PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 49


__ADS_3

Dukungan kalian semangat author


Like, koment dan votenya jangan sampai lupa πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


BOON dan Angel sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Cyano, tapi berkat rayuan maut Cyano, mereka merelakan kepergiannya.


"Baiklah opa, tapi opa janji gak akan lama" cicit Angel


"Iya, opa harus kembali secepatnya " kata BOON


"Baik Ratu dan Rajanya opa" jawab Cyano menghormati kedua boster mood nya


🌷🌷🌷


Di tempat lain


Seorang pria terbaring lemah di dalam ruangan yang serba putih ,


Peralatan medis menempel hampir di sekujur tubuhnya


"Dok bagaimana keadaan anak saya " ucap ibunya


"Kondisinya semakin memprihatinkan" kata sang Dokter


"Apa dia bisa sembuh Dok " tanya ibunya


"Tergantung bu, " katanya sang dokter


"Dok tolong selamatkan anak saya, aku mohon Dok" kata ibunya


"Kami akan berusaha semampu kami bu" jawab Dokter i


πŸ’•Aku harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan anakku.


Aku tidak mau terjadi sesuatu padanya.


Jika sampai dia kenapa napa, aku akan kehilangan segalanya πŸ’•


Huuuuhhhhhhhhh


Dasar cewek matre, di otaknya hanya uang, kemewahan dan kekayaan


Anak sakit bukannya sedih, malah mikirin kejayaan.


Dasar nenek peyot


Kata author pada pemerannya


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


🌷🌷🌷


Hari yang di tunggu tunggu pun tiba, Cyano, Martin dan Daniel sudah rapi, mereka di antar oleh keluarga Gilbran dan keluarga Alva.


Rasa sedih menyelimuti mereka, melepas ayah tersayang mereka, ke negeri orang.


Ingin rasanya mereka pergi bersama, namun waktunya tidak tepat


Terlalu banyak tanggung jawab yang harus mereka emban di dalam negeri


"Aku pasti merindukan papa" ucap Windy memeluk erat Cyano


"Sayang jangan sedih, kalian bisa berkunjung ke sana " ucap Cyano mengelus lembut kepala mantunya


"Hey, papa, bukankah sudah ku katakan, jangan memanggil istriku dengan kata sayang" ucap Alva menghibur istri dan ayahnya


"Dasar anak laknat, sempat sempatnya berkata begitu " kesal Cyano


"Ayolah pa, aku gak mau melihat kalian sedih, kita berpisah untuk bertemu kembali, bukan berpisah untuk selamanya " ucap Alva


"Sayang, papa itu pergi jauh, gimana aku gak sedih " ucap Windy


"Sayang, Jerman itu dekat kok, gak nyampe satu hari pergi ke sana " ucap Alva


"Sayang jangan be'canda dong, orang lagi sedih ,kamu malah be'canda gini" rengek Windy


"Opa, benar ya, jarak antara Jerman ke indo itu dekat " tanya Angel


"Benar dong dek, kalo naik pesawat atau Jet pribadi " kata BOON


"Kalo naik mobil " tanya Angel


"Lama, satu minggu gak akan sampai" ucap BOON


"Olalla papa, jauh gitu di bilang dekat" kata Angel


"Kalo Angel mau nemuin opa, kan naik pesawat, jadi dekat dong"


"Olala papa, kalo naik pesawat nya cuma 2 jam, itu baru dekat, kalo sampai puluhan jam, mati dong gue " ucap Angel dengan gaya centilnya


"Kok mati sih sayang, kan gak nyampe 24 jam" ucap Alva


"Papa, Angel paling gak bisa duduk lama, ni pantet gatel" ucap Angel dengan gaya centilnya


Hahaha


Tawa mereka pecah mendengar penjelasan Angel


"Tuan, berhati hatilah di sana, jaga kesehatan Tuan, jika terjadi sesuatu langsung hubungi kami " ucap Gilbran memeluk Cyano


"Pasti, aku titip anak, mantu dan cucu cucuku" ucap Cyano


"Aku akan menjaga mereka melebihi nyawaku " janji Gilbran


"Om, maaf kami belum bisa memenuhi keinginan om" ucap Rosa


"Gak apa, om bisa mengerti, kalian baik baik di sini, kalian harus saling menjaga " titah Cyano


"Iya om, pasti " jawab Rosa


"Opa" ucap Angel, BOON, Findo dan Gavin berhambur ke pelukannya


"Cucu cucuku " ucap Cyano mencium puncak kepala mereka satu persatu

__ADS_1


"Kami sayang opa" ucap mereka kompak


"Opa juga sayang kalian " ucap Cyano


"Jaga kesehatan opa, aku akan merindukan mu opa" ucap BOON mencium pipi Cyano


"Jangan lama ya opa, aku sayang opa, jaga diri opa, jangan lupa telfon aku setiap hari " titah Angel


"Opa akan selalu VC sama kalian, jangan khawatir, kalian kesayangan opa" ucap Cyano kembali mencium mereka


"Martin, Daniel, tolong jaga papa dengan baik, " titah Windy


"Pasti non" jawab mereka kompak


"Jaga papaku, terus kirim informasi padaku" ucap Alva


"Baik tuan muda " ucap mereka


Selesai dengan acara peluk pelukan, dan ucapan perpisahan, Cyano, Martin dan Daniel meninggalkan mereka.


Alva dan yang lainnya kembali pulang, setelah pesawat Cyano terbang ke angkasaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


🌷🌷🌷


Alva dan Windy mengajak BOON dan Angel masuk ke dalam kamarnya.


Setelah Cyano pergi, mereka jadi hilang semangat


Dengan perasaan loyo, mereka masuk ke dalam kamarnya


Berat rasanya melepas orang yang kita sayang, pergi jauh dari kita


"Sayang, kalian gak boleh loyo gitu, kan bisa VC sama Opa " ucap Windy


"Iya sih ma, tapi aku gak rela Opa pergi" ucap BOON dengan wajah di tekuk


"Iya ma, aku juga gak rela, kalo mama sama papa pergi, gak ada lagi dong teman kami di rumah " ucap Angel dengan bibir monyong


"Kan ada Findo sama Gavin sayang " ucap Windy mengelus kepala putra dan putrinya


"Tau ma, kita pengennya Opa, tapi ya sudahlah, semoga aja Opa sehat di sana " ucap Angel bijak


"Amin" jawab mereka kompak


"Iya udah, sekarang kalian belajar, bentar lagi kalian ujian kan" ucap Windy


"Ok ma" jawab mereka kompak


" Cantika, kamu temani mereka, kalo kamu udah kembali sekolah nanti, gak ketinggalan dari teman kamu yang lainnya " titah Windy


"Iya nonya" jawab Cantika


Cantika ikut belajar bersama BOON dan Angel


🌷🌷🌷


Windy kembali ke dalam kamarnya, dia melihat suaminya berbaring di ranjang empuk mereka, sambil mengotak atik hp nya


"Sayang ngapain?" tanya Windy


"Untuk? " tanya Windy yang heran, kenapa suaminya mencari teman lamanya


"Untuk mengurus surat surat Cantika, bukankah kita akan menyekolahkan dia " jawab dan tanya Alva


"Ohhhh, aku pikir ada masalah lagi " ucap Windy


Windy ikut berbaring di samping suaminya


"Gak sayang, kalo ada masalah pasti aku kasih tau kamu" ucap Alva


"Sayang gimana kalo kita mengadopsi Cantika " tanya Windy dengan hati-hati


"Gak usah sayang, kita cukup menyayangi dia dan menyekolahkan dia " jawab Alva


"Kenapa sayang " tanya Windy


"Kita belum tau siapa dia, dari mana asalnya" jelas Alva


"Iya juga sih, kasihan dia, punya ibu tapi malah tega membuangnya " ucap Windy


Alva teringat kejadian puluhan tahun silam


apa masih ada wanita seperti Pebrita, yang tega mencampakkan anaknya demi harta " ucap Alva


"Sayang, lupakan masa lalu mu, tidak baik membenci ibu sendiri, biar bagaimana pun, dia adalah wanita yang melahirkan mu


Jika bukan karena dia, aku tidak akan bertemu dengan mu"


Alva menarik nafas dalam, menghempaskannya kasar


"Aku sudah melupakan semua perbuatannya pada ku, aku hanya sekedar bertanya "


"Sayang, aku tidak mau kamu mengingat kenangan mu dulu, sekarang ada aku dan anak anak yang selalu menemanimu " ucap Windy mengusap lembut bahu suaminya


"Makasih sayang, aku sudah melupakan semua itu " ucap Alva mencium puncak kepala istrinya


"Sayang bolehkan aku bertanya " ucap Windy


" Mau nanya apa sayang" jawab Alva


"Tapi kamu jangan marah ya " ucap Windy memandang manik mata suaminya


"Sayang apa aku pernah marah sama kamu " tanya Alva


"Gak sih " ucap Windy dengan senyumnya


"Mau nanya apa? " tanya Alva


"Sebenarnya Gilbran itu siapa sih"


"Kenapa menanyakan itu sayang"


"Aku hanya penasaran aja, dulu, aku pikir dia punya keluarga, tapi nyatanya tidak "


"Aku juga gak tau sayang, yang aku tau dia teman yang aku anggap seperti kakak ku"

__ADS_1


"Apa kamu gak pernah bertanya sama Papa? "


"Pernah, tapi Papa hanya bilang, aku akan tau suatu saat nanti "


"Ohhh"


Windy manggut manggut


"Apa kamu suka padanya" goda Alva


" Iya, aku suka padanya, dia pria yang baik dan bertanggung jawab "


"Sayang, apa kamu serius, kamu suka sama Gilbran ?"


Rasa sesak di dadanya mulai memburu


"Kenapa? Apa dia tidak pantas untuk di sayangi? "


"Sejak kapan perasaan itu ada "


Api cemburu mulai berkobar


"Mmaksud kamu "


"Sejak kapan kamu suka sama dia "


"Apa kamu cemburu sayang "


"Tidak, aku hanya tidak tau kalo kamu juga suka padanya"


"Tunggu, kamu bilang aku juga suka, maksudnya… "


Windy menggantung kalimatnya


"Iya ternyata kalian sama-sama suka"


"Apa dia suka padaku? "


"Iya, dia mencintai mu, tapi kamu malah menikah dengan ku "


"Sayang, aku suka sama dia sebagai teman, tidak lebih, suka bukan berarti cinta kan"


"Maksud mu, bukannya kamu cinta padanya?"


"Hehehe sayang, sebelum kita nikah, aku mencintai orang lain, bukan dia , gimana mungkin aku cinta sama dia "


πŸ’•Iya juga ya, bodoh banget aku πŸ’•


"Jadi kamu hanya menganggapnya teman? "


"Bukan teman tapi lebih tepatnya kakak, hanya saja dia gak mau ku panggil kakak"


"Benarkah, tapi…"


"Tapi apa?,apa aku pernah bersikap lebih padanya? "


"Sayang, aku sangat takut kehilangan kamu, hampir saja nyawa ku melayang"


"Jadi kamu cemburu, katanya tidak "


"Tentu aku cemburu, siapa yang gak cemburu jika istrinya menyukai orang lain "


"Sayang, aku kan udah bilang, cinta ku hanya berlabuh di hatimu"


"Iya sayang, aku percaya sama kamu"


Senyum mengembang di bibirnya


"Sayang, kamu kenapa sih mudah banget di goda, aku hanya nge-prank kamu aja"


Windy memainkan jari jemarinya di dada bidang suaminya


"Aku gak tau, aku sangat sensi soal begituan, mungkin karena masa lalu ku"


"Jangan pernah meragukan cinta ku, sampai kapan pun, cinta ku tidak akan berpindah tempat "


"Iya sayang, maafkan aku "


Dia mencium bibir istrinya dengan lembut, hasratnya memuncak melihat bibir manis istrinya


Perlahan ciuman itu berpindah pada leher jenjang istrinya, memberikan stempel pengiriman di setiap inci tubuh istrinya


Tangannya merambat ke mana mana


Menjelajah dua bukit kembar di sana,


Desahan demi desahan pun terdengar dari bibir ranum itu, membuatnya terlihat semakin seksi di mata pria petualang itu


Sejenak mereka membuat jeda


"Sayang, aku sangat menginginkan mu " ucap Alva dengan nafas yang sudah tak beraturan


"Aku juga menginginkan mu " jawab Windy


Kembali daging kenyal itu menyatu, menyalurkan setiap rasa


Siterong unggul meminta di balut dengan ramuan khusus miliknya


Ahhhhhh


Desah si ratu ranjang, menggeliat menerima sentuhan kenikmatan


Alunannya semakin di percepat, bilur keringat membasahi tubuh mereka, hingga keduanya tumbang


"sayang makasih ya, kamu benar benar hebat, aku hampir tak bisa menimbangingi " ucap Alva


"Aku harus memecahkan rekor, agar suamiku tidak jajan di luar sana "


"Sayang, itu gak akan pernah terjadi "


"Aku percaya pada mu sayang"


"I LOVE YOU"


"I LOVE YOU TOO"

__ADS_1


Dinginnya malam meminta mereka menutup mata, memasuki alam mimpi


__ADS_2