah lama saling kenal, tapi belum ada niat untuk nikah, tapi papa maksa kita nikah, karna pengen nimang cucu" jelas Aldy
"oh aku pikir kalian main kuda lumping duluan,hahaha" ucap Windy
"hahaha, kamu itu iya Win, udah pintar ngomong soal begituan, padahal dulu kamu paling anti dengar yang wao wao " ucap Aldy
Karna merasa tidak enak ngobrol sambil berdiri, mereka kembali masuk ke dalam cafe tersebut, mereka memesan beberapa minuman dingin.
" oh iya put, gimana kabar Clara " ucap Windy
"dia sudah meninggal ,dia tidak bisa di selamatkan " ucap Putri
"innaillahi wainnaillahi rojiun" ucap mereka kompak
"maaf ya Windy, Alva, tolong maafkan kakakku " ucap Putri
"sudahlah semua telah berlalu, tidak usah di bahas lagi, kami senang melihat mu menemukan pria yang baik seperti Aldy " ucap Windy
"makasih Win, kamu pantas bersanding dengan Alva, aku minta maaf atas nama kak Clara " ucap Putri penuh penyesalan
"sudahlah, aku sudah memaafkan kalian jauh sebelum kamu memintanya " ucap Windy
"memangnya apa yang di lakukan kak Clara " selidik Aldy
"hanya kesalahan kecil, kita gak usah bahas itu lagi ,dia sudah tenang di alamnya " ucap Alva.
π·π·π·
Flashback off
Clara terbaring kaku di lantai ,dengan darah yang terus mengalir dari tangannya.
Mata putri terbelalak melihat kakaknya berbaring tak berdaya, mata tertutup, wajah pucat.
"kakak" teriak Putri
Dia menguncang tubuh Clara, namun tidak ada reaksi sama sekali
Disaat yang sama pihak rumah sakit datang, Clara segera di bawa ke rumah sakit
"kakak bertahanlah, aku mohon " tangis Putri
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit, Clara di bawa ke ruang UGD
"dokter tolong selamatkan kakak ku, aku mohon " pinta Putri mengatupkan kedua tangannya
"kami akan berusaha sebaik mungkin" ucap sang dokter
Putri mondar mandir di depan pintu ruang UGD, menunggu kabar sang kakak
Dokter keluar dari ruangan itu setelah 1 jam lamanya melakukan pertolongan pada pasiennya.
"Dok gimana kakak saya ?" tanya Putri
"maaf nona, kakak anda tidak bisa kami selamatkan, terlalu banyak darah yang keluar, apalagi dia memotong kedua urat nadinya"jelas dokter
Hati Putri hancur mendengar kenyataan itu, kini dirinya tinggal sendiri.
Saat mengurus administrasi, dia terkejut, pihak rumah sakit mengatakan, ada seseorang yang telah mengurus semuanya.
π·π·π·
Flasback on
"gimana kabar BOON dan si cantik" ucap Aldy
"mereka sehat, mereka tumbuh sehat, cerdas, dan pintar " ucap Windy bangga
"semoga anak kami nantinya pintar seperti mereka " ucap Aldy penuh harap
"apa bibitnya sudah berkecambah " tanya Windy
"sayang, ngomong apa sih, emangnya biji kacang " ucap Alva
Hahaha
Tawa mereka pecah mendengar candaan Windy
"sudah, kalian doakan ya agar anak kami sehat sampai lahir nanti " ucap Aldy dengan tawanya
"selamat ya Put, semoga kamu dan bayi kalian sehat selalu " ucap Windy
"amin" jawab mereka kompak
π·π·π·
prov Putri
"Aku marah karena tidak bisa mendapatkan Gilbran, berjuta benci merasuk dalam jiwaku.
Hanya tinggal selangkah lagi, aku akan mendapatkannya,namun semuanya gagal karna Alva.
Ingin rasanya aku melenyapkan mereka berdua, namun apa daya, Alva bukanlah tandinganku.
Seketika aku teringat dengan kk Clara,aku berlari menuju kamarnya.
Betapa terkejutnya aku, mataku hampir keluar dari tempatnya, jantungku seakan berhenti berdetak
Aku terpatung melihat kk Clara terbujur kaku, seluruh tubuhnya bersimbah darah.
Ku coba membangunkannya, tapi dia tidak bergerak sama sekali
Aku bingung harus berbuat apa, aku hanya menangis meratapi nasib kk ku,
Ohhhhh sungguh malang, ternyata perbuatan kami justru membahayakan diri kami sendiri
Tak berapa lama ambulans pun datang, kk Clara segera di bawa ke rumah sakit
Satu kata yang terucap dari bibir kk ku, sebelum sampai rumah sakit
β€lupakan semua yang terjadi, mulailah hidup baru, jangan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya β€
Aku berusaha bertanya, "apa maksud dari omongan kk Ku" namun usahaku sia sia, dia menutup rapat mulutnya.
Hatiku semakin remuk melihat dirinya, tubuhnya mulai dingin,
Sampai di rumah sakit, aku memohon pada dokter untuk melakukan yang terbaik untuk kk ku
Satu jam berlalu, dokter keluar dari ruang UGD , aku langsung menghampirinya, memberinya pertanyaan beruntun
β€maaf, kami tidak bisa menyelamatkan kakakmu β€
Tubuhku ambruk mendengar kenyataan itu, dunia ini seakan gelap tak ada cahaya
__ADS_1
Kini aku tau,semua perbuatan kami salah,
Penyesalan hanya tinggal penyesalan, aku kini hidup sebatang kara
Aku mengurus administrasi, aku terkejut mendengar kata suster di sana
Ternyata Alva telah membereskan semuanya
Bagai di tusuk belati, hati ini sakit, sakit banget
Bagaimana mungkin, orang yang kami sakiti, menyuruh pihak rumah sakit untuk menolong kami, dan melunasi semuanya
Aku terduduk lemas, di kursi tunggu rumah sakit itu
Ku gabungkan omongan kk ku, dengan semua kebaikan Alva.
Aku tersadar
Kami telah menyakiti malaikat penolong
Saat itu juga, aku berjanji akan melupakan masa lalu ku
Flasback on
π·π·π·
Gilbran datang ke butik istrinya tanpa sepengetahuan Rosa, dia ingin makan siang bersama istrinya .
"sayang makan yuk, aku membawa makanan untuk kita " ucap Gilbran meletakkan beberapa paper bag di atas meja
"sayang kok kamu ada di sini ?" kaget Rosa
"memangnya gak boleh aku nemuin istri ku dan mengajaknya makan " ucap Gilbran
"boleh banget dong sayang, aku hanya kaget liat kamu, pasalnya kamu sangat jarang ke
"iya udah, sini kita makan bareng, aku udah lapar " ucap Gilbran
Mereka makan satu piring, Gilbran meminta istrinya menyuapinya, dia sangat merindukan perhatian istrinya, karna akhir akhir ini, dia merasa perhatian istrinya berkurang padanya.
Semenjak Rosa kembali bekerja di butiknya, Gilbran merasa perhatian istrinya teralihkan, tapi dia mengerti ,karna bukan hanya dirinya yang harus di perhatikan oleh istrinya, tapi juga kedua jagoan mereka.
Hanya hitungan menit makanan mereka habis tanpa sisa.
Gilbran duduk di tepi ranjang ruangan Rosa, Rosa sengaja membuat ruangan khusus, agar bisa istirahat jika dia merasa lelah.
"sayang, kamu gak kerja lagi " tanya Rosa
"aku masih merindukan istri ku " jawab Gilbran
"sayang, kita kan selalu bersama di rumah " ucap Rosa dengan senyuman dan duduk di samping suaminya
"aku masih pengen sama kamu sayang " ucap Gilbran menyadarkan kepalanya di bahu istrinya
"ada apa sih sayang, tumben kamu manja gini" ucap Rosa
"sayang aku pengen makan kamu " ucap Gilbran penuh harap
"sayang, aku masih harus bekerja, ada beberapa pola yang harus aku selesaikan " ucap Rosa
"ayolah sayang, apa kamu gak kasian sama suami mu ini " ucap Gilbran.
Dia mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya hingga hidung mereka menempel,
Perlahan dia mencium bibir istrinya,
Awalnya Rosa tidak membalas,
Namun belaian hangat suaminya membuat dirinya menginginkan lebih,
Ciumannya beralih ke leher jenjang istrinya memberikan stempel pengiriman di sana,
Siang itu berakhir dengan pergulatan panjang mereka ,
Gilbran menjatuhkan badannya di samping istrinya, pergulatan itu cukup menguras tenaganya.
"sayang makasih ya kamu makin jago di ranjang " ucap Gilbran mencium bibir istrinya sekilas
"aku sengaja melakukannya, aku ingin menservis suamiku" ucap Rosa
Gilbran menghubungi Alva untuk memberi tau bahwa dirinya tidak datang lagi ke kantornya
__ADS_1