PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 28


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"sial, dia tidak mengenalku,aku sengaja menabrak istrinya agar dia melihat ku dengan jelas, tapi lagi lagi usaha ku gagal" ucap wanita itu


πŸ’•aku akan terus mendekatinya, sampai dia ingat lagi padaku πŸ’•


"aku akan mendapatkan mu, dengan cara halus atau dengan cara kasar sekalipun " ucap wanita itu lagi


"gimana, apa dia mengenalmu " ucap seorang pria


"gak pa, aku harus mencobanya lagi, aku yakin dia akan mengingat ku" ucap wanita itu


"jangan terlalu lama, kita tidak punya banyak waktu " ucap pria itu


"aku harus mencoba cara halus, jika tidak berhasil, kita lanjutkan cara kedua" ucap wanita itu


"baiklah, kau harus berhasil, jika tidak, tidak ada jalan lain " ucap pria itu


"baik pa, aku pasti berhasil " ucap wanita itu yakin


🌷🌷🌷


"sayang benar kamu gak napa " ucap Alva khawatir


"benar sayang, untung ada kamu, kalau tidak, mungkin kita akan kehilangan anak kita " ucap Windy


"sayang, aku sudah janji padamu, aku gak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian " ucap Alva


"makasih sayang, aku sangat takut tadi" ucap Windy


"aku pasti akan menemukan orang itu, dia tidak tau berhadapan sama siapa " ucap Alva


"sayang, gak usah mencarinya, kita hanya perlu waspada, tidak baik mencari musuh" ucap Windy


"itu sudah keterlaluan sayang, kamu bisa saja jatuh, coba aku gak cekatan, kan bahaya " ucap Alva


"aku tau, tapi selama dia tidak berbuat lebih, kita tidak perlu mencarinya, biarkan dia bebas" ucap Windy


"kalo kita gak bertindak, dia bisa mencelakai kamu " ucap Alva


"selama suamiku bersama ku, tidak ada yang bisa mengusikku" ucap Windy


"baiklah sayang, aku ikut kamu aja " ucap Alva


"sayang, apa Alva punya musuh " ucap Rosa


"setau aku sih gak ada, kalo nonya sendiri "jawab dan tanya Gilbran


"sama, Windy juga gak punya musuh, dia memang idola kampus, tapi dia tidak pernah menyinggung siapa pun, jika dia tak suka dia akan berkata jujur " ucap Rosa


"lalu siapa dia " ucap mereka kompak


Satu bulan telah berlalu Alva membawa istrinya ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya , Windy selalu rutin memeriksa kandungan, dan tidak pernah sekalipun dia pergi tanpa suaminya, Alva tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat perkembangan buah hati mereka


"Sayang hati -hati" ucap Alva saat istrinya turun dari mobil


"makasih sayang " ucap Windy


mereka masuk ke ruang pemeriksaan. Karna rumah sakit itu milik mereka, Windy tidak harus menunggu antrean, dia langsung di tangani oleh dokter pribadi mereka .


Mereka sangat senang melihat bayi mereka di layar monitor


"sayang bayi kita semakin besar ya" ucap Alva


"iya sayang dia juga semakin aktif " ucap Windy


"bagaimana bayi saya dok" tanya Alva


"bayinya sehat tuan, nonya juga sehat" ucap fokter itu


"syukurlah, semoga istri dan anak ku selalu sehat" ucap Alva


"tentu tuan, sejauh ini nonya dan bayinya baik baik aja tuan" ucap dokter


"apa saya bisa melahirkan normal dok" tanya Windy


"bisa non, selama berat bayinya tidak lebih dari 4 kg, nonya bisa melahirkan normal,dan posisi bayi non juga bagus, tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap dokter


"aku senang dok, aku sangat takut jika harus caesar " ucap Windy


"non, memenuhi syarat persalinan normal, jadi gak usah khawatir" ucap dokter

__ADS_1


"terimakasih dok, kami pamit" ucap Alva


"semoga saja anak kita lahir normal, aku takut caesar " ucap Windy


"jangan khawatir sayang, kamu pasti bisa normal, kan dokter udah bilang tadi " ucap Alva


"iya sayang, semoga semuanya berjalan lancar " ucap Windy


"amin" ucap Alva


"sayang kita makan dulu ya " ucap Alva


"iya sayang,anak kita juga udah lapar" ucap Windy


"yang lapar anak kita apa mom nya sih sayang" ucap Alva


"dua duanya sayang" ucap Windy


Mereka tiba di restoran tujuan mereka,


"hati hati sayang" ucap Alva


"iya ini udah pelan" ucap Windy


Mereka memesan makanan, dan minuman. Selang waktu 15 menit pesanan mereka datang


"makan yang banyak sayang, biar anak kita makin sehat" ucap Alva


"iya sayang, tapi kata dokter kesehatan bayi itu bukan karena kuat makan, tapi karena mengkomsumsi makanan bergizi " ucap Windy


"sayang, makanan ini kan bergizi, apalagi sayuran " ucap Alva


"iya iya makanya aku pesan yang banyak sayurnya " ucap Windy


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka


"sayang aku senang banget liat anak kita tadi" ucap Alva


"aku juga sayang, aku udah gak sabar pengen gendong dia " ucap Windy


"yang sabar sayang, kan tunggu bentar lagi " ucap Alva


πŸ’•itu kan wanita yang nabrak aku waktu itu, apa dia ngikutin kami πŸ’•


"sayang, sebaiknya kamu telfon papa, Gilbran ssma Rosa " ucap Windy


"loh kenapa sayang " ucap Alva


"wanita itu sepertinya mengikuti kita " ucap Windy


Alva ingin melihat ke arah wanita itu


"jangan liat, dia bisa tau kalau kita melihatnya " ucap Windy


"sayang, aku akan kasih dia pelajaran " ucap Alva


"jangan, kita belum tau siapa dia, kita juga gak tau apa dia sendiri atau tidak " ucap Windy


"benar juga sayang, makasih udah ingatin aku" ucap Alva


Dia mengirimkan sms kepada Cyano, Gilbran dan Rosa


Hanya 20 menit mereka bertiga sampai di restoran dimana Alva dan istrinya makan


"mana orang itu " ucap Cyano begitu duduk


"jangan langsung di lihat pa, kalian duduk aja , jangan sampai dia tau, kita memperhatikan dia " ucap Windy


"Windy benar, jangan sampai dia curiga " ucap Rosa


"apa kita hanya tinggal diam" ucap Gilbran


"bukan diam, kita awasi dia tanpa sepengetahuan dia " ucap Windy


"kalo hanya memantau saja kenapa kalian memanggil kami" ucap Cyano


"aku takut dia gak sendiri pa, kalo ternyata dia ngawasin kita dan gak sendiri gimana " ucap Windy


"iya pa, kita gak mau terjadi sesuatu sama istri dan anak ku " ucap Alva "kalian benar, baiklah kita pura pura gak liat" ucap Cyano


Mereka pun duduk dan memesan makan

__ADS_1


"papa jangan liat, biar Gilbran sama Rosa yang lihat, orangnya ada di pojok kiri sana" ucap Windy


Gilbran dan Rosa memperhatikan dia


"iya benar dia wanita tempo hari " ucap Gilbran dan Rosa kompak


"apa dia melihat kita " tanya Cyano


"sepertinya dia memang mengawasi kita om " ucap Rosa


"kurang ajar siapa dia sebenarnya " ucap Cyano ingin melihat


"pa, jangan " ucap Windy memegang tangan Cyano dan menggelengkan kepala pelan


"aku harus melihatnya, aku harus tau siapa dia " ucap Cyano


Sebelum Cyano melihat wanita itu duluan pergi, tanpa sepengetahuan mereka


"loh dimana dia " ucap Rosa


"sial, kita gak liat dia pergi " ucap Gilbran


Cyano melihat sekitar dan tidak menemukan orangnya


πŸ’•harusnya aku gak duduk di sini tadi, agar bisa melihat wanita itu, aku harus tau siapa dia πŸ’•


Cyano pergi menemui


Menejer restoran tersebut


"maaf pak, apa saya boleh melihat rekaman cctv hari ini " ucap Cyano


"oh tentu pak, mari" ucap menejer itu


Cyano memperhatikan rekaman ini


"percepat pak, aku butuh rekaman 30 menit lalu" ucap Cyano


Menejer itu melakukannya tanpa keberatan sedikit pun


"itu pak bagian pojok, tolong di perjelas" ucap Cyano


Deg


πŸ’•dia (kaget), ngapain dia mengawasi anak dan mantuku, apa tujuannya πŸ’•


Cyano mengepalkan tangannya


"kok lama pa" ucap Alva


"hmm" balas Cyano


Sehabis makan mereka langsung pulang


πŸ’•aku tidak akan membiarkan mu mengganggu kehidupan anak anakku, sudah cukup dia menderita selama ini, kau tak pantas berada di tengah keluarga kami, apapun akan aku lakukan untuk melindungi mereka πŸ’•


Batin Cyano


"papa mikirin apa" ucap Alva


"gak ada, papa hanya bingung dengan orang yang kalian sebutkan " ucap Cyano


"Alva juga pa, selama ini aku gak pernah ada musuh" ucap Alva


"apa kamu punya mantan sayang" ucap Windy


"hahaha gimana mau punya mantan, pacaran aja kaga" ucap Alva


"gak ada yang pernah bilang cinta sama kamu " ucap Windy


"aku gak punya teman perempuan, jadi gak ada yang pernah ngomong gitu samaku" ucap Alva


πŸ’•siapa ya πŸ’•


"jangan di pikirin sayang, kamu harus jaga kesehatan kamu sama anak kita " ucap Alva


"iya nak, gak usah kamu pikirin " ucap Cyano


"aku akan selalu bersama mu, sampai kamu lahiran, jangan khawatir " ucap Rosa


"makasih semuanya " ucap Windy

__ADS_1


__ADS_2