
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Rosa berdiri di depan rumahnya, dia memakai gaun warna merah lengan pendek yang panjangnya selutut.
Hanya menunggu 5 menit Gilbran datang dengan mobil sport hitamnya. Dia membukakan pintu untuk Rosa.
"silakan masuk permaisuri " ucap Gilbran dengan senyumnya
"terimakasih pangeran " balas Rosa juga dengan senyuman
Setelah Rosa duduk Gilbran menutup pintunya dan duduk di kursi kemudi
"kamu sangat cantik malam ini" ucap Gilbran
"lo gak salah, sejak kapan bahasa lo berubah, dan lo muji gue, apa lo sakit" ucap Rosa
"aku memang sakit, sakit rindu" ucap Gilbran
"hmh rindu, sama siapa lo rindu " ucap Rosa
" rindu sama belahan jiwa ku" ucap Gilbran
"sejak kapan lo bucin, lo kan balok es" ucap Rosa
"esnya udah mencair, hanya kehangatan yang tersisa " ucap Gilbran
"kehangatan mana yang bisa cairin balok es tebal kaya lo" ucap Rosa "kau akan melihatnya bentar lagi " ucap Gilbran
Mereka sampai di sebuah cafe, Gilbran membukakan pintu untuk Rosa, menggandengnya masuk ke dalam cafe, mereka duduk di kursi pojok yang telah Gilbran pesan sebelumnya
Seorang wanita berpakaian pelayan datang membawa beberapa macam menu dan menatanya di atas meja mereka
"silakan tuan, nona" ucapnya
"terimakasih" ucap Gilbran
"apa lo yang mesan" tanya Rosa
"aku sengaja menyiapkan semua ini untuk mu" ucap Gilbran
"ok, thank you," ucap Rosa
"makan yang banyak " ucap Gilbran
"lo, tau dari mana makanan kesukaan gue " ucap Rosa
"itu hal gampang buat aku " ucap Gilbran
Selesai makan, wanita tadi kembali lagi dengan blackforest berbentuk hati dan lilin menyala di atasnya
"happy britday Rosa" ucap Gilbran
Rosa menutup mulutnya dengan kedua tangannya
πapa, oh my god, gue lupa ulang tahun gue π
Setitik kristal jatuh di pelupuk matanya
"semoga panjang umur, sehat selalu dan bahagia selalu " ucap Gilbran
"terimakasih" ucap Rosa air matanya meluncur deras, dirinya serasa melayang dengan surprises yang Gilbran berikan
Dia meniup lilinnya lalu memotong kuenya. Saat memakan potongan kue yang Gilbran berikan dia menggigit sesuatu
"ada apa " tanya Gilbran
Rosa mengambil dari mulutnya ternyata sebuah cincin
"cincin " bingung Rosa
Gilbran mengambil cincin itu dari tangan Rosa, dan berlutut
"will you merry me" ucap Gilbran
__ADS_1
"lo⦠"
"jadilah istriku dan ibu dari anak anakku " ucap Gilbran
"lo, serius " ucap Rosa
"aku mencintaimu Rosa, maukah hidup bersama ku? " ucap Gilbran
"iya, aku mau, aku juga mencintai mu" ucap Rosa
Gilbran sangat senang, mereka berpelukan merasakan cinta yang membara
Setelah melepas pelukannya Gilbran menyematkan cincin itu di jari manis Rosa dan menciumnya
π·π·π·
Cyano dan Alva duduk di ruang tamu, Windy ikut gabung sama mereka, karna merasa bosan di dalam kamarnya. Dia duduk di samping suaminya
"sayang kenapa belum tidur " tanya Alva
"aku belum ngantuk, aku juga bosan di kamar terus " ucap Windy
"gak apa kalo cuman sebentar, tapi jangan lama lama ya " ucap Cyano
"iya pa" ucap Windy
beberapa saat kemudian Windy merasa mual
Hoooeeekkk Hoooeeekkk
"sayang, kamu kenapa, udah lama gak mual lagi " ucap Alva
Windy berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya
Skip.makananya ya yang di muntahkan
"sayang, kamu sakit ya " ucap Alva khawatir
"kita ke dokter ya nak," ucap Cyano juga khawatir
Dia muntah lagi
"gak ada, parfum yang biasa,hanya hair oil yang ganti " ucap Cyano
"papa jangan pakai itu, pakai yang kaya suamiku " ucap Windy
"papa cuci aja tuh, kasian istri aku pa" ucap Alva
"iya iya, papa akan mencucinya " ucap Cyano pergi ke kamar mandi
πribet juga ya kalo mantu hamil, semua terbatas ,ini kadang salah, itu juga salah, tapi gak apalah yang penting mantu dan cucuku sehat, apapun akan aku lakukan untuk mereka π
Cyano kembali ke ruang tamu setelah mencuci bersih rambutnya
Windy menutup hidungnya, takut muntah lagi
"papa udah cuci, ini gak pakai apa apa lagi " ucap Cyano
Windy melepas tangannya
"maaf, papa gak tau kalau kamu gak suka mencium aromanya" ucap Cyano
"gak apa pa, akunya aja yang terlalu sensitif " ucap Windy
"itu biasa, namanya juga bumil" ucap Cyano
"gak bau lagi kan sayang " ucap Alva
"gak lagi, tapi aku jadi lapar" ucap Windy
"mau makan apa sayang " ucap Alva
"apa aja, yang penting kenyang " ucap Windy
__ADS_1
"kali ini papa yang masakin kamu nadi goreng" ucap Cyano
"emang papa bisa masak " tanya Windy
" bisa, liat aja nanti " ucap Cyano
Sekitar 15 menit Cyano datang membawa tiga piring nasi goreng
"kalian coba masakan papa, pasti enak " ucap Cyano
"kita ikut pa" ucap Alva
"iya, udah lama papa gak masak buat kamu " ucap Cyano
Mereka mencicipi nasi goreng itu
"gimana" tanya Cyano
"enak pa, enak banget " ucap Windy menunjukkan jempolnya
"iya pa, enak " ucap Alva
"papa hebat kan, remehin papa sih " ucap Cyano
"maaf pa, Windy gak tau papa pinter masak" ucap Windy
"gak ap sayang, kamu kan belum pernah liat " ucap Cyano
"pa, dia sayangnya aku, bukan sayangnya papa" ucap Alva cemburu
"hahaha dasar bucin, emang salah papa manggil sayang sama Windy, dia kan mantu papa iya kan sayang " ucap Cyano sengaja memanas manasi Alva
"papa benar sayang, aku kan anak papa juga " ucap Windy
"iya, tapi papa gak boleh manggil sayang, panggil nak aja " ucap Alva
"Windy sayang, habiskan nasi mu" ucap Cyano sengaja
"pa" marah Alva membentak Cyano
"iya, iya, papa gak bilang sayang lagi" ucap Cyano
Windy menutup mulutnya menahan tawa
"sayang, jangan mau dong di panggil sayang ama papa " ucap Alva
"tau nih papa, suka kali manggil aku sayang" ucap Windy masih menahan tawa
"kamu kan putri kecil papa, gak salah dong, papa manggil sayang " ucap Cyano
"iya juga ya pa, sayang aku putri kecilnya papa, gak apa kan di panggil sayang ama papa" ucap Windy
"gak gak boleh, cuman aku yang boleh manggil kamu sayang " ucap Alva
"aduh,,, nak gimana nih papa marah" ucap Windy mengelus perut buncitnya
"papa cuman kesal sayang, gak marah kok " ucap Alva yang juga mengelus perut istrinya. Windy dan Cyano tertawa bersama, mereka sudah tak tahan dengan sikap lucunya Alva
"kenapa ketawa, ada yang lucu " tanya Alva
Mereka semakin terbahak
Alva mengerutkan keningnya bingung
"sayang kenapa sih " ucap Alva
Windy tidak bisa menjawab dia masih dalam tawanya
"sayang, aku nanya loh " ucap Alva lagi
"sayang kamu lucu, masa sama papa sendiri cemburu " ucap Windy
"iya, papa gak mungkin merebut istri kamu " ucap CYANO
__ADS_1
"apapun alasannya aku gak suka " ucap Alva tegas
"baiklah anak papa yang paling ganteng, papa gak akan manggil sayang lagi " ucap Cyano