PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 55


__ADS_3

Jangan lupa like, koment dan votenya iya πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


POV Windy


Aku sangat khawatir pada suamiku, sudah dua jam dia terlambat dari waktu dia berangkat


Berulang kali aku menghubunginya,


Tersambung


Namun tidak terjawab


Aku semakin khawatir, akhirnya aku menelfon Gilbran


Kami mencari Mas Alva ke tempat mobilnya terparkir


Tapi…


Yang kami temukan hanyalah mobil dan hp nya yang tertinggal di dalam mobilnya


Aku semakin panik, aku yakin ada yang tak beres


Gilbran mencari ke segala penjuru


Dia datang tanpa hasil


"Non, sepertinya Tuan pergi dengan seseorang " ucapnya


Dag dig dug


Jantungku memompa kenceng, pikiran ku melayang ke mana mana


Saat aku melihat video yang Gilbran tunjukkan…


Duarrrrr


Aku terkejut melihat wanita yang bersama suamiku


Saat Gilbran menemukan lokasinya, aku langsung pergi menemui Rosa


"Ros, apa kamu ada waktu " ucap ku begitu sampai di butiknya


"Iya, ada apa Win " tanyanya


Aku menceritakan semuanya


"Apa maunya wanita itu " ucap Rosa


"Itulah yang harus kita cari tau " jawab ku


Kami menelfon teman teman kami untuk mencari tau, siapa wanita itu dan apa maunya


Betapa terkejutnya aku, melihat nama wanita itu


Ternyata dia Pebrita, Ibu kandung suamiku


Ada sedikit rasa lega di hati ku, aku pikir Pebrita mengajak suamiku untuk saling melepas rindu


Rasa itu menghilang seketika, saat aku menerima pesan dari salah satu teman ku


"Win, sepertinya Alva dalam bahaya, mereka berada di sebuah klinik usang ,


Klinik yang sudah lama di tutup ,


Klinik itu di tutup pemerintah karna sebuah insiden


Dokter yang bekerja di sana ternyata melakukan operasi aborsi


Dokter itu sahabat dekat Rio, suaminya Pebrita


Saat Polisi menangkap Dokter itu, Rio lah yang membebaskan dia


Sekarang anak mereka terbaring di Rumah Sakit , karna gagal jantung


Rio dan Pebrita mrncari pendonor


Kemungkinan besar mereka akan mengambil jantung Alva,karna Dokter itu lah yang menangani anak Pebrita sekarang "


Itulah bunyi pesannya


Jantungku seakan melompat dari tempatnya


Tepat di saat itu, datang sebuah paket


Kami terheran melihat paket itu, pasalnya kami gak ada mesan apapun


Derrtttt derrtttt


Ponsel ku berbunyi


Aku melihat ID si pemanggil, ternyata LEON

__ADS_1


"halo" ucap ku


"Win, apa paketnya udah nyampe " katanya


"Oh jadi paket ini dari kamu? " ucap ku sambil membuka kotak itu


Ada sebuah kunci di dalamnya


"Iya Win, kalian membutuhkan kunci itu, maaf aku gak bisa bantu istri ku mau melahirkan " jelasnya


"Makasih Leon, ini sudah banyak membantu" jawab ku


Saat itu juga aku mengajak Rosa menyelamatkan suamiku


Untuk mempercepat perjalanan , kami harus pergi dengan kapal laut yang banyak lelaki hidung belangnya


Tanpa pikir panjang, aku menyetujuinya walaupun harus menghadapi mereka


Aku sama Rosa membawa pakaian seksi untuk bisa masuk ke dalam kapal itu


Sesampainya di sana kami memakai baju itu,


Memang sangat menggelikan, memakai baju kurang bahan itu


Saat kami meminta ikut dengan mereka, para lelaki hidung belang itu langsung mengizinkan kami, mungkin karna keseksian kami


Mereka merayu kami, dan tangan mereka mulai nakal


Aku mengajak mereka minum


"Apa ada minuman, kami gak terbiasa melayani pria sebelum minum " ucap ku


Mereka sangat senang mendengar itu, salah satu dari mereka menunjukkan minuman itu ,


Aku mencampurkan obat tidur ke dalam minuman itu


"Tara"


Kami berlenggak lenggok membawa minuman itu dan memberikan pada mereka


Tanpa pikir panjang mereka meneguk habis minumannya


Kami menunggingkan senyuman melihat kebodohan para lelaki hidung belang itu


Hanya hitungan menit mereka pun tertidur


Kami mengikat mereka membentuk lingkaran


Kami melupakan mereka yang masih ter'ikat


Kami memandang sekeliling klinik itu


Sepi


Tidak ada orang


Kami berjalan mengendap endap bak maling


Di sana ada satu pohon besar


Kami mengintip dari balik pohon itu


Ternyata memang tidak ada siapa siapa


Rosa mengajakku masuk lewat pintu depan, tapi aku gak mau, aku takut ada orang di balik pintu itu ,akhirnya kami lewat pintu belakang


Di sana juga gak ada orang, tapi pintunya terkunci


Aku memberikan kunci pemberian Leon, Rosa membuka pintu itu dengan kunci di tangannya


Pintu pun terbuka


Kami mencari di beberapa ruangan, tapi tidak ada mereka


Aku sangat takut, aku takut mereka membawa suamiku ke tempat lain


Saat menuju ruangan ke sepuluh, aku melihat dua pria besar berpakaian serba hitam


"Ada apa " tanya Rosa karna aku mendadak berhenti


"Ada dua pria di sana " jawabku


Aku sempat bingung gimana cara menyingkirkan kedua pria itu


Rosa mengambil sebuah botol kecil dari dalam tas kecilnya


"Pakai masker mu " katanya


Dion yang menerima telfon dari Rosa, langsung mencari alat yang bisa membantu kami


Dia mengirimkan lima botol kecil berisi gas Ricin


Rosa membuka tutup botol itu dan menggulingkannya ke arah dua pria besar itu

__ADS_1


Hanya beberapa menit kedua pria itu, memegang kepalanya lalu merosot dan tak sadarkan diri


Secara perlahan Rosa membuka pintu ruangan itu


Ruangan itu sangat menyeramkan


Entah apa yang membuat ruangan itu terlihat seram


Disana ada tirai pembatas antara pasien


Mataku terbuka sempurna melihat suamiku telentang di Hospital Bed


Di sampingnya ada seorang pria yang hampir di sekujur tubuhnya menempel alat Rumah Sakit


Aku gak tau apa itu, dan apa kegunaannya


Aku juga gak peduli soal itu, aku hanya memikirkan suamiku


Rupanya mereka tidak menyadari kedatangan kami


Aku berjalan perlahan di balik tirai itu


Di tangan ku sudah ada sebuah jarum suntik yang berisikan Ricin yang di kirim oleh Dion


Begitu aku sampai di belakang Dokter be**t itu, aku menancapkan suntik itu ke bokongnya


Perlahan tapi pasti, Dokter itu pun pingsan


Rosa yang melihat Dokter itu pingsan, segera membantu ku mendorong Hospital Bed tempat suamiku berbaring


Hanya beberapa langkah, pria parubaya itu menghentikan kami


Kami terus mendorong Hospital Bed itu tanpa menggubris perkataan pria itu


Namun dia menyerang kami, rupanya dia seorang ahli beladiri


Awalnya kami bisa menghajarnya, tapi di saat istrinya menangis histeris, dia marah dan mengeluarkan seluruh tenaganya


Kami jadi kewalahan melawannya


Beberapa kali pria itu melayangkan pukulan yang keras membuat kami terpelanting


Aku benar benar putus asa, tenagaku hampir habis


Di saat pria itu mendekati Hospital Bed suamiku, Rosa menghadangnya


Itu kesempatan aku mengambil salah satu benda tajam, mungkin iitu alat bedah Dokter itu


Aku memang gak tau kegunaan benda itu


Pokoknya aku mengambilnya karna benda itu tajam dan keras


Aku melihat Rosa di cekik oleh pria itu


Aku berlari membantu Rosa, dan pria itu berhasil mencekik ku juga


Aku menendang selangkangannya,, lalu menancapkan benda itu tepat di jantung pria itu


"Ros, kau baik baik aja " aku khawatir melihat teman ku yang seperti mau pingsan


"Aku gak apa Win, ayo kita bawa Alva " katanya menggenggam tangan ku


Wanita yang bernama Pebrita itu berteriak histeris melihat suaminya tumbang


Dia menghujat kami habis habisan


Kami sempat adu mulut, ternyata dia bukan manusia, entah terbuat dari apa hatinya


"Raka lebih pantas hidup daripada dia, dia pembawa sial" ucapnya


Membuat darah ku memanas


Ingin rasanya aku melenyapkan wanita itu saat itu juga


Tapi aku berpikir, akan lebih baik jika dia tersiksa sebelum mati


Aku ingin mengajak Rosa pergi dari tempat terkutuk itu, ternyata dia sudah pergi duluan


Aku keluar dari ruangan itu dan mengunci pintunya dari luar


Begitu sampai di luar, Rosa, Gilbran dan suamiku sudah menunggu ku


Aku meminta dua pria yang bersama Gilbran membakar tempat itu


Klinik terkutuk itu terbakar beserta Pebrita di dalamnya


Kejam


Iya, aku memang kejam, menyiksanya dengan bara api itu


Tapi, itulah yang terbaik untuk dirinya


Menurut ku

__ADS_1


__ADS_2