PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 65


__ADS_3

Author butuh dukungan kalian, agar jari ini semangat bergoyang


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Beberapa tahun silam


Seorang gadis cantik berjalan dengan anggunnya membawa beberapa tentengan di tangannya


Brugh


Bramantio yang buru-buru tidak memperhatikan perempuan di depannya


Akhirnya keduanya bertabrakan


Awwwww


Ringis gadis manis itu


"Maaf maaf aku gak sengaja, tolong maafkan aku " ucap Bramantio


"Kalo jalan lihat dong mas, jangan main tabrak aja " cibir gadis itu


"Iya maaf aku buru-buru " jawab Bramantio


Dia memunguti belanjaan gadis itu dan memberikannya


"Ini mba belanjaannya, apa ada yang sakit? " ucap Bramantio memberikan paper bag itu


"Gak sih Mas, tapi bisakah Mas membantu ku? " jawab dan tanya gadis itu


"Mau bantu apa Mba" tanya Bramantio


"Tolong bantu aku bawa belanjaan ini ke dalam mobil ku " ucap gadis itu


Dengan senang hati Bramantio memenuhi permintaan gadis itu


"Kenalkan, Bramantio " ucap Bramantio mengulurkan tangannya


"Pitra" jawab gadis itu menerima uluran tangan Bramantio


Bramantio memasukkan belanjaan gadis itu ke dalam mobilnya


"Trimakasih Mas" ucap Pitra


"Maaf aku harus pergi " ucap Bramantio


"Jika kamu mau, kamu bisa hubungi aku" sambungnya memberikan sebuah kartu


"Kenapa buru-buru Mas " tanya Pitra


"Aku ada meeting " jawab Bramantio


"Oh" ucap Pitra manggut-manggut


Bramantio meninggalkan Pitra di dalam mobilnya


πŸ’•Pria idaman, ganteng dan baik, semoga dia masih sendiri πŸ’• batin Pitra


Dia memandang kartu di tangannya


πŸ’•jadi,,, dia seorang OB, sayang sekali, tapi aku sepertinya suka sama dia, dia pria yang tulus πŸ’• batinnya lagi


Dia pun pergi meninggalkan tempat itu


Bramantio sudah tiba di kantornya, dan meeting sudah di mulai tapi pikirannya melayang kepada gadis tadi


Dia selalu mengingat wajah, dan senyum gadis itu


Hingga meeting selesai, dia tidak bisa fokus


πŸ’•kenapa aku ingat gadis itu trus iyaπŸ’• batin Bramantio mengangkat sudut bibirnya


πŸ’•Gadis yang cantik, lembut dan baik, aku suka πŸ’• ucapnya dalam hati


"Ada yang bisa aku bantu Pak?" tanya Sekretarisnya sebelum keluar dari ruangan itu


"Mm tidak, keluar lah" ucap Bramantio


"Baik Pak" ucap Sekretaris itu berlalu pergi


"Aku ini payah, kenapa gak minta nomor HP nya, sial " ucap Bramantio menggerutu sendiri

__ADS_1


"Semoga dia menghubungi ku, tapi kalo tidak gimana?, di mana aku bisa menjumpainya? " dia galau sendiri di dalam ruangan itu


Beberapa hari kemudian secara tidak sengaja dia bertemu dengan gadis yang sudah membuat hatinya porak poranda


"Pitra"


"Mas Tio"


Mereka saling memanggil


Keduanya berjalan memangkas jarak antara mereka


"Kita ketemu lagi " ucap keduanya bersamaan


Mereka saling tertawa


Melepas kerinduan yang membara dalam beberapa hari ini


Mungkin itulah yang di sebut Cinta Pandangan Pertama


Author gak tau iya, soalnya aku gak ngerasainnyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


"Kam,,,"


"Ak,,,"


keduanya saling tertawa karna bicara bersamaan


Mereka sama-sama salah tingkah


"Kamu aja duluan " ucap Bramantio


"Mas aja " ucap Pitra


"Gimana kabar kamu " tanya Bramantio


"Baik Mas, Mas sendiri " jawab dan tanya Pitra


"Baik juga " jawab Pitra


"Apa kamu ada waktu? " tanya Bramantio


"Mm iya, ada apa? " ucap Pitra


"Kita jalan yuk, makan gitu, kebetulan aku belum makan " ucap Bramantio


Dia sangat senang menerima ajakan Pria yang membuat dirinya uring-uringan


Sejak saat itu mereka selalu jalan bersama


Setelah merasa mantap dengan perasaannya, Bramantio mengungkapkan Cintanya


Pitra sangat senang ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan


Dia menerima ungkapan Cinta Bramantio dengan tangis haru


Bramantio langsung memeluknya, sangking bahagianya mendengar jawaban Pitra


Dia tidak menyangka bahwa Cintanya terbalas


Namun nasib tidak berpihak pada mereka


Orangtua Pitra tidak merestui hubungan mereka


Pitra di larang keras berhubungan dengan Bramantio


Pitra terus memohon agar hubungan mereka di restui


Bapak konglomerat yang terhormat itu, ibarat sebuah batu, dia tidak mempedulikan tangis anaknya


Dia bersih keras melarang hubungan mereka


"Sampai kapan pun aku tidak sudi memiliki mantu miskin seperti dia " ucap si bapak konglomerat itu dengan muka berapi api


"Aku mohon Pa, aku sangat mencintai dia, aku tidak bisa hidup tanpa dia " mohon Pitra memelas


"Sekali tidak, tidak " bentak si bapak konglomerat itu dan berlalu pergi


Pitra yang putus harapan berniat mengakhiri hidupnya, dengan memutus urat nadinya


Beruntung pelayan di rumahnya melihatnya, dan membawanya ke Rumah Sakit


Melihat nekat putri semata wayangnya, bapak konglomerat itu akhirnya merestui hubungan mereka

__ADS_1


Mereka melangsungkan pernikahan setelah beberapa bulan menjalin kasih


Cinta yang tulus membuat keduanya memperkuat jalinan kasih mereka di altar pernikahan


Mereka hidup bahagia, harmonis dan romantis


Ternyata pria yang menjadi suaminya bukanlah pria miskin


Suaminya itu seorang pria kaya, tapi rendah hati


Tapi keduanya sepakat untuk tidak memberitau orangtua Pitra


Bapak konglomerat itu diam-diam menyuruh orang mengawasi anak dan mantunya


Dia heran dengan laporan suruhannya


Anak dan mantunya hidup bahagia tanpa kekurangan


Di usia kandungannya yang baru semester pertama ,dia sangat di manja oleh suaminya


Bramantio selalu menuruti kemauannya


Bahkan dia rela gak masuk kantor demi menemani istri tercintanya


Melihat kebahagiaan putrinya, si bapak konglomerat itu ikut bahagia


Beberapa bulan kemudian, Bramantio membawa istrinya ke Rumah Sakit


Sudah waktunya Pitra melahirkan


Semua menunggu dengan perasaan was-was


Bramantio yang menemani istrinya selalu berdoa agar di beri kemudahan


Istrinya melahirkan bayi laki-laki


Mereka sangat bahagia melihat bayi Mungil yang baru lahir itu


Pitra mencium anaknya berkali kali


Semua keluarga senang mendengar tangisan bayi Mungil itu


Selang beberapa jam , Pitra mengalami pendarahan setelah melahirkan anaknya


Bramantio yang melihat istrinya seperti itu panik


Dia membentak suster di ruangan itu, karna Dokternya sedang keluar


Dia pun memanggil Dokter itu


Dokter segera melakukan pertolongan, untuk menyelamatkan istrinya


Namun takdir berkata lain, Pitra menghembuskan nafas terakhirnya setelah sebelumnya menitipkan bayinya kepada suaminya


Kematian Pitra membawa mala petaka dalam kehidupan Bramantio


Si bapak konglomerat itu menyiksa habis dirinya


Dia tidak terima dengan kematian anaknya


Padahal itu bukanlah kesalahan Bramantio, bukan juga keinginannya


Cyano yang melihat sahabatnya di siksa oleh suruhan mertuanya, langsung melaporkan ke pihak berwajib


Setelah di amankan oleh pihak kepolisian, Cyano membawa Bramantio ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan


Dia sangat terpukul melihat kondisi sahabatnya


Cyano juga membawa babysuster untuk merawat anak Bramantio


Satu minggu berlalu Bramantio sudah tidak bisa bertahan, dia meminta Cyano untuk menjaga dan merawat anaknya


Setelah mendengar jawaban sahabatnya, dia pun pergi untuk selamanya


Cyano memeluk sahabatnya itu erat, air matanya membanjiri pipinya


Meskipun mereka sempat selisih paham tapi itu tidak berlangsung lama


Mereka berbaikan setelah Bramantio bertemu Pitra


Hubungan mereka pun membaik, sampai akhirnya Bramantio pergi untuk selamanya


Cyano tidak bisa menerima kepergian sahabatnya

__ADS_1


satu satunya teman sekaligus saudara dalam hidupnya


Flashback On


__ADS_2