
Author butuh dukungan kalian, agar jari ini semangat bergoyang
πππ
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Beberapa tahun silam
Seorang gadis cantik berjalan dengan anggunnya membawa beberapa tentengan di tangannya
Brugh
Bramantio yang buru-buru tidak memperhatikan perempuan di depannya
Akhirnya keduanya bertabrakan
Awwwww
Ringis gadis manis itu
"Maaf maaf aku gak sengaja, tolong maafkan aku " ucap Bramantio
"Kalo jalan lihat dong mas, jangan main tabrak aja " cibir gadis itu
"Iya maaf aku buru-buru " jawab Bramantio
Dia memunguti belanjaan gadis itu dan memberikannya
"Ini mba belanjaannya, apa ada yang sakit? " ucap Bramantio memberikan paper bag itu
"Gak sih Mas, tapi bisakah Mas membantu ku? " jawab dan tanya gadis itu
"Mau bantu apa Mba" tanya Bramantio
"Tolong bantu aku bawa belanjaan ini ke dalam mobil ku " ucap gadis itu
Dengan senang hati Bramantio memenuhi permintaan gadis itu
"Kenalkan, Bramantio " ucap Bramantio mengulurkan tangannya
"Pitra" jawab gadis itu menerima uluran tangan Bramantio
Bramantio memasukkan belanjaan gadis itu ke dalam mobilnya
"Trimakasih Mas" ucap Pitra
"Maaf aku harus pergi " ucap Bramantio
"Jika kamu mau, kamu bisa hubungi aku" sambungnya memberikan sebuah kartu
"Kenapa buru-buru Mas " tanya Pitra
"Aku ada meeting " jawab Bramantio
"Oh" ucap Pitra manggut-manggut
Bramantio meninggalkan Pitra di dalam mobilnya
πPria idaman, ganteng dan baik, semoga dia masih sendiri π batin Pitra
Dia memandang kartu di tangannya
πjadi,,, dia seorang OB, sayang sekali, tapi aku sepertinya suka sama dia, dia pria yang tulus π batinnya lagi
Dia pun pergi meninggalkan tempat itu
Bramantio sudah tiba di kantornya, dan meeting sudah di mulai tapi pikirannya melayang kepada gadis tadi
Dia selalu mengingat wajah, dan senyum gadis itu
Hingga meeting selesai, dia tidak bisa fokus
πkenapa aku ingat gadis itu trus iyaπ batin Bramantio mengangkat sudut bibirnya
πGadis yang cantik, lembut dan baik, aku suka π ucapnya dalam hati
"Ada yang bisa aku bantu Pak?" tanya Sekretarisnya sebelum keluar dari ruangan itu
"Mm tidak, keluar lah" ucap Bramantio
"Baik Pak" ucap Sekretaris itu berlalu pergi
"Aku ini payah, kenapa gak minta nomor HP nya, sial " ucap Bramantio menggerutu sendiri
__ADS_1
"Semoga dia menghubungi ku, tapi kalo tidak gimana?, di mana aku bisa menjumpainya? " dia galau sendiri di dalam ruangan itu
Beberapa hari kemudian secara tidak sengaja dia bertemu dengan gadis yang sudah membuat hatinya porak poranda
"Pitra"
"Mas Tio"
Mereka saling memanggil
Keduanya berjalan memangkas jarak antara mereka
"Kita ketemu lagi " ucap keduanya bersamaan
Mereka saling tertawa
Melepas kerinduan yang membara dalam beberapa hari ini
Mungkin itulah yang di sebut Cinta Pandangan Pertama
Author gak tau iya, soalnya aku gak ngerasainnyaπππππ
"Kam,,,"
"Ak,,,"
keduanya saling tertawa karna bicara bersamaan
Mereka sama-sama salah tingkah
"Kamu aja duluan " ucap Bramantio
"Mas aja " ucap Pitra
"Gimana kabar kamu " tanya Bramantio
"Baik Mas, Mas sendiri " jawab dan tanya Pitra
"Baik juga " jawab Pitra
"Apa kamu ada waktu? " tanya Bramantio
"Mm iya, ada apa? " ucap Pitra
"Kita jalan yuk, makan gitu, kebetulan aku belum makan " ucap Bramantio
Dia sangat senang menerima ajakan Pria yang membuat dirinya uring-uringan
Sejak saat itu mereka selalu jalan bersama
Setelah merasa mantap dengan perasaannya, Bramantio mengungkapkan Cintanya
Pitra sangat senang ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan
Dia menerima ungkapan Cinta Bramantio dengan tangis haru
Bramantio langsung memeluknya, sangking bahagianya mendengar jawaban Pitra
Dia tidak menyangka bahwa Cintanya terbalas
Namun nasib tidak berpihak pada mereka
Orangtua Pitra tidak merestui hubungan mereka
Pitra di larang keras berhubungan dengan Bramantio
Pitra terus memohon agar hubungan mereka di restui
Bapak konglomerat yang terhormat itu, ibarat sebuah batu, dia tidak mempedulikan tangis anaknya
Dia bersih keras melarang hubungan mereka
"Sampai kapan pun aku tidak sudi memiliki mantu miskin seperti dia " ucap si bapak konglomerat itu dengan muka berapi api
"Aku mohon Pa, aku sangat mencintai dia, aku tidak bisa hidup tanpa dia " mohon Pitra memelas
"Sekali tidak, tidak " bentak si bapak konglomerat itu dan berlalu pergi
Pitra yang putus harapan berniat mengakhiri hidupnya, dengan memutus urat nadinya
Beruntung pelayan di rumahnya melihatnya, dan membawanya ke Rumah Sakit
Melihat nekat putri semata wayangnya, bapak konglomerat itu akhirnya merestui hubungan mereka
__ADS_1
Mereka melangsungkan pernikahan setelah beberapa bulan menjalin kasih
Cinta yang tulus membuat keduanya memperkuat jalinan kasih mereka di altar pernikahan
Mereka hidup bahagia, harmonis dan romantis
Ternyata pria yang menjadi suaminya bukanlah pria miskin
Suaminya itu seorang pria kaya, tapi rendah hati
Tapi keduanya sepakat untuk tidak memberitau orangtua Pitra
Bapak konglomerat itu diam-diam menyuruh orang mengawasi anak dan mantunya
Dia heran dengan laporan suruhannya
Anak dan mantunya hidup bahagia tanpa kekurangan
Di usia kandungannya yang baru semester pertama ,dia sangat di manja oleh suaminya
Bramantio selalu menuruti kemauannya
Bahkan dia rela gak masuk kantor demi menemani istri tercintanya
Melihat kebahagiaan putrinya, si bapak konglomerat itu ikut bahagia
Beberapa bulan kemudian, Bramantio membawa istrinya ke Rumah Sakit
Sudah waktunya Pitra melahirkan
Semua menunggu dengan perasaan was-was
Bramantio yang menemani istrinya selalu berdoa agar di beri kemudahan
Istrinya melahirkan bayi laki-laki
Mereka sangat bahagia melihat bayi Mungil yang baru lahir itu
Pitra mencium anaknya berkali kali
Semua keluarga senang mendengar tangisan bayi Mungil itu
Selang beberapa jam , Pitra mengalami pendarahan setelah melahirkan anaknya
Bramantio yang melihat istrinya seperti itu panik
Dia membentak suster di ruangan itu, karna Dokternya sedang keluar
Dia pun memanggil Dokter itu
Dokter segera melakukan pertolongan, untuk menyelamatkan istrinya
Namun takdir berkata lain, Pitra menghembuskan nafas terakhirnya setelah sebelumnya menitipkan bayinya kepada suaminya
Kematian Pitra membawa mala petaka dalam kehidupan Bramantio
Si bapak konglomerat itu menyiksa habis dirinya
Dia tidak terima dengan kematian anaknya
Padahal itu bukanlah kesalahan Bramantio, bukan juga keinginannya
Cyano yang melihat sahabatnya di siksa oleh suruhan mertuanya, langsung melaporkan ke pihak berwajib
Setelah di amankan oleh pihak kepolisian, Cyano membawa Bramantio ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan
Dia sangat terpukul melihat kondisi sahabatnya
Cyano juga membawa babysuster untuk merawat anak Bramantio
Satu minggu berlalu Bramantio sudah tidak bisa bertahan, dia meminta Cyano untuk menjaga dan merawat anaknya
Setelah mendengar jawaban sahabatnya, dia pun pergi untuk selamanya
Cyano memeluk sahabatnya itu erat, air matanya membanjiri pipinya
Meskipun mereka sempat selisih paham tapi itu tidak berlangsung lama
Mereka berbaikan setelah Bramantio bertemu Pitra
Hubungan mereka pun membaik, sampai akhirnya Bramantio pergi untuk selamanya
Cyano tidak bisa menerima kepergian sahabatnya
__ADS_1
satu satunya teman sekaligus saudara dalam hidupnya
Flashback On