
Jangan lupa like, koment dan votenya iya πππππ
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
POV Windy
Aku sangat khawatir pada suamiku, sudah dua jam dia terlambat dari waktu dia berangkat
Berulang kali aku menghubunginya,
Tersambung
Namun tidak terjawab
Aku semakin khawatir, akhirnya aku menelfon Gilbran
Kami mencari Mas Alva ke tempat mobilnya terparkir
Tapiβ¦
Yang kami temukan hanyalah mobil dan hp nya yang tertinggal di dalam mobilnya
Aku semakin panik, aku yakin ada yang tak beres
Gilbran mencari ke segala penjuru
Dia datang tanpa hasil
"Non, sepertinya Tuan pergi dengan seseorang " ucapnya
Dag dig dug
Jantungku memompa kenceng, pikiran ku melayang ke mana mana
Saat aku melihat video yang Gilbran tunjukkanβ¦
Duarrrrr
Aku terkejut melihat wanita yang bersama suamiku
Saat Gilbran menemukan lokasinya, aku langsung pergi menemui Rosa
"Ros, apa kamu ada waktu " ucap ku begitu sampai di butiknya
"Iya, ada apa Win " tanyanya
Aku menceritakan semuanya
"Apa maunya wanita itu " ucap Rosa
"Itulah yang harus kita cari tau " jawab ku
Kami menelfon teman teman kami untuk mencari tau, siapa wanita itu dan apa maunya
Betapa terkejutnya aku, melihat nama wanita itu
Ternyata dia Pebrita, Ibu kandung suamiku
Ada sedikit rasa lega di hati ku, aku pikir Pebrita mengajak suamiku untuk saling melepas rindu
Rasa itu menghilang seketika, saat aku menerima pesan dari salah satu teman ku
"Win, sepertinya Alva dalam bahaya, mereka berada di sebuah klinik usang ,
Klinik yang sudah lama di tutup ,
Klinik itu di tutup pemerintah karna sebuah insiden
Dokter yang bekerja di sana ternyata melakukan operasi aborsi
Dokter itu sahabat dekat Rio, suaminya Pebrita
Saat Polisi menangkap Dokter itu, Rio lah yang membebaskan dia
Sekarang anak mereka terbaring di Rumah Sakit , karna gagal jantung
Rio dan Pebrita mrncari pendonor
Kemungkinan besar mereka akan mengambil jantung Alva,karna Dokter itu lah yang menangani anak Pebrita sekarang "
Itulah bunyi pesannya
Jantungku seakan melompat dari tempatnya
Tepat di saat itu, datang sebuah paket
Kami terheran melihat paket itu, pasalnya kami gak ada mesan apapun
Derrtttt derrtttt
Ponsel ku berbunyi
Aku melihat ID si pemanggil, ternyata LEON
__ADS_1
"halo" ucap ku
"Win, apa paketnya udah nyampe " katanya
"Oh jadi paket ini dari kamu? " ucap ku sambil membuka kotak itu
Ada sebuah kunci di dalamnya
"Iya Win, kalian membutuhkan kunci itu, maaf aku gak bisa bantu istri ku mau melahirkan " jelasnya
"Makasih Leon, ini sudah banyak membantu" jawab ku
Saat itu juga aku mengajak Rosa menyelamatkan suamiku
Untuk mempercepat perjalanan , kami harus pergi dengan kapal laut yang banyak lelaki hidung belangnya
Tanpa pikir panjang, aku menyetujuinya walaupun harus menghadapi mereka
Aku sama Rosa membawa pakaian seksi untuk bisa masuk ke dalam kapal itu
Sesampainya di sana kami memakai baju itu,
Memang sangat menggelikan, memakai baju kurang bahan itu
Saat kami meminta ikut dengan mereka, para lelaki hidung belang itu langsung mengizinkan kami, mungkin karna keseksian kami
Mereka merayu kami, dan tangan mereka mulai nakal
Aku mengajak mereka minum
"Apa ada minuman, kami gak terbiasa melayani pria sebelum minum " ucap ku
Mereka sangat senang mendengar itu, salah satu dari mereka menunjukkan minuman itu ,
Aku mencampurkan obat tidur ke dalam minuman itu
"Tara"
Kami berlenggak lenggok membawa minuman itu dan memberikan pada mereka
Tanpa pikir panjang mereka meneguk habis minumannya
Kami menunggingkan senyuman melihat kebodohan para lelaki hidung belang itu
Hanya hitungan menit mereka pun tertidur
Kami mengikat mereka membentuk lingkaran
Kami melupakan mereka yang masih ter'ikat
Kami memandang sekeliling klinik itu
Sepi
Tidak ada orang
Kami berjalan mengendap endap bak maling
Di sana ada satu pohon besar
Kami mengintip dari balik pohon itu
Ternyata memang tidak ada siapa siapa
Rosa mengajakku masuk lewat pintu depan, tapi aku gak mau, aku takut ada orang di balik pintu itu ,akhirnya kami lewat pintu belakang
Di sana juga gak ada orang, tapi pintunya terkunci
Aku memberikan kunci pemberian Leon, Rosa membuka pintu itu dengan kunci di tangannya
Pintu pun terbuka
Kami mencari di beberapa ruangan, tapi tidak ada mereka
Aku sangat takut, aku takut mereka membawa suamiku ke tempat lain
Saat menuju ruangan ke sepuluh, aku melihat dua pria besar berpakaian serba hitam
"Ada apa " tanya Rosa karna aku mendadak berhenti
"Ada dua pria di sana " jawabku
Aku sempat bingung gimana cara menyingkirkan kedua pria itu
Rosa mengambil sebuah botol kecil dari dalam tas kecilnya
"Pakai masker mu " katanya
Dion yang menerima telfon dari Rosa, langsung mencari alat yang bisa membantu kami
Dia mengirimkan lima botol kecil berisi gas Ricin
Rosa membuka tutup botol itu dan menggulingkannya ke arah dua pria besar itu
__ADS_1
Hanya beberapa menit kedua pria itu, memegang kepalanya lalu merosot dan tak sadarkan diri
Secara perlahan Rosa membuka pintu ruangan itu
Ruangan itu sangat menyeramkan
Entah apa yang membuat ruangan itu terlihat seram
Disana ada tirai pembatas antara pasien
Mataku terbuka sempurna melihat suamiku telentang di Hospital Bed
Di sampingnya ada seorang pria yang hampir di sekujur tubuhnya menempel alat Rumah Sakit
Aku gak tau apa itu, dan apa kegunaannya
Aku juga gak peduli soal itu, aku hanya memikirkan suamiku
Rupanya mereka tidak menyadari kedatangan kami
Aku berjalan perlahan di balik tirai itu
Di tangan ku sudah ada sebuah jarum suntik yang berisikan Ricin yang di kirim oleh Dion
Begitu aku sampai di belakang Dokter be**t itu, aku menancapkan suntik itu ke bokongnya
Perlahan tapi pasti, Dokter itu pun pingsan
Rosa yang melihat Dokter itu pingsan, segera membantu ku mendorong Hospital Bed tempat suamiku berbaring
Hanya beberapa langkah, pria parubaya itu menghentikan kami
Kami terus mendorong Hospital Bed itu tanpa menggubris perkataan pria itu
Namun dia menyerang kami, rupanya dia seorang ahli beladiri
Awalnya kami bisa menghajarnya, tapi di saat istrinya menangis histeris, dia marah dan mengeluarkan seluruh tenaganya
Kami jadi kewalahan melawannya
Beberapa kali pria itu melayangkan pukulan yang keras membuat kami terpelanting
Aku benar benar putus asa, tenagaku hampir habis
Di saat pria itu mendekati Hospital Bed suamiku, Rosa menghadangnya
Itu kesempatan aku mengambil salah satu benda tajam, mungkin iitu alat bedah Dokter itu
Aku memang gak tau kegunaan benda itu
Pokoknya aku mengambilnya karna benda itu tajam dan keras
Aku melihat Rosa di cekik oleh pria itu
Aku berlari membantu Rosa, dan pria itu berhasil mencekik ku juga
Aku menendang selangkangannya,, lalu menancapkan benda itu tepat di jantung pria itu
"Ros, kau baik baik aja " aku khawatir melihat teman ku yang seperti mau pingsan
"Aku gak apa Win, ayo kita bawa Alva " katanya menggenggam tangan ku
Wanita yang bernama Pebrita itu berteriak histeris melihat suaminya tumbang
Dia menghujat kami habis habisan
Kami sempat adu mulut, ternyata dia bukan manusia, entah terbuat dari apa hatinya
"Raka lebih pantas hidup daripada dia, dia pembawa sial" ucapnya
Membuat darah ku memanas
Ingin rasanya aku melenyapkan wanita itu saat itu juga
Tapi aku berpikir, akan lebih baik jika dia tersiksa sebelum mati
Aku ingin mengajak Rosa pergi dari tempat terkutuk itu, ternyata dia sudah pergi duluan
Aku keluar dari ruangan itu dan mengunci pintunya dari luar
Begitu sampai di luar, Rosa, Gilbran dan suamiku sudah menunggu ku
Aku meminta dua pria yang bersama Gilbran membakar tempat itu
Klinik terkutuk itu terbakar beserta Pebrita di dalamnya
Kejam
Iya, aku memang kejam, menyiksanya dengan bara api itu
Tapi, itulah yang terbaik untuk dirinya
Menurut ku
__ADS_1