
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Beberapa bulan telah berlalu, Putri sangat marah, berbagai macam cara dia lakukan untuk mendekati Gilbran, namun semua rencananya gagal. Belum lagi Alva yang tidak pernah kasih kesempatan untuk dekat dengannya. Diam diam dia mencari tau tempat tinggal Alva dan Gilbran
Dia mengetuk pintu rumah Gilbran berkali kali, namun tidak ada sahutan
πkemana dia, ini rumahnya, aku melihat mereka waktu itu π
Dia mengetuk kembali pintunya, tapi sama aja tidak ada yang membukanya
πsial, sepertinya mereka tidak di rumah π
Saat dia hendak pergi,dia dikagetkan dengan kedatangan Rosa
"maaf mba, mau cari siapa " ucap Rosa
"apa kamu istrinya mas Gilbran " tanya Putri
"iya saya sendiri, ada apa mba" ucap Rosa
"saya mau minta pertanggungjawaban mas Gilbran, dia sudah menodai saya " ucap Putri
"saya tau mba, mba temui dia di kantor, dia pergi pagi tadi " ucap Rosa santai
πdia gak marah, gue kesini buat dia syok dan mati π
"saya tunggu di rumah mba aja ya " ucap Putri
"ohh silakan, mba tunggu aja, saya ada keperluan gak apa kan mba saya tinggal " ucap Rosa
"kamu mau kemana " ucap Putri
"saya mau USG mba, mba tunggu aja di sini " ucap Rosa
πgak apa gue di sini, dengan begitu Gilbran tidak bisa nolak gue lagi π
"oh iya saya tunggu di sini aja " ucap Putri
Rosa kembali ke rumahnya
Putri duduk di kursi panjang teras rumah itu, sudah pukul 8 malam, Gilbran maupun Rosa tak kunjung datang
πkemana mereka, sudah malam tapi mereka belum kembali π
Dia masih betah menunggu, hingga pukul 11 malam, tapi yang di tunggu gak nongol nongol. Dia pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Dia masuk ke dalam mobilnya, menghidupkan mobilnya dan mengemudikannya. Saat di jalanan sepi mobilnya berhenti πkenapa lagi sih ini mobil, gak tau apa orang lagi marah π
Dia membanting setir mobilnya. Dia mencoba menghidupkan mobilnya beberapa kali, tapi tetap tidak bisa. "Arrrgggghhh ,sial, udah malam lagi"
Dia berbicara sendiri
"hay neng, kenapa mobilnya " ucap seorang pria
πbagus ada orang π
__ADS_1
"gak tau mas, tiba tiba mati" ucap Putri
"saya periksa iya neng" ucap pria itu
"silakan mas " ucap Putri senang
"neng, bensinnya habis, pantas saja gak bisa hidup " ucap pria itu
"mas tolong beli bensin iya " ucap Putri
"aduh neng, aku ada kerjaan, lebih baik neng ikut saja sama aku, kebetulan aku kearah kantin penjual minyak bensin itu " ucap pria itu
Mau tak mau Putri mengikuti pria itu
"jauh iya mas" ucap Putri
"bentar lagi neng"ucap pria itu
πsepi amat sih, gak ada rumah lagiπ
Tiba tiba mulutnya di bungkam,dia di tarik ke dalam semak semak
"mmmmmm" Putri berusaha melawan, tapi tenaganya tidak sebanding dengan pria itu. Tangan dan kakinya di ikat, mulutnya di sumpel
"maaf neng, kau terlalu menggoda,aku tidak bisa menahan diri "ucap pria itu
Putri menggeleng gelengkan kepalanya, berharap pria itu mengurungkan niatnya, namun harapannya sirna, pria itu justru memeluknya erat. akhirnya pria itu mengajarinya melakukan olah raga malam , maaf neng aku benar benar minta maaf, aku tidak bermaksud menyakiti mu, ini ibarat madu di saat lidahku pahit"ucap pria itu. Putri yang sudah lemah tak berdaya itu hanya diam tanpa ekspresi
"aku akan mengambilkan bensin untuk mu" ucap pria itu. Setelah 15 menit pria itu kembali membawa bensinnya
"awww"ringis Putri
πapa yang gue lakukan, gue udah nyerahin diri gue sama pria berengsek itu ,harusnya gue lari saat dia membuka ikatan kaki sama tangan gue ,bodoh gue benar benar bodohπ
Putri menangisi kebodohan dirinya, harusnya dia menggunakan kesempatan yang ada, tapi dia justru dengan pasrah melakukannya dengan pria yang tidak di kenalnya. Dia berjalan tertatih tatih, Dengan usaha keras dia sampai di mobilnya, dia menghidupkan mobilnya dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi, beruntung jalanan sepi karna sudah larut malam, dia tidak kesulitan. Dia sampai di rumahnya pukul 2 dini hari.
πgue wanita paling bodoh sedunia, apa yang ada di otak gue, benar benar menjijikkan, wanita macam apa aku ini, π
Putri merutuki dirinya
π·π·π·
Sebelumnya, May menemui Alva dan Gilbran, dia ingin memberi tau hasil pengawasannya
Toktoktok
"masuk"
"maaf pak, apa bapak ada waktu " ucap May
"ada apa May" ucap Alva menghentikan kegiatanya
"saya mau kasih informasi pak" ucap May
__ADS_1
"silakan duduk " ucap Alva dan memanggil Gilbran
"ceritakan " ucap Alva setelah Gilbran duduk bersama mereka
"putri adiknya Clara pa,dia di kirim oleh ayahnya untuk menghancurkan rumah tangga bapak, dan membawa bapak kembali pada Clara " ucap May
"apa, bukannya dia putri tunggal pak Rudi" ucap Gilbran
"pak Rudi ayah angkat Clara, dia mempunyai dua adik, satu putri satunya lagi susi, wanita yang mencoba mendekati pak Alva beberapa waktu belakangan ini " ucap May
"apa, jadi wanita itu suruhan Clara " ucap Alva
"iya pak, tapi dia sudah kembali, dan di ganti sama Putri " ucap May
"apa masih ada yang lain " ucap Alva
"Putri mencintai pak Gilbran, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan bapak, termasuk menyingkirkan istri bapak" ucap May
"berengsek, berani beraninya dia " ucap Gilbran
"kita ikuti Permainannya" ucap Alva
"makasih buat infonya" ucap Gilbran
"baik pak, saya permisi " ucap May keluar dari ruangan Alva
Alva dan Gilbran menceritakan semuanya kepada istri mereka, juga pada Cyano
Ketika Alva dan Gilbran pulang ke rumahnya, mereka melihat ada yang mengikuti, mereka meminta Windy dan Rosa pergi ke rumah kosong, rumah itu sebenarnya milik Alva
Putri yang mengikuti mereka tidak curiga sama sekali, karna rumah itu, tergolong mewah, dan yang satunya sedikit lebih kecil
π·π·π·
Rosa kembali ke rumahnya,di antar oleh supir pribadinya
"Sayang, apa kamu yakin dia menunggu kita di rumah itu " ucap Gilbran
"yakin sayang, dia pikir aku termakan oleh tipu muslihatnya" ucap Rosa
"terimakasih sayang, kamu percaya sama ku" ucap Gilbran
"aku tau suamiku jujur, aku juga yakin, kamu tidak mungkin melakukan hal menjijikkan itu " ucap Rosa
"makasih sayang " ucap Gilbran mencium istrinya
"sampai kapan dia akan menunggu kita"ucap Gilbran di iringi tawa
"sampai dia mati pun, dia tidak akan melihat kita di sana " ucap Rosa
"kau benar sayang, itu hukuman bagi orang yang mencoba mengusik keluarga kita " ucap Gilbran
"kita tidur yuk udak malam" ucap Rosa
__ADS_1
"ayo, kamu juga gak boleh masuk angin, ntar sakit, kasian anak kita " ucap Gilbran
mereka tidur berpelukan