PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 52


__ADS_3

Tetap dukung Author iya


Like, koment dan votenya jangan sampai lupa πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Sayang" ucap Gilbran memeluk istrinya dan mencium puncak kepala istrinya


Dia tiba bersama pasukannya disaat Rosa membawa Alva keluar


"Sayang, kita harus segera membawa Alva, dia belum sadar" ucap Rosa


"Sayang, dimana Nonya? " tanya Gilbran khawatir karna tidak melihat Windy di samping suaminya


"Dia masih di dalam, eh itu dia datang" ucap Rosa yang melihat Windy berjalan menghampiri mereka


"Kalian bakar tempat ini " titah Windy


"Baik Nonya"


"Apa kalian baik baik aja? " tanya Gilbran


" Iya, ayo, kita bawa suamiku ke Rumah Sakit terdekat, aku takut Dokter sialan itu melakukan sesuatu yang buruk padanya" ucap Windy


" Baik Non"


Mereka membawa Alva masuk ke dalam mobil, tak lama kemudian si jago merah melahap habis tempat itu


"Non, apa mereka semua udah meninggal ?" tanya Gilbran


"Pebrita si iblis itu masih hidup, dan anaknya aku rasa udah meninggal"


"Kenapa tempat itu di bakar? " bingung Gilbran


"Biarkan wanita setan itu mati setelah merasakan siksaan api itu "


Gilbran menelan salivanya


Ternyata malaikat yang dia lihat selama ini bisa berubah jadi Singa


"Sayang, Pebrita pantas mendapatkan itu, lihatlah Alva sampai seperti ini karna ulahnya" ucap Rosa


"Apa yang mereka lakukan pada tuan, kenapa dia sampai seperti ini "


" Aku juga gak tau, semoga suamiku gak kenapa napa " ucap Windy berlinang air mata


"Alva akan baik baik aja, jangan menangis,kamu sumber kekuatan baginya, kamu harus kuat demi Alva dan anak anak "


"Aku bingung Ros, kenapa banyak sekali yang ingin mencelakai suamiku "


"Sudahlah, semoga kedepannya tidak ada lagi yang mengusik keluarga kita"


"Amin"


Flashback off


"Bisakah Bunga itu untuk ku?,aku ingin membelinya untuk istri ku " ucap Alva


"Ternyata dia sama dengan ku, aku juga sangat menyukai bunga ini " ucap Pebrita


"Aku akan memberikan bunga ini padamu, tapi kamu harus menemaniku minum, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" sambungnya


"Mengatakan apa?, bukankah kita gak saling kenal? "


"Aku mengenalmu, karna itu aku memintamu menemaniku"


"Baiklah, tapi hanya sebentar , aku ada janji sama istriku "

__ADS_1


"Iya hanya sekedar minum "


Mereka pergi ke Cafe dekat toko bunga itu


Mereka duduk berhadapan


"Apa kamu tidak mengenalku sama sekali? "


"Tidak, aku gak mengenal anda "


"Apa kamu gak mengingat wajah ku"


"Maaf, aku gak mengenal anda, memangnya anda ini siapa? Dari mana anda mengenalku? "


"Kamu Alva Cyano bukan?, anak dari Jeigh Cyano dan Pebrita Jain? "


"Iya itu benar, tapi aku gak tau siapa anda "


"Akulah wanita yang melahirkan mu, aku Mama mu Pebrita Jain


"Apa?, jadi kamu wanita itu?, untuk apa mendekati ku? "


"Maafkan aku nak, aku terpaksa melakukan itu demi menyelamatkan kamu dan papa kamu" ucap Pebrita berbohong


"Menyelamatkan kami?, justru anda mencampakkan kami "


"Gak nak, Mama sangat menyayangi kalian, Mama pergi karna terpaksa" sandiwara Pebrita


"Apa maksudmu? " ucap Alva yang mengingat nasihat istrinya


"Papa mu punya hutang pada Rio, jika Mama gak menikah dengannya dia akan membunuh kamu dan Papa kamu " ucap Pebrita meneteskan air mata untuk menyempurnakan sandiwaranya


"Apa?, jadi Mama pergi bukan karena harta? " kaget Alva yang termakan sandiwara Pebrita


"Iya nak, maafkan Mama yang telah mengecewakan kalian "


"Apa kamu mau memaafkan Mama nak? "


"Iya Ma, aku akan memaafkan Mama, tidak seharusnya aku membenci Mama, karna Mama melakukan semua itu demi menyelamatkan aku sama Papa "


"Trimakasih sayang, trimakasih atas pengertian kamu " ucap Pebrita menggenggam tangan Alva


"Akulah yang seharusnya berterimakasih sama Mama "


" Bolehkan aku memeluk mu nak?"


Alva menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan


πŸ’•bagus, ternyata anak ini gampang di bodohi, sama kaya Cyano πŸ’•


Mereka bercerita panjang lebar


Setelah menghabiskan minumannya, Pebrita mengajak Alva melihat keadaan Raka


Alva yang tidak menaruh curiga pun langsung memenuhi permintaan Pebrita


Dia merasa bersalah karna memendam benci untuk Pebrita


Setibanya di sana, Pebrita mengajaknya masuk, dia berjalan di belakang Alva


Tanpa Alva sadari, Pebrita memukul tengkuknya dari belakang dengan balok kayu


Alva meringis sakit, kemudian pingsan


Rio dan di Dokter iblis itu menghampiri Pebrita dan mengangkat tubuh Alva ke dalam klinik bekas itu, dan membaringkannya di atas Hospital Bed.


Dokter itu menuntikkan obat penghilang rasa sakit jenis OPIOID dengan dosis tinggi

__ADS_1


Flasback On


"Sayang, sampai kapan kamu menutup mata seperti ini, sadarlah aku membutuhkan mu" ucap Windy mencium punggung tangan suaminya


"Sabar Win, kita akan sampai Rumah Sakit, Alva pasti baik baik aja "


Mereka tiba di Rumah Sakit terdekat


Windy meminta Gilbran membawa suaminya ke sana untuk pertolongan pertama


Dokter segera melakukan penanganan


🌷🌷🌷


Di Klinik usang itu, terlihat sijago merah sudah memakan habis hampir β…” tempat itu


"Mas bangun aku mohon, aku butuh kamu mas" tangis Pebrita


Karna tidak ada jawaban dari bibir si tuan Rio, dia pergi ke Hospital Bed tempat anaknya berbaring


"Raka, Raka bangun sayang, kita harus keluar dari tempat ini " ucap Pebrita menggoyangkan tubuh anaknya


Dia bolak balik membangunkan ketiga pria itu, namun tak satu pun yang menjawab


Ternyata ketiga pria itu telah pergi untuk selamanya


" awwwww,panas sekali ,bagaimana aku keluar dari tempat ini" ucap Pebrita


Si jago merah telah mengelilingi dirinya


Dia berusaha untuk keluar, namun naas, tidak ada jalan walau selebar kertas pun


Walau begitu, tidak ada niat di hatinya untuk bertobat atau bahkan mengucapkan penyesalan sedikit pun, hatinya bagai sekeras batu


Karna terlalu banyak menghirup asap, dan rasa panas yang luar biasa, akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya


🌷🌷🌷


Beberapa menit kemudian, Dokter keluar dari ruang UGD


" Dok, gimana keadaan suami saya?"


"Mari ke ruangan saya Bu "


Windy mengikuti Dokter itu masuk ke dalam ruangannya


"Silakan duduk bu" ucap Dokter mempersilakan


" Makasih Dok " ucap Windy


"Begini Bu, menurut penelitian kami, suami ibu menggunakan obat penghilang rasa sakit dengan dosis tinggi itulah sebabnya dia tidak bangun sampai sekarang " Jelas Dokter itu


"Apa Dok?, obat penghilang rasa sakit? " Windy sangat syok mendengar penuturan Dokter itu


"Iya Bu, obat penghilang rasa sakit golongan OPIOID "


πŸ’•Kurang ajar , ternyata Dokter ja****m itu sudah menuntikkan obat sialan itu, untung saja kami bergerak cepat, kalo tidak, entah apa yang akan terjadi pada suamiku πŸ’•


" Apa obat itu berpengaruh buruk pada suamiku Dok? "


"Kita lihat saja ke depannya bu, semoga Suami ibu kuat"


"Kira kira hal apa yang akan terjadi dari reaksi obat itu Dok? "


"Mengkomsumsi OPIOID dengan dosis tinggi bisa menyebabkan seseorang menjadi linglung, depresi bahkan amnesia bu"


Bagai di iris iris belati, hati Windy hancur mendengar penuturan Dokter itu

__ADS_1


"Dok tolong lakukan yang terbaik untuk suamiku, jangan sampai hal itu terjadi padanya" ucap Windy memohon mengatupkan kedua tangannya


__ADS_2