PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 13


__ADS_3

๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Alva terbangun dari tidurnya, di lihatnya sekeliling kamarnya tidak ada Windy


๐Ÿ’•kemana dia, apa dia tidak kembali ke kamar ini, oh mungkin dia tidur di kamar lamanya๐Ÿ’•


Alva buru buru mandi, 10 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi. Dia pergi ke kamar yang dulunya di tempati oleh Windy .


Saat sampai di depan pintu, dia ragu mengetuk pintunya


๐Ÿ’•kalo aku ketuk, pasti ketahuan sama papa, ahk aku masuk saja๐Ÿ’•


Ceklek


Alva memasukkan separuh kepalanya melihat ke dalam, tidak ada orang


๐Ÿ’•dia tidak di sini, kamar ini juga rapi, tidak ada tanda tanda Windy masuk kamar ini, lalu kemana dia, apa dia kembali ke rumah orangtuanya, gawat kalo sampai papa tau,habis aku ๐Ÿ’•


Alva kembali ke kamarnya,, dia mengambil benda pipinya dari nakas. Dia menghubungi nomor istrinya


Tersambung


Krek krek krek


๐Ÿ’•Suara apa itu ๐Ÿ’•


Alva mencari sumber suara, sambil terus menghubungi nomor istrinya


Ternyata Windy meninggalkan hp miliknya di kamar mereka


"hah, ini kan hp Windy, kenapa dia pergi gak bawa hp ya " ucap Alva


Dia turun mencari istrinya ke ruang tamu, namun tidak menemukannya, diapun pergi ke dapur, tapi di sana juga tidak ada


๐Ÿ’•mungkin dia di taman belakang๐Ÿ’•


Saat sampai di sana, dia tidak juga menemukan istrinya


"tuan, apa tuan mencari nonya " ucap bi Sumi


"mmm iya bi, apa bibi melihatnya " tanya Alva


"nonya pergi tuan, dia mau bertemu dengan temannya " ucap bi Sumi


"teman, siapa bi" ucap Alva mengerutkan keningnya


"gak tau tuan, teman nonya baru datang dari luar negeri " ucap bi Sumi


Deg


"apa???, teman dari luar negeri " ucap Alva dengan nada kagetnya


"iya tuan, nonya pergi dengan dandanan cantik " ucap bi Sumi


๐Ÿ’•apa,apa dia pergi menemui Rama, apa dia meminta Rama kembali, Rama bilang tidak akan kembali jika bukan Windy yang meminta ๐Ÿ’•


"apa dia pergi sendiri bi" ucap Alva


"nonya di antar sama pak Martin tuan" ucap bi Sumi


" ok, makasih ya bi" ucap Alva kemudian menghubungi pak Martin


Derrrttt Derrrttt


"halo tuan muda "


"pak Martin di mana "


"saya bersama nonya di Rooftop, cafe langit seduh tuan"


"ok"


tut tut tut


Alva mengambil kunci mobilnya, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesampainya di sana, dia langsung masuk lif menuju lantai 11.tak menunggu waktu lama lif terbuka, dia berjalan mencari tempat duduk istrinya.


๐Ÿ’•ramai, dimana mereka ๐Ÿ’•

__ADS_1


Dia duduk disalah satu meja, ternyata Windy dan temannya duduk tidak jauh dari tempat dia duduk


๐Ÿ’•apa,,, jadi temannya ,,,oh my god, aku benar benar bodoh ๐Ÿ’•


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


"Gilbran apa Windy yang merancang semua ini " ucap Cyano


" iya tuan, nonya melakukannya sendiri, aku hanya mempersentasikan sesuai instruksi dari nonya " ucap Gilbran


"dia sangat jenius, aku gak nyangka kerja sama kita akan berjalan mulus, berkat dia semua berjalan lancar " ucap Cyano


"nonya memang hebat tuan, semenjak bekerja di kantor kita banyak yang mengajak kerja sama, perusahaan juga maju dengan pesat" ucap Gilbran


"kau benar, dia memang putri kecil ku" ucap Cyano


"nonya menantu anda tuan" ucap Gilbran bercanda


"iya, dia putri sekaligus menantuku" ucap Cyano


Mereka tertawa bersama


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Saat Windy berada di rumah orang tuanya, seseorang menghubunginya


"halo Win, gimana kabar lo "


Sebut aja namanya Rosa


"hey Ros, aku baik "


" boleh kita ketemu " ucap Rosa


"hahaha, mana mungkin, kita kan jauhan" ucap Windy


"gue udah kembali ke Indonesia " ucap Rosa


"hah, benaran, kapan? " tanya Windy


"ini gue baru nyampe, kita ketemu besok ya, gue udah kangen sama lo" ucap Rosa


"oke, gue kirim lewat WA, lo harus datang ya, awas aja kalo gak datang" ucap Rosa


"iya iya, bawel banget sih, gak ada bedanya dari dulu " ucap Windy


"masih sama lah, ngapain berubah, gue masih teman lo yang dulu " ucap Rosa


"iya iya aku tau, tapi kamu yang treat ya " ucap Windy


"oke, no problem " ucap Rosa


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


"hey Win"


"hey Ros"


Mereka berdua berpelukan


"wao, yuo just get more beautiful" ucap Rosa


"ah yuo could(ah kamu bisa saja) " ucap Windy


"yes, i'm serious, yuo look happy already(iya gue serius, kelihatan lo udah bahagia) ucap Rosa


"why don't yuo tell me, i can pick yuo up(kkenapa gak kasih tau aku, aku bisa menjemput mu) ucap Windy


"yuo just got married, gue gak mungkin mengganggumu" ucap Rosa


"hahaha aku pikir kamu akan berbahasa terus, iya udah aku ladeni" ucap Windy


"hahaha, itu hanya pembugaran, gue udah lama gak dengar lo ngomong pakai bahasa inggris, padahal lo jagonya" ucap Rosa


"bdw, kamu sendiri, harusnya kamu bersamanya" ucap Windy


"iya, gue udah putus sama dia" ucap Rosa

__ADS_1


"lah kenapa, bukannya kamu cinta mati sama dia " ucap Windy


"bukan cinta mati, tapi matinya cinta " ucap Rosa


"maksudnya " tanya Windy


"rasa cinta ku sudah mati untuknya, dia selingkuh di belakang gue, yang paling parahnya perempuan itu hamil" ucap Rosa


Tanpa sepengetahuan mereka, ada sepasang mata yang memperhatikan


"What ,kok bisa " ucap Windy


"dia buaya darat, sudah beberapa kali dia mengajak gue berhubungan, tapi gue nolak, gue gak mungkin kasih harta karun gue sebelum nikah" ucap Rosa


"gila tu orang, kamu benar Ros, kita harus menjaganya sampai hari pernikahan kita, hanya suami kita yang berhak mendapatkannya " ucap Windy


"makanya dia mengkhianati gue, tapi itu lebih baik dari pada gue harus kehilangan kehormatan " ucap Rosa


"kalau aku jadi kamu, tentunya aku memilih putus, keputusan kamu itu sudah benar, lagian masih banyak laki laki yang lebih baik darinya " ucap Windy


"lo benar, gue terlalu bodoh mencintai pria berengsek kaya dia " ucap Rosa


๐Ÿ’•What, mana mungkin, apa masih ada yang seperti itu ๐Ÿ’• batin Alva


yang mendengar sayup sayup omongan mereka


"kamu mau tinggal di sini, apa balik lagi " ucap Windy


"tinggal di sini, aku akan menetap di sini " ucap Rosa


"wahh asyik dong, ada teman main " ucap Windy


"iya, gue pengen kaya dulu lagi" ucap Rosa


"kamu mau kerja di mana " ucap Windy


"gue mau kembangin butik gue " ucap Rosa


"bagus itu, kamu desainer sudah pasti butik kamu berkembang pesat " ucap Windy


"mudah mudahan, doain ya, lo harus sering sering kesana" ucap Rosa


"pasti, apa sih yang gak buak kamu" ucap Windy


"lo memang sobat gue yang paling baik. Bdw gimana pernikahan kamu?" ucap Rosa


" baik, gak ada masalah " ucap Windy berbohong


๐Ÿ’•maafin hambamu ini iya Allah ๐Ÿ’•


"baguslah, gue senang lo bahagia, gue gak mau lihat lo kaya dulu lagi " ucap Rosa


"makasih, kamu selalu ada buat aku" ucap Windy


๐Ÿ’•dasar perempuan, pinter bohong, bilangnya baik, padahal tidak ๐Ÿ’•


Batin Alva


"kita ke mol yuk, udah lama kita gak pergi bareng kesana " ucap Rosa


"yuk, lagian masih banyak waktu " ucap Windy melihat jam di hp nya


Setelah mereka pergi, Alva pun kembali ke rrumahnya


Rosa dan Windy menghabiskan waktu mereka berkeliling mol, banyak yang mereka beli, termasuk lingry,( skip) bukan Windy yang beli ya, tapi Rosa, dia membeli beberapa lingry untuk Windy


"Ros, buat apa ini " ucap Windy memegang lingry bergidik


"iya buat lo lah, yang gue baca, suami akan senang melihat istrinya berpakaian seksi " ucap Rosa


"hehehe bisa aja kamu, gak aku gak mau pakai baju kurang bahan ini, menjijikkan " ucap Windy


"Windy sayang, lo pakai tu lingry hanya di kamar aja, jadi hanya suami lo yang liat lo" ucap Rosa


๐Ÿ’•wedehh, aku tolak Rosa pasti ngotot, iya udah lah ,daripada berdebat lagian dia akan banyak tanya nanti ๐Ÿ’•


"woi,,, kok bengong " ucap Rosa

__ADS_1


"i..iihhh ngagetin aja " ucap Windy


"makanya jangan bengong, udah yuk, itu untuk kebaikan lo ok" ucap Rosa menarik tangan Windy


__ADS_2