PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 50


__ADS_3

Tinggalkan Jejaknya selalu ya


Author sayang kalian


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hari yang menegangkan bagi dua bocah cilik itu pun tiba


Mereka sudah rapi dengan seragamnya


Rasa dag dig dug derrr, mulai bergejolak di dalam hatinya


Beberapa hari yang lalu, mereka bertempur


Mengasa otak, mencairkan benih benih ilmu yang tertanam selama satu tahun ini


"sayang, jangan khawatir, kamu pasti dapat sesuai dengan pengetahuan kamu " ucap Windy membelai kepala putranya


"aku takut ma, gimana kalo nilai ku menurun? " tanya BOON


"sayang, kalian itu kan rajin belajar, tentunya bisa mempertahankan nilai kalian"


"Iya sih ma, tapi tetap aja aku khawatir " ucap BOON


"udah, tenangkan dirimu, jika pun nilai kamu menurun, kan tinggal mengasahnya, gak perlu takut gitu "


Di kelas lain


"Pa, apa aku bisa juara gak ya " ucap Angel


"Bisa Papa yakin" ucap Alva menggenggam tangan putrinya


"Aku bisa menjawab semua mata pelajaran aku Pa "


"Bagus dong sayang, itu baru anak Papa " ucap Alva


"Pa, kalo Angel dan kakak gak juara gimana? " tanya Angel


"Gak apa, tapi harus di kejar, agar ke depannya bisa juara "


Suara mikrofon terdengar


Selamat pagi bapak/ibu orangtua, wali murid serta murid kami tersayang, sekarang saya akan mengumumkan para juara kita


Untuk juara tiga : pranciska nivirida


Trap trap trap


Suara tepukan tangan menyemangati


Untuk juara ke dua : Gantropin


Kembali terdengar suara meriah tepukan tangan


Dan inilah yang paling kita tunggu tunggu, sang juara kita, murid teladan di sekolah ini


Siapakah dia?


Dug dug dug


Jantung mereka bergedup kencang


Inilah dia juara pertama kita…


BOON RADITYA CYANO


Trap trap trap


Suara tepukan tangan kembali menggema di dalam ruangan itu


"Ma, aku dapat juaranya" ucap BOON dengan wajah berbinar


" Iya sayang, kamu hebat, selamat ya sayang" Windy mencium puncak kepala putranya


Kitiga juara itu maju ke depan untuk menerima piala


Suara tepukan tangan tak henti hentinya menyemangati mereka


Windy sangat bahagia dengan keberhasilan putranya


Di kelas lain, Alva sangat bahagia, tak henti hentinya dia mencium pipi putrinya


Ternyata Angel juga mendapatkan juara pertama


Setelah acara selesai, Alva menggendong putrinya menemui istri dan putranya


"Bagaimana nak, apa kamu sama kaya Adek ? ucap Alva


"Apa Adek juara juga ?" tanya BOON


"Iya kk aku juara pertama , apa kakak juga juara?" jawab dan tanya Angel


"Wah kamu hebat Dek , kamu memang adiknya kakak " ucap BOON mencium pipi adiknya


"Makasih kk, tapi kakak belum jawab pertanyaan aku" ucap Angel


"Udah dong Dek, kita berhasil " ucap BOON dengan senyum mengembang di bibirnya


"Selamat ya putri cantiknya Mama " ucap Windy mencium kening putrinya

__ADS_1


" Makasih Ma "


"Selamat ya jagoan Papa " ucap Alva mencium puncak kepala putranya


"Makasih Pa "


Mereka kembali ke rumah dengan suka cita


Alva dan Windy memberikan hadiah untuk putra dan putrinya sesuai keinginan mereka


🌷🌷🌷


Beberapa hari telah berlalu Alva berencana mengajak istri dan anak anaknya liburan keliling dunia


Sebelum mereka pergi, dia lebih dulu membereskan pekerjaannya di kantor


Dia tidak ingin liburannya terganggu


Karna ini libur panjang, dia punya kesempatan untuk membawa keluarganya menikmati pemandangan luar


Setelah semua urusannya selesai, dia bergegas pulang ke rumah


Saat di tengah jalan, dia berpikir untuk membeli bunga kesukaan istrinya


Dia berhenti di sebuah Florist


Dia melihat bunga tulip putih kesukaan Windy


Saat akan mengambil bunga itu, seseorang lebih dulu mengambilnya


"Maaf bu, bisakah bunga itu untuk ku" ucap Alva


"Apa kamu menyukai bunga ini " tanya wanita itu


" Iya bu, aku ingin membelinya untuk istri ku , dia sangat menyukai bunga tulip "


πŸ’•Bukankah dia wanita yang mencoba mendekati ku dulu, apa dia mengenal ku, apa dia tau aku ingin mengambil bunga itu πŸ’•


Alva merasa ada sesuatu yang terselubung di balik kemunculan wanita itu


🌷🌷🌷


Windy merasa khawatir, dia mondar mandir di rumahnya, menunggu suami tercintanya yang tak kunjung datang


Beberapa kali dia menghubungi suaminya, namun tidak ada sahutan


Seharusnya Alva sudah sampai di rumah sejak dua jam yang lalu


Windy bingung harus berbuat apa


Dia meminta bantuan pada Gilbran,


begitu menemukan lokasinya, mereka langsung pergi ke sana


Namun naas yang mereka temukan hanyalah mobil dan Hp nya Alva


"Dimana suami ku, kenapa hp nya tertinggal di dalam mobilnya "panik Windy


"Tenanglah Non, mungkin Tuan keluar sebentar " ucap Gilbran berusaha menyenangkan Windy


"Gilbran aku takut, "


"Jangan khawatir Non, kita akan menemukan tuan"


"Ini pasti terjadi sesuatu, gak mungkin hpnya tertinggal di dalam mobilnya"


"Aku akan cek bentar " ucap Gilbran mencari Alva ke kamar mandi dan beberapa tempat lainnya


πŸ’•Apa yang terjadi pada mu sayang, kenapa kamu gak ada disini, pantas saja kamu gak ngangkat telfon aku, ternyata HP kamu tinggal di mobil


"Non, sepertinya tuan pergi dengan seseorang"


"Apa maksudmu, pergi dengan siapa? " ucap Windy dengan suara sedikit kencang


"Sepertinya ada seseorang yang membawa tuan pergi, tapi saya tidak mengenal orang itu Non"


"Kamu tau dari mana "


"CCTV non"


"Mana rekamannya? "


"Ini Non" ucap Gilbran menunjukkan video di HP miliknya


"Ini kan wanita waktu itu " ucap Windy memperhatikan video tersebut


"Bukankah Clara sudah meninggal Non? "


"Bukan Clara, tapi wanita yang satunya "


"Apa Non kenal sama orang itu "


"Tidak, tapi udah dua kali aku melihatnya "


"Non gak tau juga tempat tinggalnya? "


"Gak Gil, aku gak tau apapun soal dia"


"Lalu bagaimana cara kita menemukan tuan, HP dan mobilnya ada disini,kita tidak bisa melacaknya"

__ADS_1


Windy terlihat prustasi memikirkan nasib suaminya


Dia mondar mandir memikirkan cara untuk menyelamatkan suaminya


Tiba-tiba seutas senyum menghiasi bibirnya


"Gilbran, suamiku memakai liontin, lacak dia melalui liontin itu "


"Baik Non"


Gilbran segera melakukan tugasnya


Tak butuh waktu lama, dia menemukan lokasi keberadaan tuannya


"Non,aku menemukan lokasinya "


"Kirimkan alamat lengkapnya "


"Baik Non "


Windy pergi ke butik Rosa, dia ingin mengajak Rosa ke tempat itu untuk menyelamatkan suaminya


Hanya 15 menit dia sampai di sana


"Ros, apa kamu masih sibuk "


"gak Win, ada apa? "


"Aku butuh bantuan kamu "


"untuk? "


"Wanita itu membawa pergi suamiku, aku yakin dia punya maksud buruk"


"Wanita yang mana lagi, bukannya Clara sudah tiada "


"Wanita parubaya itu "


"hah, kok bisa, kamu tau dari mana?"


"Dari CCTV di toko bunga itu "


"Apa tujuannya, gak mungkin dia suka sama suami kamu kan "


"Itu yang harus kita selidiki"


" Ok"


Mereka membuka laptop dan mencari aplikasi Blippar


Mereka mencari informasi wanita itu lewat aplikasi tersebut


Alangkah terkejutnya mereka,setelah menemukan pelakunya


"Baiklah, kita berangkat sekarang juga " ucap Windy


"Akan lebih cepat kalo kita lewat air"


"Oke"


"Tapi harus melewati tantangan "


"Maksud kamu " tanya Windy yang heran dengan perkataan Rosa


"Kita akan menghadapi para lelaki hidung belang "


"What"


"Gak usah segitunya, ntar mata lo melompat keluar "


"Jangan be'canda Ros, nyawa suamiku terancam "


"Maaf, ok sekarang kita go, sediakan pakaian seksi mu"


"Ok"


Windy dan Rosa berangkat ke tempat tujuan


Dertttt Dertttt


"Halo sayang, kamu dimana" ucap Gilbran


"Aku sama Windy pergi ke tempat suaminya di sekap "


"Apa? ,sayang itu sangat berbahaya, apa yang kalian lakukan "


"Bawalah bantuan, jika sekiranya mereka menyiapkan pasukan "


"Sayang, aku mohon jangan pergi, biar aku yang menyelamatkan tuan Alva "


"Waktu kita gak banyak sayang, segeralah menyusul, jangan khawatir kami bukan perempuan lemah "


Tit tit tit


Sambungan telfonnya terputus


Gilbran merasa kesal, takut, marah, dengan semua yang terjadi


Istri yang sangat dia cintai, pergi ke mulut harimau tanpa meminta ijin padanya

__ADS_1


Rasa khawatirnya semakin bertambah saat mengetahui istrinya, dan istri tuannya pergi dengan kapal laut


__ADS_2